JP Radar Kediri - Mungkin kalian sudah tidak asing lagi dengan istilah VTuber, singkatan dari Virtual YouTuber. Secara sederhana, VTuber adalah kreator atau streamer di YouTube yang tampil menggunakan avatar digital, biasanya bergaya anime. Kehadiran avatar ini membuat pengalaman menonton terasa unik, karena penonton berinteraksi dengan karakter virtual seolah-olah nyata.
Sejarah VTuber berawal pada tahun 2010, eksperimen karakter digital di YouTube. Nitroplus memperkenalkan Super Sonico dalam bentuk animasi 3D. Meski bukan VTuber seperti yang kita lihat sekarang, langkah ini membuka jalan bagi konsep karakter virtual yang bisa berinteraksi dengan penonton.
Baca Juga: Mobile Legend: Dominasi Filipina Berlanjut, Indonesia Masih Menunggu Trofi
Setahun kemudian pada tahun 2011, seorang vlogger bernama Ami Yamato mengunggah video dengan animasi yang bisa berbicara layaknya manusia. Walau sederhana, inilah salah satu contoh paling awal dari Virtual YouTuber yang kelak menjadi inspirasi orang lain.
Pada tahun 2012, perusahaan Weathernews, Inc. memperkenalkan karakter virtual bernama Weatheroid Type A Airi dalam program siaran cuaca 24 jam mereka, SOLiVE24. Airi berperan sebagai host digital yang menyampaikan informasi cuaca kepada penonton. Kehadirannya menjadi salah satu contoh awal penggunaan karakter virtual dalam konteks siaran langsung, bukan sekadar video rekaman.
Dua tahun kemudian, Airi mulai tampil menggunakan teknologi motion capture. Dengan teknologi ini, gerakan tubuh dan ekspresi wajah dapat ditransfer secara real-time ke avatar digital. Perkembangan ini sangat penting karena membuka jalan bagi interaksi yang lebih natural antara karakter virtual dan penonton. Bisa dibilang, inilah salah satu tonggak yang mendekatikan konsep karakter digital ke bentuk VTuber modern.
Lompatan besar terjadi pada tahun 2016, saat Kizuna AI muncul dan memperkenalkan istilah Virtual YouTuber. Dengan karakter 3D yang ekspresif dan interaktif, Kizuna AI berhasil memikat jutaan penggemar. Popularitasnya yang melonjak drastis menjadikan ikon VTuber sekaligus inspirasi pertama bagi banyak orang untuk mengikuti jejaknya. Dari munculnya fenomena VTuber mulai berkembang pesat dan melahirkan industri hiburan digital baru.
Kesuksesan Kizuna AI memicu lahirnya agensi besar yang khusus mengelola talenta VTuber. Hololive Production berdiri pada tahun 2017 dengan konsep agensi idola, menghadirkan avatar 3D yang ekspresif. Setahun kemudian, Nijisanji muncul dengan pendekatan berbeda, yaitu menggunakan teknologi Live 2D yang lebih murah dan mudah diakses. Kehadiran 2 agensi besar ini menjadi fondasi industri VTuber modern.
Baca Juga: Sinopsis Papa Zola The Movie yang Akan Tayang di Bioskop Indonesia, Tayang 23 Januari 2026
Tahun 2018 muncul banyak VTuber baru seperti Kaguya Luna, Mirai Akari, dan Siro. Ditahun ini juga VTuber independen asal Indonesia melakukan debutnya, Maya Putri. Maya Putri dikenal dengan konten musik dan interaksi hangat bersama penggemarnya.
Setahun kemudian muncul VTuber independen, bernama Andara VTuber. Aktif di YouTube dengan konten benuansa musik dan hiburan ringan. Selain itu juga ada beberapa proyek kecil yang mencoba menghadirkan VTuber lokal bernama Kizuna Isekai. Sebagian besar proyek besar ini masih eksperimental dan tidak berumur panjang.
Tahun 2019 juga menjadi tahun agensi Nijisanji membuka cabang di China dan Korea. Hal ini menandai langkah awal bahwa VTuber bukan lagi tren lokal, melainkan mulai diproyeksikan ke pasar internasional.
Baca Juga: Rekomendasi Lagu yang Cocok Banget Untuk Hilangkan Capek Pulang Kerja, Mulai Genre Pop Hingga Indie
Hololive tak mau kalah, di tahun 2020 lebih tepatnya 11 April 2020, Hololive membuka cabang di Indonesia. Talenta tersebut antara lain Ayunda Risu, Moona Hoshinova, dan Airani Iofifteen. Pada bulan September lebih tepatnya 12 September, Hololive membuka cabang lagi, Hololive EN. Cabang ini mencakup semua wilayah kecuali Jepang dan Indonesia. Generasi pertama ini terdiri dari Mori Calliope, Takanashi Kiara, Ninomae Ina'nis, Gawr Gura, dan Amelia Watson.
Di tahun ini terjadi pandemi COVID-19 yang membuat masyarakat di seluruh dunia harus terlindungi di rumah dan melakukan segalanya dengan berani. Situasi ini mendorong penyiaran besar bagi VTuber yang mampu menghibur melalui platform online. Terbukti, Gawr Gura berhasil meraih jutaan subscriber hanya dalam beberapa bulan, menjadikannya VTuber paling populer dengan jumlah subscriber terbanyak hingga saat ini.
Baca Juga: Fenomena VTuber Ketika Anime, Teknologi, dan Budaya Pop Bertemu
Sejak tahun 2021 hingga sekarang, peralatan yang digunakan semakin canggih. Jika sebelumnya hanya sekedar streaming di depan PC, kini talenta dari agensi besar dapat melakukan pertunjukan 3D dan aktivitas lainnya di studio layaknya studio film. Sudah banyak perusahaan yang melakukan kolaborasi dengan VTuber. Bahkan VTuber bernama Ayunda Risu dan Kobo Kanaeru menjadi Mental Coach tim Alter Ego divisi PUBG Mobile.
Kini VTuber telah berkembang menjadi berbagai profesi, termasuk idola. Lalu, siapa VTuber favorit kalian?
Penulis adalah Muhammad Iqbal Rasyid, mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian