Kalau kamu pernah dengar soal belut listrik yang bisa nyetrum mangsanya, itu bukan dongeng atau efek film fiksi ilmiah. Nyatanya, belut listrik benar-benar punya kemampuan menghasilkan listrik dari tubuhnya sendiri! Keren banget, kan?
Tapi, pertanyaannya: kok bisa sih makhluk air seperti belut punya “alat kejut” alami? Yuk, kita kupas tuntas rahasia si penyetrum bawah air ini dalam bahasa santai tapi tetap ilmiah!
Belut listrik punya nama ilmiah Electrophorus Electricus. Meskipun disebut “belut”, sebenarnya dia bukan belut sejati, melainkan jenis ikan yang lebih dekat ke keluarga lele. Tapi ya, karena bentuknya panjang dan mirip belut, jadinya semua orang keburu manggil dia “belut listrik”.
Baca Juga: Burung Kedasih dan Misteri Malam 1 Suro, Antara Mitologi, Mitos, dan Suara Sunyi
Kekuatan listriknya berasal dari organ khusus yang ada di dalam tubuhnya, yang disebut organ listrik. Organ ini bukan satu, tapi ada tiga sekaligus: organ utama, organ Sach’s, dan organ Hunter’s. Ketiganya punya peran berbeda, tapi kerja bareng buat ngasilin sengatan listrik.
Organ-organ listrik itu bisa dibilang kayak "baterai biologis". Di dalamnya terdapat ribuan sel unik bernama elektrosit. Masing-masing elektrosit bisa menghasilkan tegangan kecil, sekitar 0,15 volt. Kalau satu doang sih lemah banget, ya. Tapi karena jumlahnya ribuan dan disusun secara seri, total tegangannya bisa mencapai 600 volt lebih!
Kekuatan listrik dari belut ini dipakai buat tiga hal penting: navigasi, komunikasi, dan pertahanan diri. Dalam air keruh seperti sungai Amazon tempat dia tinggal, penglihatan nggak begitu berguna. Jadi, belut pakai listrik untuk “melihat” sekelilingnya dengan cara mengirim sinyal listrik rendah dan menangkap pantulannya.
Teknik ini disebut elektrolokasi. Mirip kayak sonar pada lumba-lumba, tapi belut pakai listrik. Dengan begitu, dia bisa tahu posisi batu, tumbuhan air, atau mangsa yang bersembunyi.
Selain buat navigasi, belut juga pakai sinyal listrik lemah buat ngobrol sama belut lain. Jadi, kayak “bahasa listrik” gitu. Nggak heran sih, karena dalam gelapnya air Amazon, komunikasi suara kurang efektif.
Baca Juga: Kucingmu Suka Berkelahi? Bisa Jadi Dia Termasuk Kucing Dominan, Ini Penjelasannya
Kalau buat bertahan diri, barulah dia keluarin senjata pamungkasnya: kejutan listrik bertenaga tinggi! Sengatannya bisa sangat kuat, cukup buat bikin manusia kaget atau bahkan jatuh dari perahu kecil kalau kena langsung.
Meski listriknya kuat, belut listrik nggak terus-menerus nyetrum. Dia cuma ngeluarin sengatan dalam bentuk denyut pendek (pulse) yang dikontrol oleh sistem sarafnya. Jadi, dia nggak nyetrum sembarangan, hanya saat butuh aja.
Serangan listriknya juga bisa keluar beberapa kali berturut-turut dalam satu detik. Ini kayak tembakan listrik beruntun yang bikin mangsa makin tak berdaya dan gampang ditelan.
Baca Juga: Rahasia Pola Mandi dan Jemur Kacer Biar Gacor Konsisten Setiap Hari
Lucunya, saat berburu, belut listrik kadang ngebungkuk kayak huruf “U”. Ini buat nambah efek kejut ke tubuh mangsanya dari dua sisi sekaligus. Bayangin ada aliran listrik masuk dari kepala dan keluar lewat ekor—gak heran mangsanya langsung KO!
Meski terdengar berbahaya, belut listrik nggak nyerang manusia tanpa sebab. Biasanya dia lebih memilih kabur. Tapi kalau diganggu atau terpojok, barulah dia aktif nyetrum. Jadi, lebih baik kita juga jangan usil ya kalau ketemu hewan unik satu ini.
Peneliti sampai sekarang masih mempelajari kemampuan listrik belut ini buat inspirasi teknologi, lho. Siapa tahu suatu hari kita bisa bikin baterai organik yang terinspirasi dari si belut penyetrum ini!
Nah, sekarang kamu tahu kan kenapa belut listrik bisa nyetrum? Semua berkat organ listrik dan elektrosit canggih yang bikin dia jadi hewan unik sekaligus canggih. Lain kali kalau ada yang tanya kenapa belut bisa ngasih listrik, tinggal jawab aja: “Karena dia bawa powerbank biologis bawaan dari lahir!”
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian