Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Tawang, Wates, Kabupaten Kediri: Pemdes Dukung Pelestarian Kesenian Jaranan dengan Produksi Barongan

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 19 Agustus 2024 | 18:33 WIB
KREATIF: Sis Susilo menunjukkan barongan hasil buatannya. Dia merupakan seorang perajin barongan asal Desa Tawang, Wates, Kediri.
KREATIF: Sis Susilo menunjukkan barongan hasil buatannya. Dia merupakan seorang perajin barongan asal Desa Tawang, Wates, Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Kesenian Barongan memang menjamur Kabupaten Kediri. Salah satunya di Desa Tawang. Usaha tersebut dikembangkan oleh warganya yang bernama Sis Susilo atau yang akarap dipanggil Daman.

Berawal dari kegemaran, Sis Susilo terjun menjadi perajin barongan. Usaha tersebut telah lama digelutinya. “Saya baru bikin sendiri sejak tahun 2012 lalu,” terang pria yang akrab disapa Daman tersebut.

Dia mengaku banyak masyarakat yang akhirnya datang untuk membeli. Tidak hanya dari sekitar tempat tinggalnya. Pelanggannya juga banyak dari luar kota. Bahkan, Kalimantan dan Sumatera.

“Biasanya yang beli orang-orang sekitar yang kemudian dijual kembali ke pulau-pulau seberang,” akunya. Daman mengatakan bahwa satu barongan bisa diselesaikan selama dua minggu.

Dia dibantu oleh anak keduanya. Dia rutin membuat barongan setiap hari agar pembeli bisa langsung memilih sesuai kebutuhan.

“Harganya yang paling bagus sekitar Rp 3 jutaan,” tambah pria yang sehari-hari nyambi menjadi montir tersebut. Tidak hanya dari ukuran, harga juga ditentukan oleh jenis rambut hiasan pada barongan. Yang paling mahal adalah rambut kuda.

Selama ini, bentuk perhatian pemdes adalah dengan rutin meminta klub jaranan miliknya untuk tampil. Meski belum sampai ikut memasarkan, Daman sudah cukup senang.

Karena dengan mendukung jaranan saja, itu sudah istimewa. “Banyak kesenian jaranan yang mati. Jadi saya sangat senang jika pemdes masih perhatian dengan jaranan,” pungkas pentolan kelompok jaranan Putra Manggolo tersebut.

 

Belasan Tahun Geluti Usaha Pembuatan Sepatu

Sepatu merupakan salah satu fashion item yang wajib dimiliki. Tak terkecuali sepatu jenis kulit. Di Desa Tawang juga terdapat pelaku UMKM di bidang tersebut. Namanya adalah Zeru Moffin.

“Sepatu ini murni terbuat dari kulit,” ujar Hidayat, pemilik brand Zeru Moffin. Sebelum membuka usaha sendiri, Hidayat pernah menjadi karyawan di pabrik sepatu.

Setelah membuka usahanya sendiri, kini dia memiliki empat karyawan. Mereka melayani pembuatan sepatu, sandal, dompet, hingga case notebook.

Tidak hanya diminati olah warga lokalan saja. Sepatu ini juga diminati oleh orang luar kota. Seperti Probolinggo, Malang, dan Surabaya. Bahkan, ada pembeli dari luar Jawa. Salah satunya dari Sulawesi Tenggara.

Perawatannya mudah. Sepatu berbahan kulit cukup dilap menggunakan lap basah. Setelah dilap, sepatu diangin-anginkan. “Setelah itu sepatu dapat disemir,” ungkap Hidayat.

Jangan khawatir karena untuk harga yang dipatok bervariasi. Sepatu dan sandal kulit ini djual mulai dari harga Rp 65 ribu hingga Rp 300 ribu.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #budaya #radar #kediri #barongan #jaranan #desa #jawa #wates #Tawang #jawa pos