Karomah jadi bagian pembinaan mental dan spiritual anggota polisi di jajaran Polres Kediri. Kegiatan serupa juga menjalar ke polsek-polsek.
Bahkan, diikuti dengan berbagai aksi sosial selama Ramadan.
Pada awal pelaksanaannya, kajian Karomah di lingkungan Polres Kediri sempat dirancang agar dapat diikuti secara bersama melalui pertemuan daring.
Dengan konsep tersebut, kegiatan diharapkan dapat menjangkau seluruh polsek jajaran dalam satu waktu.
Namun dalam pelaksanaannya, metode tersebut dinilai kurang efektif. Karena itu, konsep kegiatan kemudian disesuaikan dengan pelaksanaan kajian secara langsung di masing-masing polsek.
“Awalnya memang sempat dilaksanakan melalui zoom meeting agar bisa diikuti polsek jajaran. Namun lebih efektif dilakukan secara tatapmuka, sehingga setiap polsek juga melaksanakan kajian Karomah di tempat masing-masing,” ujar Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji melalui Kabag SDM Kompol Eko.
Dengan pola tersebut, setiap polsek kini dapat menggelar kegiatan pembinaan rohani secara mandiri setiap Kamis.
Meski dilaksanakan di lokasi yang berbeda, konsep kegiatan tetap sama dengan kajian Karomah yang digelar di Polres Kediri.
Rangkaian kegiatan biasanya diawali dengan salat Dhuha berjemaah. Setelah itu, para anggota mengikuti tausiyah agama yang disampaikan oleh tokoh agama maupun dai kamtibmas di wilayah masing-masing.
Materi kajian yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan ibadah.
Para penceramah juga mengaitkan nilai-nilai keislaman dengan tugas anggota Polri dalam menjalankan peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Dalam kajian tersebut, para anggota diingatkan tentang pentingnya menjaga kejujuran, amanah, serta integritas dalam menjalankan tugas.
Termasuk bagaimanamenghadapi tekanan pekerjaan dengan sikap sabar dan pengendalian diri.
Selain itu, para penceramah juga kerap menyampaikan berbagai amalan harian yang dapat dilakukan oleh seorang muslim.
Di antaranya menjaga salat berjemaah, membaca Alquran, memperbanyak doa, serta meningkatkan amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya melalui kajian ini anggota tidak hanya kuat secara fisik dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki keteguhan mental dan spiritual,” jelas Kompol Eko Prasetio Sanosin.
Namun, kegiatan tersebut tidak berhenti pada kajian semata.
Semangat yang dibangun melalui program pembinaan rohani itu juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat.
Terutama selama bulan Ramadan. Polres Kediri menggelar sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Salah satunya pembagian takjil gratis kepada pengendara yang melintas di depan Mapolres Kediri.
Kegiatan tersebut dilakukan setiap hari selama Ramadan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Selain itu, Polres Kediri juga menggelar sahur gratis bersama masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat hubungan antara kepolisian dengan warga.
Tak hanya itu, berbagai kegiatan sosial lain juga dilakukan.
Di antaranya santunan anak yatim, penyaluran zakat kepada masyarakat di wilayah KecamatanPlosoklaten dan Plemahan, serta bantuan paket sembako bagi warga yang membutuhkan.
Dalam beberapa kesempatan, Polres Kediri juga memberikan bantuan berupa rombong usaha kepada masyarakat sebagai upaya membantu meningkatkan perekonomian warga.
“Kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari kepedulian kepada masyarakat sekaligus implementasi nilai-nilai yang disampaikan dalam kajian,” jelasnya.
Dengan demikian, kajian yang digelar di Masjid Al-Amaan tidak hanya memperkuat spiritualitas anggota kepolisian. Namun juga menghadirkan manfaatnyata bagi masyarakat sekitar.
Editor : Andhika Attar Anindita