Sabtu, 28 May 2022
Radar Kediri
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Isap Sabu, Mahasiswa Asal Tarokan Divonis Empat Tahun

07 Desember 2021, 10: 13: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

Isap Sabu, Mahasiswa Asal Tarokan Divonis Empat Tahun

TERIMA PUTUSAN: Agung Siswanto mengikuti persidangan secara video conference melalui layar monitor di Pengadilan Negeri Kota Kediri. (Ilmidza Amalia Nadzira – radar kediri)

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri– Agung Siswanto, 24, terdakwa kasus sabu-sabu (SS) asal Desa Blimbing, Kecamatan Tarokan terdiam mendengar putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri. Mahasiswa ini divonis empat tahun penjara.

Tak hanya itu, dia juga diwajibkan membayar denda Rp 2 juta. Jika tidak bisa memenuhi, hukumannya ditambah dua bulan kurungan. Putusan majelis hakim yang diketuai Hendra Pramono itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anggi Luberti. Sebelumnya, Agung dituntut 6 tahun dan denda Rp 3 juta subsider dua bulan.

Baca juga: Ban Motor Selip, Pemuda dari Ketawang Meninggal

Selain mengedarkan, terdakwa juga terbukti telah menyalahgunakan sabu-sabu. Itu setelah dibuktikan dengan tes urine oleh JPU saat proses penyidikan berkas perkara.

“Perbuatan terdakwa melanggar pasal 114 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar Hendra.

Menurutnya, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menyerahkan narkotika golongan satu.

Berdasarkan fakta di persidangan, penangkapan Agung terjadi pada Jumat silam (17/9) di rumahnya. Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti sabu-sabu seberat 0,28 gram yang disimpan di bawah tempat tidurnya.

Dalam vonisnya, Hendra juga membacakan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Adapun hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam upaya memberantas peredaran narkotika dan juga meresahkan masyarakat. “Sedangkan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum,” imbuhnya.

Di akhir pembacaan putusan, ketua majelis hakim memberi kesempatan terdakwa untuk menanggapi. “Saya menerima Yang Mulia,” ujar Agung dalam persidangan yang berlangsung secara telekonferensi di ruang Candra PN Kota Kediri. (ica/ndr)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia