Minggu, 29 May 2022
Radar Kediri
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Ortu Harus Dampingi Anak Ambil BB Motor di Mapolres Nganjuk

13 Mei 2022, 12: 15: 45 WIB | editor : Adi Nugroho

Ortu Harus Dampingi Anak Ambil BB Motor di Mapolres Nganjuk

AMBIL BB: Petugas mendata pemilik yang mengambil motor. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Share this      

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Puluhan remaja dengan didampingi orang tuanya berkumpul di halaman Mapolres Nganjuk kemarin. Mereka datang ke mapolres untuk mengambil sepeda motor yang terjaring razia balap liar satu bulan lalu. Selanjutnya, petugas memberikan pengarahan kepada orang tua (ortu) dan anak agar tidak mengulangi aksinya melakukan balap liar.

Untuk mengambil sepeda motor tersebut, para pemilik tidak hanya harus membawa orang tuanya. Namun juga harus membawa STNK dan BPKB sebagai barang bukti.

Bagi kendaraan yang sudah standar, maka pemilik langsung diperbolehkan membawa pulang. Sedangkan untuk sepeda motor protolan, maka pemilik harus mengganti beberapa bagian sepeda motor agar kembali menjadi standar.

Baca juga: Tegur Pengendara Motor Bising Justru Babak Belur 

Ortu Harus Dampingi Anak Ambil BB Motor di Mapolres Nganjuk

SEMOGA JERA: Pemilik sepeda motor dan mekanik mengembalikan motor protolan menjadi standar sebelum dibawa pulang dari Mapolres. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Mayoritas kendaraan tidak standar tersebut adalah sepeda motor yang menggunakan ban kecil. Tidak hanya itu, mereka juga banyak yang menggunakan knalpot brong. “Totalnya sudah 55 sepeda motor yang telah diambil oleh pemilik,” ujar Kasubbag Humas Polres Nganjuk Iptu Supriyanto kemarin.

Sementara itu, Bahari, 25, warga Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro harus mengembalikan sepeda motornya kembali ke standar. Mulai dari ban sepeda motor hingga knalpot. Itu dilakukan hingga berjam-jam. “Kapok...kapok...kapok...,” ujarnya.

Terpisah, salah satu orang tua pemilik kendaraan Andari, 38, warga Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro mengaku bahwa saat itu dirinya mengantar sang anak untuk mengambil sepeda motor. Karena anaknya masih belum 17 tahun. Sehingga, belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) C untuk mengendarai sepeda motor. “Jadinya repot begini,” keluhnya.

Untuk diketahui, anggota Satlantas Polres Nganjuk telah melakukan razia balap liar yang dilakukan di Desa Trayang, Kecamatan Ngronggot dan Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro. Dari hasil kedua razia tersebut, petigas berhasil menyita 117 sepeda motor.

Razia pertama dilakukan di Desa Trayang pada tanggal 6 April. Dari razia yang dilakukan sekitar pukul 04.00 tersebut, polisi berhasil menyita 98 sepeda motor.Lalu razia kedua dilakukan pada 6 April sekitar pukul 16.00 WIB di Desa Sumengko. Dari razia kedua tersebut, polisi berhasil menyita 19 sepeda motor. 117 sepeda motor tersebut lalu dibawa ke Mapolres Nganjuk. Motor baru boleh diambil setelah satu bulan di mapolres. Ini sebagai salah satu sanksi agar pemilik motor jera.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia