JP Radar Kediri - Bisa dikatakan usaha yang dilakukan Kristianti ini berawal dari kebosanan. Pasalnya, dia telah melihat orang tuanya memproduksi tahu mentah bertahun-tahun. Hal tersebut membuatnya ingin berinovasi. Yakni dengan mengolahnya menjadi kerupuk tahu.
Apalagi terkadang ada pengecer yang tidak datang mengambil tahu. Sehingga ada sisa tahu yang tidak terjual. “Saya mulai membuat camilan dari tahu sejak beberapa tahun yang lalu,” terang Kristianti kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Kristianti pun kemudian rajin mengikuti pelatihan-pelatihan. Salah satunya yang digelar oleh Pemkab Kediri. Sehingga akhirnya tercipta produk kerupuk tahu yang digemari oleh masyarakat. “Pelatihan-pelatihan dari pemerintah sangat terasa manfaatnya,” akunya.
Tidak hanya pelatihan pembuatan. Kristianti juga tahu bagaimana packaging yang bagus. Sehingga layak untuk dijual di pusat oleh-oleh. Selain itu, undangan-undangan pameran membuat produknya menjadi dikenal banyak orang.
“Produk saya mulai dikenal ya sejak ikut-ikut pameran di Simpang Lima Gumul (SLG),” katanya.
Interaksi dengan sesama pengusaha membuatnya menjadi banyak pengalaman. Banyak hal-hal yang bisa didiskusikan bersama. Itu juga sangat berguna untuk membuka jaringan pemasaran. Dengan adanya usaha milik Kristianti tersebut, setidaknya ada enam pekerja yang terserap.
“Pemdes sangat mendukung usaha mikro, kecil dan menengah (umkm) bisa berkembang,” tandasnya.
Untuk pemasaran, sementara masih sekitar Kabupaten dan Kota Kediri. Sesekali ada rekan yang membawa produknya ke luar kota. Kristianti optimistis usahanya tersebut akan terus berkembang.“Banyak yang suka produk saya jadi saya optimistis usaha ini akan semakin maju,” pungkasnya.
Berawal dari Hobi, Tekuni Penjualan Tanaman Kaktus
Dedi Iyan Santoso memilih berbisnis sesuai dengan hobinya. Sejak dulu, Dedi suka merawat tanaman. Alhasil, itu pula yang dijadikan landasannya meraup cuan. Dia akhirnya dikenal luas karena berjualan tanaman kaktus.
Kaktus tak hanya bisa menjadi tanaman hias di pekarangan. Namun bisa juga menjadi tanaman hias di dalam rumah. Kaktus rumahan kebanyakan berukuran mini dengan pot yang kecil. Jenis tanaman ini pun beragam. Kehadiran kaktus memiliki beberapa manfaat. Seperti menambah estetika ruangan.
Selama ini kebanyakan orang memiliki kaktus berwarna hijau. Tetapi kaktus yang dijual Dedi memiliki warna yang beragam. Mulai kuning, merah mudah, hingga merah. Kaktus jenis tersebut berasal dari luar negeri.
“Ada opuntia, asteria, lithops, kalanchoe, hawothia, elongata, gymnocalycium, mihanovichii echeveria, aloe dan sansivera,” terang Dedi.
Pria asli Desa Tawang ini mengaku sudah lama menyukai kaktus. Namun ia mulai aktif kembali setelah adanya Covid-19. Menurut Dedi, kaktus import selain memiliki pilihan warna namun juga pilihan bentuk. Namun untuk perawatan hampir sama dengan jenis kaktus lokal. Kaktus tidak membutuhkan banyak air, namun membutuhkan sinar matahari.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah