KEDIRI, JP Radar Kediri – Beberapa harga bahan pokok alami lonjakan harga di bulan Ramadan. Tak ayal, baik Pemerintah Kabupaten atau Kota Kediri rajin menggelar pasar murah. Bahkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga turun untuk membantu menstabilkan harga-harga.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pasar murah yang berlangsung di Gedung Serbaguna, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri merupakan salah satu bentuk untuk pengendalian inflasi. Mengingat harga-harga bahan pokok cenderung naik jelang hari raya Idul Fitri. Namun demikian, dia tetap mengingatkan agar gelaran pasar murah tidak berdekatan dengan pasar-pasar tradisional.
“Saya selalu sampaikan jangan sampai berdekatan dengan pasar tradisional karena ini (pasar murah, Red) bukan kompetitor pasar tradisional. Kedua diharapkan pasar-pasar murah seperti ini betul-betul tempatnya itu ditengah-tengah permukiman masyarakat,” tekannya saat menghadiri gelaran pasar murah pada Minggu (1/3) di Gedung Serbaguna, Pare, Kediri.
Untuk saat ini, dia mengatakan bahwa ketersediaan stok masih aman. Hanya saja, perlu beberapa hal yang harus dilakukan agar inflasi tetap terkendali. Mulai dari memastikan ketersediaan stok, keterjangkauan harga, distribusi, serta komunikasi yang efektif.
Dari keempat hal tersebut, Khofifah menekankan komunikasi efektif menjadi kunci pengendalian harga. Pasalnya, saat ada gejolak harga pada suatu komoditas tertentu, daerah lain bisa membantu untuk pemenuhan stok.
“Mungkin kalau ada cabai harga berapa, nah di Tuban harga berapa, di Kediri harga berapa. Kalau daging ayam mungkin Kediri sangat stabil tetapi mungkin ada daerah lain harga daging ayam relatif mengalami lonjakan. Nah itulah pentingnya komunikasi efektif,” jelasnya memberi contoh.
Terpisah, Wakil Pemimpin Perum Bulog Cabang Kediri Hestiana Peni Utami menerangkan bahwa operasi pasar maupun gerakan pangan murah sudah menjadi agenda rutin setiap minggu. Hanya saja, waktu dan tempat pelaksanaannya tetap menunggu arahan dari pemerintah daerah.
“Keliling terus. Untuk lokasi kami kerjasama dengan pemda (pemerintah daerah, Red) karena mereka yang tahu titik-titknya, bulog tinggal menyelenggarakan saja,” ujarnya sembari menyebut pasar murah ini bisa berlangsung hingga H-3 hari raya Idul Fitri. (em)
Editor : Andhika Attar Anindita