Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengapa Kucing Terus Mengeong? Ini 6 Alasannya

Jauhar Yohanis • Minggu, 1 Juni 2025 | 16:11 WIB
Kucing mengeong terus, perhatikan penyebabnya
Kucing mengeong terus, perhatikan penyebabnya

JP Radar Kediri- Siapa yang tak gemas mendengar suara kucing mengeong? Tapi, bagaimana kalau si Meong tak berhenti bicara seharian? Paling tidak ada enam alasan utama kenapa kucing Anda bisa jadi cerewet.

1. Masalah Genetik: Memang Dasarnya Suka Bicara

Beberapa ras kucing memang sudah terkenal cerewet. Siamese, Oriental Shorthair, atau Burmese, misalnya, punya sifat alami yang suka ‘ngoceh’. Kalau kucing Anda termasuk ras-ras ini atau punya darah keturunan mereka, ya sudah nikmati saja ocehan mereka. 

2. Ada Masalah Kesehatan

Jika kucing yang biasanya tenang tiba-tiba jadi suka mengeong tanpa henti, jangan anggap remeh. Itu bisa jadi sinyal ada yang salah secara medis, mulai dari rasa sakit, masalah tiroid, atau gangguan lain. Disarankan untuk segera membawa ke dokter hewan.

3. Belum Disteril: Efek Birahi

Kucing betina yang sedang birahi atau jantan yang mencari pasangan akan mengeong dengan suara khas, kadang sampai memekakkan telinga. Solusinya sederhan. Sterilkan mereka. Selain menenangkan rumah Anda, langkah ini juga penting untuk kesehatan si kucing dan mengendalikan populasi.

4. Pikun atau Penurunan Kognitif

Kucing senior bisa mengalami kebingungan atau kepikunan yang memicu teriakan tanpa sebab. Kabar baiknya, sekarang sudah ada obat dan suplemen yang bisa membantu memperbaiki kualitas hidup mereka. Konsultasikan dengan dokter hewan jika Anda mencurigai hal ini.

5. Stres karena Perubahan Lingkungan

Baru pindah rumah? Ada anggota keluarga baru? Atau rutinitas Anda berubah drastis? Semua itu bisa membuat kucing merasa cemas, dan salah satu cara mereka mengekspresikan itu adalah lewat suara. Bangun asosiasi positif. Pastikan barang-barang favorit kucing tetap ada. Beri mereka ruang untuk menandai area dengan aroma mereka.

6. Mencari Perhatian (dan Anda Termakan Strateginya)

Kucing belajar cepat. Kalau setiap kali dia mengeong Anda langsung memberi makanan, membelai atau bermain, dia akan berpikir, “Ah, gampang nih.”  Sebaiknya berhenti merespons saat kucing merengek. Sebaliknya, berikan perhatian atau camilan saat dia diam, agar yang diperkuat justru perilaku tenangnya.

Bisa Jadi Tak Ada Alasan Apa pun

Untuk menjaga keseimbangan emosi kucing, perlu diperhatikan pentingnya routine, ritual, rhythm — rutinitas sehari-hari yang teratur, mulai dari jam makan, bermain, hingga istirahat. Jangan lupa juga memberi mereka stimulasi lingkungan, seperti mainan interaktif atau akses melihat ke luar jendela.

Jadi, kalau kucing Anda cerewet, cobalah periksa satu per satu penyebabnya. Siapa tahu, setelah ini rumah Anda jadi sedikit lebih tenang. Atau ya… setidaknya Anda bisa menerima kalau memang si Meong hanya sedang jadi dirinya sendiri

Editor : Jauhar Yohanis
#birahi #stres #genetik #kucing mengeong