Minggu, 29 May 2022
Radar Kediri
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Ditresnarkoba Polda Serahkan Pengedar SS

13 Mei 2022, 10: 51: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

Ditresnarkoba Polda Serahkan Pengedar SS

PERIKSA TERSANGKA: Jaksa menunjukkan barang bukti berupa klip sabu-sabu yang diduga diedarkan tersangka saat pelimpahan perkara kemarin. (Habibah Anisa Muktiara - radar kediri)

Share this      

NGASEM, JP Radar Kediri– Setelah dilimpahkan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jatim, kini Riko Prasetya, 26, menjadi tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri. Kemarin (12/5), berkas perkara kasus pengedaran sabu-sabu (SS) pria asal Jl Kedondong, Desa Templek, Kecamatan Puncu ini telah P21 atau dinyatakan lengkap.

“Hari ini pelimpahan tahap dua kasus pengedaran narkotika,” terang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanda Yoga Rohmana yang menerima berkas. Penyerahan berkas perkara pukul 14.30 tersebut tidak berlangsung lama, hanya sekitar setengah jam.

Baca juga: PPKM Level 2, Pembelajaran di Kota Kediri Tetap 100 Persen

Riko dimintai keterangan di sana. Kuli bangunan ini mengaku mengedarkan SS pada dua temannya. Dia mendapat keuntungan Rp 200 ribu. “Saya jual pada Natko, teman kerja sesama kuli, dan Marcel, orang Ngronggot, Nganjuk,” ujarnya.

Transaksi SS itu terjadi Januari 2022. Serbuk kristal yang diedarkan dibeli dari Tumplek (DPO). Ia mengenalnya dari temannya di proyek bernama Jaka (DPO). Dari tumplek, Riko membeli lima gram Rp 1.050.000. Pembayaran diangsur ketika barang habis.

Untuk mengedarkannya, sabu dipecah lima paket. Selain dijual, ayah dua anak ini juga menggunakannya satu gram. Namun perbuatannya terendus kepolisian. Tepatnya 10 Januari lalu ia ditangkap di rumahnya.

“Dimana sabu-sabu itu ditemukan petugas?” tanya Nanda. Pemuda kelahiran 1995 ini mengaku, disimpan di lemari rumahnya. Dibungkus tisu putih.Di hadapan jaksa, Riko berdalih mengedarkan sabu karena masalah keuangan. Gajinya sebagai kuli bangunan Rp 80 ribu per hari tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Tahap dua ini telah dinyatakan P21, tersangka telah menjadi tahanan kejaksaan,” ujar Nanda. Riko dikenai pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 UU Narkotika. (ara/ndr)

(rk/ara/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia