Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Menelusuri Sumber-sumber Air di Kediri: Sumber Buntung, Warga Tempurejo Manfaatkan Belik yang Berlimpah

Ayu Ismawati • Kamis, 16 Mei 2024 | 19:21 WIB
MASIH ALAMI: Warga memanfaatkan Sumber Lanang untuk aktivitas sehari-hari. Di Desa Tempurejo ada dua sumber yang airnya melimpah.
MASIH ALAMI: Warga memanfaatkan Sumber Lanang untuk aktivitas sehari-hari. Di Desa Tempurejo ada dua sumber yang airnya melimpah.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Kawasan Sumber Buntung kaya akan sumber daya airnya. Memiliki luas sekitar 100 x 50 meter, sumber ini memiliki banyak belik (mata air kecil). Karena berlimpah, warga hanya mengelola dua mata air utamanya yang kini memiliki fungsi yang berbeda.

Sumber Buntung ini terletak di Desa Tempurejo, Kecamatan Wates. Sejak lama, sumber ini dikelola masyarakat setempat untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka memanfaatkan sumber itu untuk aktivitas sehari-hari. Mulai dari mencuci pakaian hingga mandi di Sumber Buntung.

Saking banyaknya air yang menyembur ke luar, warga hanya memanfaatkan dua mata air utama di kawasan tersebut. “Orang sini (warga Desa Tempurejo, Red) menyebutnya Sumber Lanang dan Sumber Wedok. Karena kalau di sini (Sumber Wedok, Red) untuk orang-orang perempuan. Yang sana (Sumber Lanang, Red) buat laki-laki,” ucap Purwaningsih, warga setempat.

Yang membedakan fungsi dua sumber itu adalah khusus untuk di Sumber Wedok diberi kain penutup. Sehingga tempatnya masih terkesan alami. Berbeda dengan Sumber Lanang, lokasinya kini sudah diberi bangunan permanen. Termasuk sekeliling mata air, diberi bangunan permanen yang rapat.

Mata airnya tetap mengalir dari sumber tersebut meskipun ada bangunan permanennya. Bahkan, pemanfaatan utamanya masih untuk kebutuhan mandi dan cuci baju warga setempat. “Yang memanfaatkan warga sini saja. Kalau orang luar sangat jarang,” tandasnya.

Dua mata air tersebut berjarak sekitar 80 meter. Berbeda dengan Sumber Wedok yang sedikit tersembunyi. Sumber Lanang berada tepat di tepi jalan. Lokasinya lebih rendah daripada jalan desa.

Keberagaman vegetasi di kawasan mata air itu jadi penopang upaya konservasi air di sana. Beberapa pohon besar penyimpan air yang masih banyak ditemui antarai lain pohon trembesi dan pohon beringin.

“Dulu juga pernah ada kegiatan tanam pohon di sini. Kebanyakan pohon-pohon ficus seperti trembesi,” sambung ibu empat anak itu.

Sekarang, pohon yang tersebar di kawasan mata air itu antara lain trembesi, bambu, sonokeling, pisang, dan kakao. Jenis pohon trembesi termasuk yang paling tua di sana. “Dulu lebih banyak lagi. Tapi sudah ada dua pohon trembesi besar yang rubuh,” pungkasnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kediri #sumber buntung kediri #jawa pos #sumber air