Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Istilah Wibu dan Otaku: Apa Bedanya?

Internship Radar Kediri • Minggu, 27 April 2025 | 01:39 WIB

Anime
Anime

JP Radar Kediri –  Saat ini, istilah wibu dan otaku sudah sangat sering kita dengar, apalagi di kalangan pecinta budaya Jepang.

Tapi, apakah kamu benar-benar tahu apa arti sebenarnya dari kedua istilah ini? Banyak orang masih sering salah kaprah atau mencampuradukkan makna "wibu" dan "otaku", padahal keduanya punya arti dan konotasi yang cukup berbeda.

Berikut adalah perbedaan wibu dan otaku!

Apa Itu Wibu?

Istilah wibu sebenarnya berasal dari kata "Wapanese", singkatan dari Wannabe Japanese atau "white Japanese". 

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan orang-orang non-Jepang yang terobsesi berlebihan terhadap budaya Jepang, bahkan sampai menganggap diri mereka “lebih Jepang” daripada orang Jepang asli.

Baca Juga: Kenapa Anime Solo Leveling Ramai dan Dibicarakan Semua Orang?

Wibu seringkali menunjukkan ketertarikan yang sangat ekstrem terhadap segala hal yang berhubungan dengan Jepang, mulai dari anime, manga, makanan Jepang, bahasa Jepang, hingga budaya pop Jepang secara keseluruhan. 

Namun, perbedaan utamanya adalah, obsesi ini kadang tidak dibarengi dengan pemahaman budaya Jepang yang sebenarnya. Bahkan, ada wibu yang bersikap seolah-olah mereka berasal dari Jepang, padahal tidak.

Dalam perkembangan penggunaannya di internet, istilah "wibu" di Indonesia sering digunakan dalam konteks bercanda atau bahkan mengejek, merujuk pada orang yang dianggap terlalu berlebihan dalam mencintai budaya Jepang hingga mengabaikan budaya lokal.

Apa Itu Otaku?

Berbeda dengan wibu, otaku adalah istilah asli dari Jepang. Dalam bahasa Jepang, "otaku" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sangat menggemari atau menghabiskan banyak waktu untuk suatu hobi tertentu. 

Baca Juga: 5 Anime Underrated yang Jarang Ditonton Padahal Bagus Parah!

Hobi ini tidak selalu berkaitan dengan anime atau manga, bisa juga meliputi video game, fotografi, kereta api, komputer, atau bidang lainnya.

Jadi, otaku adalah sebutan untuk orang yang sangat mendalami satu bidang hobi tertentu hingga menjadi bagian besar dari hidup mereka. 

Dalam budaya Jepang sendiri, kata "otaku" kadang memiliki konotasi negatif, menggambarkan seseorang yang terlalu tenggelam dalam hobinya hingga mengabaikan kehidupan sosial.

Misalnya, kalau seseorang sangat suka bermain game hingga mengikuti turnamen, membeli merchandise, dan membahas semua hal tentang game tersebut, dia bisa disebut "game otaku" tanpa ada kaitannya dengan Jepang.

Sekarang kamu sudah tahu, kan, bedanya wibu dan otaku?

Baca Juga: Canon vs Non-Canon, Istilah Penting di Dunia Anime yang Sering Diabaikan!
Menjadi penggemar anime, manga, atau budaya Jepang tidak salah sama sekali. Yang penting, tetap memiliki batasan yang sehat, tetap menghargai budaya sendiri, dan tidak mengabaikan kehidupan nyata hanya karena hobi.

Kalau kamu suka anime atau manga, nikmati saja sebagai bentuk apresiasi terhadap karya kreatif, tanpa harus terjebak menjadi wibu yang berlebihan.

Jadi, menurut kamu sendiri, kamu lebih merasa sebagai wibu atau otaku? (vyn)

Penulis: Muhammad Alvin Riandi Zahra.

Editor : Jauhar Yohanis
#otaku #anime #Wibu #Solo Leveling