JP Radar Kediri - Mengenakan kemeja batik lengan pendek dipadu celana krem, wajah Rizky Arrohman tampak semringah.
Senyumnya tersungging saat menyambut hangat kedatangan koran ini di tempatnya mengajar, Jalan Masjid Al Huda 196, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota Kediri, Jumat (14/2) lalu.
Bersama Waka Bidang Kesiswaan SMK Al Huda Kota Kediri Anassay Sabli Rizal, Rizky berjalan memasuki ruang tamu sekolahnya.
Beberapa guru dan staf yang berpapasan dengannya menyapa sekaligus memberikan ucapan selamat.
Itu tak lepas dari prestasi pengajar jurusan teknik sepeda motor (TSM) tersebut dalam Festival Vokasi Satu Hati tingkat nasional pada 9-10 Februari lalu.
Pada kategori guru dalam kontes otomotif itu, Rizky menyabet juara 1. Ia mengungguli 2.615 guru SMK dari 27 provinsi se-Indonesia.
Kendati begitu, sarjana teknik mesin ini tetap rendah hati. Dia merasa pencapaiannya karena doa dan dukungan rekan-rekan guru.
“Terutama motivasi dari bapak Kepala SMK Al Huda Moechamad Suhariyono dan kaprodi TSM Pak Mubasir yang sudah memberi saya kesempatan ikut festival ini. Tanpa doa dan dukungan beliau, saya tidak mungkin sampai pada titik ini,” ujar bapak dua anak ini.
Awalnya, pada September 2024 Rizky ditunjuk sekolahnya mengikuti Festival Vokasi Satu Hati 2025 tingkat provinsi.
Event bergengsi ini digelar PT Astra Honda Motor (AHM) dan jaringan main dealer-nya.
“Ini event tahunan. Pesertanya khusus SMK mitra binaan Honda,” ungkap guru produktif bidang otomotif asal Desa Wonosari, Kecamatan Pagu itu.
Dari 713 SMK se-Indonesia yang turut serta di ajang ini, Rizky harus menjalani seleksi tingkat provinsi.
Ia harus bersaing dengan 98 SMK di area regional se-Jawa Timur (Jatim) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Di babak penyisihan itu diambil 10 besar.
Sepuluh peserta tersebut kemudian mengikuti seleksi lagi pada Oktober 2024 untuk memperebutkan tiga besar.
Mereka harus menyelesaikan tes yang sulit dan ketat di main dealer MPM Surabaya yang berlokasi di Sedati, Sidoarjo.
“Dari seleksi itu, akhirnya saya yang terpilih mewakili Jawa Timur ke final di tingkat nasional,” papar Rizky.
Pada babak final tingkat kesulitan tesnya lebih tinggi. Demi menghadapi uji pengetahuan dan keterampilan menangani mesin sepeda motor itu, Rizky pun berlatih keras.
Waktu jam istirahat pelajaran dimanfaatkan untuk berlatih. Bahkan agar persiapan matang, ia tak langsung pulang setelah selesai mengajar di kelas.
“Tetapi saya latihan di bengkel sekolah. Utak atik mesin motor. Seringkali sampai malam, malah pernah hingga dini hari pukul 02.00,” kenang guru yang pernah bekerja menjadi mekanik saat kuliah dahulu.
Akhir pekan atau pada Sabtu-Minggu dia juga tak libur. Akibat kesibukan latihan yang begitu padat, anak dan istri Rizky khawatir. Tak jarang mereka menelepon.
Menanyakan mengapa dia tak kunjung pulang hingga larut malam. Setelah mendapat penjelasan, Dyah Dwi Yanuarti, istrinya, mendukung 100 persen.
“Bahkan istri saya sampai berpuasa. Jadi apa yang saya raih sekarang ini tak lepas dari dukungan keluarga,” tuturnya.
Berkat dukungan itulah, Rizky percaya diri menyelesaikan tantangan final uji kompetensi dan pengetahuan teknologi sepeda motor di AHM Safety Riding and Training Center (SRTC), Pasir Ranji, Kecamatan Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada 9-10 Februari pekan lalu.
Para guru finalis dari 27 provinsi diuji dalam berbagai aspek. Bukan hanya teori.
Namun juga praktik. Meliputi uji perawatan berkala hingga memastikan performa terbaik sepeda motor.
“Kami juga dites teknik mengajar. Materinya seputar teknologi motor,” bebernya.
Selain itu, peserta diuji praktik meja. Satu per satu harus menyelesaikan masalah yang terdapat pada cylinder head (kepala silinder) serta mesin motor di atas meja.
Mereka diminta membongkar. Kemudian memastikan letak problemnya. Syaratnya, tanpa merusak alat maupun komponennya.
“Yang dinilai pengerjaan sesuai SOP (standard operating procedure) dan tentunya durasi waktunya dibatasi,” beber Rizky.
Berkat ketekunan dan disiplin berlatih, keterampilan Rizky menyelesaikan soal-soal dalam kontes otomotif tersebut mendapat penilaian tertinggi dari juri. Dia pun dinobatkan juara pertama kategori guru.
“Atas capaian ini saya berterima kasih pada jajaran MPM Surabaya dan semua instruktur di sana yang telah melatih dan membimbing sampai saya mencapai prestasi ini,” urainya.
Kepala SMK Al Huda Kota Kediri Moechamad Suhariyono mengaku, bangga dengan prestasi nasional yang ditorehkan staf pengajar di sekolahnya.
Ia berharap, pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar, menghasilkan karya, dan berinovasi. Sehingga bisa ditularkan pada peserta didik maupun staf pengajar yang lain.
“Ke depan prestasi dari SMK Al Huda Kota Kediri dapat terus ditingkatkan,” tuturnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah