JP Radar Kediri - Surabaya menjadi salah satu kota yang paling sering dikunjungi wisata religinya oleh para wisatawan yang datang.
Sebagai salah satu kota metropolitan, banyak sekali tempat wisata yang memiliki nilai sejarah di sana, seperti makam Wali Songo dan masjid.
Inilah rekomendasi wisata religi di Surabaya yang wajib kamu kunjungi ketika berlibur ke sana:
1. Makam Sunan Ampel
Raden Rahmat atau Sunan Ampel adalah salah satu dari Wali Songo (sembilan wali) yang berperan besar terhadap penyebaran agama Islam di Nusantara, utamanya pulau Jawa.
Makam Sunan Ampel berada di Jalan Ampel Blumbang No.2 A, Ampel, Semampir, Surabaya, Jawa Timur 60151. Kawasan ini menjadi salah satu tempat sakral dan salah satu tujuan ziarah paling populer di Indonesia.
Makam Sunan Ampel ini selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Tempat ini pun buka selama 24 jam dan ramai penjual jajanan hingga akesoris.
2. Masjid Sunan Ampel
Seperti namanya, Masjid Sunan Ampel didirikan oleh Sunan Ampel beserta sahabat karibnya. Masjid ini berada di Jalan Petukangan I, Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir. Berjarak sekitar 500 meter dari Jembatan Merah Surabaya.
Makam Sunan Ampel sendiri terletak di sebelah barat Masjid Sunan Ampel. Tak jarang ketika berziarah ke makam Raden Rahmat, secara otomatis juga berkunjung dan beribadah di Masjid Sunan Ampel.
3.Masjid Nasional Al Akbar Surabaya
Masjid Agung Surabaya atau disebut Masjid Nasional Al Akbar Surabaya ini dikenal sebagai salah satu destinasi yang wajib dikunjungi ketika pergi ke Surabaya.
Dibangun sejak 4 Agustus 1995, masjid ini berdiri atas arahan Soenarto Soemopawiro, wali kota Surabaya kala itu.
Menjadi bangunan masjid terbesar kedua setelah Masjid Istiqlal Jakarta, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya ini berlokasi di Kebonsari, Surabaya Selatan. Masjid ini memiliki detail ukiran dan kaligrafi yang sangat menarik dengan kubah berwarna biru dan menara setinggi 99 meter.
4. Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya
Terlihat dari namanya, Masjid Muhammad Cheng Hoo menjadi masjid pertama di Indonesia yang mengadopsi nama Muslim Tionghoa. Hal ini sebagai simbol perdamaian dan toleransi yang tinggi antar umat beragama.
Nama masjid ini diambil dari nama tokoh muslim bernama Cheng Ho, yang berlayar dari China menuju ke pantai Afrika.
Bertempat di Jalan Gading Nomor 2, Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng, arsitekstur masjid ini didominasi oleh warna merah, hijau dan kuning. Ornamen dalam bangunan masjid juga tidak jauh dari nuansa Tiongkok klasik.
5. Kampung Santri Ndresmo
Kampung santri ndresmo pada awalnya dikenalkan pertama kali oleh KH Mas Sayyid Ali Akbar. Istilah ndresmo sendiri diambil dari nderes yang berarti mengaji dan mo yang artinya lima.
Berlokasi di Jalan Sidosermo II Nomor 18, Kelurahan Sidosermo, Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Uniknya kampung ini menjadi kawasan bagi sekitar 30 pondok pesantren (ponpes).
6. Makam Sunan Bungkul
Ki Ageng Mahmuddin atau Mbah Bungkul merupakan seseorang yang diyakini menjadi salah satu penguasa muslim di Surabaya pada abad ke-14 M dan menjadi tokoh penyebar agama Islam di akhir masa kejayaan Kerajaan Majapahit.
Makam Sunan Bungkul ini terletak di Taman Bungkul St, Darmo, Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur. Kamu bisa berziarah ke makam ini kapan pun, karena buka setiap hari selama 24 jam.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah