Sabtu, 28 May 2022
Radar Kediri
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Keluyuran, Belasan Pelajar Push Up

Terjaring Razia karena Berkeliaran

02 Desember 2021, 11: 04: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

Keluyuran, Belasan Pelajar Push Up

PUSH UP: Pelajar lelaki menjalani hukuman di halaman Balai Desa Tulungrejo, Pare, setelah terjaring razia akibat keluyuran masih menggunakan seragam kemarin. (Iqbal Syahroni - radar kediri)

Share this      

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Balai Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, berbeda suasana kemarin pagi (1/12), sekitar pukul 10.00. Puluhan remaja berseragam sekolah berkumpul di pendapa. Mereka duduk sambil mendengarkan ceramah oleh petugas berseragam TNI. Sebagian lagi harus melakukan push up di halaman. Yang terakhir ini adalah pelajar-pelajar pria.

Mereka adalah pelajar yang terjaring razia petugas gabungan-satpol PP dan TNI-Polri. Mereka diamankan karena keluyuran dengan masih mengenakan seragam sekolah. Para remaja itu dicokok dari beberapa kafe di wilayah Pare.

“Ada delapan perempuan dan 16 pelajar laki-laki (yang terjaring). Totalnya ada 24 pelajar. Ada yang SMP dan SMA,” kata Kasatpol PP Agoeng Djoko Retmono melalui Kasi Kerjasama Bidang Tibum Dony Agustinus ketika berada di lokasi.

Baca juga: Mabuk, Minthil pun Benjut

Para pelajar terjaring razia sekitar pukul 10.00. Hampir semuanya mengaku sudah pulang sekolah. Sebab, pihak sekolah masih menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

“Kami juga lakukan koordinasi dengan sekolah masing-masing,” sambungnya.

Menurutnya, pihak sekolah yang dihubungi membenarkan bila jam pelajaran sudah selesai. Meskipun begitu, lanjut Agoeng, para pelajar yang diamankan saat ngopi dengan seragam ini tetap diberikan pembinaan. Hingga diberi hukuman karena beberapa juga tak menggunakan masker.

Siswa-siswa itu terjaring dari empat kafe yang ada di Desa Tulungrejo. Selain karena masih berseragam, tim juga melakukan operasi protokol kesehatan (prokes). Karena itulah petugas melakukan pencatatan terhadap pelanggaran prokes . Termasuk pula kepada pemilik warung.

Mereka yang terazia tidak langsung dipulangkan atau diminta untuk dijemput oleh sekolah. Petugas gabungan terlebih dulu membawa mereka ke Balai Desa Tulungrejo. Di tempat ini para siswa itu diberi wawasan dan dikenai sanksi ringan dan mendidik. “Ada yang kami minta menyanyikan lagu kebangsaan, dan ada yang memilih untuk push-up sendiri,” terang Agoeng. Petugas juga meminta agar pelajar menulis surat pernyataan. Agar tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Sementara itu, Babinsa Tulungrejo Sertu  Choirul Yudi menjelaskan bahwa mereka akan terus melakukan patroli. Terutama di beberapa lokasi ramai seperti di Mapung Inggris yang banyak warung dan kafe.

“Tidak ada pelarangan untuk nongkrong. Hanya saja, ini mereka masih memakai seragam, nanti malah dikira ada pembiaran dari sekolah di jam-jam seperti ini. Mereka bisa dicap sebagai pembolos bagi orang yang tidak tahu jika sudah pulang,” terangnya. (syi/fud)

(rk/syi/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia