JP Radar Kediri - Pembudi daya ikan cupang asal Desa Paron, Kecamatan Ngasem adalah Agus Thorig Yusuf. Laki-laki 55 tahun ini merinitis budi daya ikan cupang sejak 2005. Kini, hasil panenan ikan hiasnya itu dikirim hingga luar Jawa.
“Saya kirim buat stok di Medan hingga Ujungpandang,” cerita Agus.
Kiprahnya membudidayakan ikan cupang ini berawal dari hobi. Hingga bisa berinovasi menghadirkan ikan-ikan cupang menarik.
Pada 2014 Agus mengajak ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya ikut membudidayakan. Hingga saat ini sudah ada 12 anggota dalam Kelompok Pembudidayaan Ikan (Pokdakan). Mereka disebut plasma. yang bertugas membesarkan bibit ikan hingga siap dipasarkan.
Ibu-ibu tak memerlukan kolam ikan untuk ini. Hanya diperlukan ruang kosong untuk meletakkan bambu-bambu yang dipasangi plastik-plastik berisi air serta cupangnya.
“Banyak disini ibu-ibu yang memanfaatkan bekas kios, bahkan celah sempit di samping rumah bisa digunakan,” imbuh bapak dua anak itu.
Dengan begitu banyak ibu rumah tangga yang merasakan manfaat dari ikut kelompok ini.
Mengembakan Produk dari Limbah
Selain di sektor pembudidayaan ikan, warga Desa Paron juga banyak yang menerjuni kerajinan tangan yang terbuat dari limbah. Di antaranya rak hias air minum yang berbahan dasar dari limbah kawat juga besi. Usaha tersebut milik salah satu warga desa bernama Purnomo.
“Waktu awal mulai usaha, dulu hanya membuat gantungan baju saja,” terang Purnomo.
Rak air mineral tersebut terbuat dari kawat yang di bentuk melingkar dan ada lubang-lubang untuk meletakkan air mineral berbentuk gelas, kemudian dililit dengan pita dan dihias bunga-bungaan. Permintaan akan rak air mineral ini snagat banyak menjelang Lebaran.
Tak sendiri, ketika permintaan membludak, Purnomo mengajak ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya untuk ikut menghias. Tak mau monoton, setiap tahunnya Purnomo mengeluarkan model inovasi baru untuk rak air mineralnya. Setiap inovasi yang dibuatnya, selalu dilakukan tes. Terkadang bentuk yang aneh dan meliuk membuat rak air mineral terguling ketika diisi air pada beberapa sisinya (tidak penuh). Maka dari itu Purnomo selalu melakukan percobaan, mulai dari diisi dengan gelas di seluruh sisinya. Hingga misalkan gelas air tersebut diambil oleh tamu, apakah rak air mineral tetap berdiri tegak atau tidak.
“Saya pastikan rak buatan saya selalu bisa berdiri tegak, meski dalam kondisi penuh air atau tidak,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah