Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Alasan Batik Tulis Bermotif Bunga Cempakanya Asal Desa/Kecamatan Mojo Jadi Unggulan

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 1 Oktober 2024 | 03:07 WIB
KREATIF: Zaitun mempersiapkan alat untuk membatik di rumahnya di Desa/Kecamatan Mojo, Kediri.
KREATIF: Zaitun mempersiapkan alat untuk membatik di rumahnya di Desa/Kecamatan Mojo, Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Beberapa warga Desa Jugo memiliki usaha home industri. Salah satunya adalah Zaitun yang memiliki usaha batik tulis. Dari sekian banyak kreasinya, bunga cempaka menjadi motif unggulannya.

Pengerajin batik di Kabupaten Kediri juga dapat ditemui di Desa/Kecamatan Mojo.

Usaha tersebut digeluti seorang ibu rumah tangga bernama Zaitun. Usaha tersebut sudah digelutinya sejak tahun 2015 silam.

“Sebelum menjadikanya sebuah usaha, dulu saya belajar membatik di kegiatan yang diadakan oleh Pemkab Kediri pada tahun 2015,” cerita Zaitun tentang usaha batik yang diberinama Wilis Manikam.

Pelatihan itu coba diaplikasikannya. Perempuan 65 tahun ini terus belajar. Hanya berjarak berapa bulan setelah itu, ia memantapkan diri untuk membuat usaha batik.

Dengan ketelatenannya, banyak pesanan mulai dari tetangganya hingga luar kota.

Motif bunga cempaka adalah unggulannya. Ide itu muncul dari banyaknya bunga cempaka di pinggir jalan desanya.

Akhirnya dia terinspirasi untuk membuat karya batik dari bunga itu. “Inspirasi saya dari alam sekitar rumah saya,” terang ibu dua anak.

Walaupun begitu, Zaitun mengaku membuat batik tulis hanya pekerjaan sampingan.

Sekadar mengisi waktu kosong disela merawat ternak dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Namun begitu, kreasi dan omzetnya tidak bisa dipandang sebelah mata. “Saya jualnya per potong mulai Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu,” ungkap Zaitun.

Dengan bakatnya dalam membuat batik sangat mendapatkan dukungan dari pemerintah desa. Salah satunya dengan mengikutkannya ketika ada bazar umkm.

Selain itu, dia juga kerap memberikan pelatihan membatik pada kelompok usaha tani yang berada di desanya.

Olahan Tahunya Terkenal Garing dan Gurih saat Digoreng

Desa/Kecamatan Mojo banyak yang menjadi perajin tahu. Tahu buatan desa ini terkenal padat saat digoreng. Teksturnya lebih garing. Rasanya juga lebih gurih.

“Yang membuat tahu bisa digoreng hingga garing, karena kadar airnya yang rendah,” jelas Kaur Pembangunan Desa Mojo Puji Santoso.

Dengan kadar air yang rendah tidak hanya membuat tahu bisa lebih garing. Namun juga membuat rasa pada tahu ini lebih gurih.

Sehingga saat digoreng cepat kering. “Ada satu yang terbesar yaitu milik Sumarsono,” ucapnya.

Karena besarnya produksi ini dibutuhkan sekitar enam orang untuk membuat tahu.

Usaha tersebut dinilai mampu memberdayakan warga sekitar. “Cukup menguntungkan usaha ini bagi warga kami mas,” aku Puji.

Karena di desa ini terdapat Pasar Mojo yang luas dan ramai, pelaku usaha rumahan tidak sulit untuk memasarkannya.

Hanya dengan dibawa ke pasar, tahu khas buatan warga Mojo ini sudah ludes terjual.

Belum lagi beberapa pabrik juga menerapkan pemasaran dengan cara dibawa ke rumah-rumah warga. “Cukup mudah juga memasarkannya untuk usaha tahu ini,” tegasnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #radar #mojo #batik tulis #bunga #desa #Cempaka #unggulan #batik #jawa pos #Motif