Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Keren! Di Halaman SD Negeri di Kepung Kediri Ini, Ada Tiga Tempat Ibadah Tiga Agama

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 11 Januari 2024 | 19:17 WIB

Photo
Photo
KEDIRI, JP Radar Kediri –Kini, ada tiga bangunan yang menyeruak. Yang merupakan tempat sakral. Tempat ibadah bagi tiga agama, Islam, Kristen, dan Hindu. Berdiri berdampingan sama kokohnya.

Tiga bangunan itu ibarat gambaran kemajemukan masyarakat Besowo. Mereka terdiri dari warga dengan tiga agama berbeda. Namun dapat rukun dan  saling menghargai.

Tapi, pendiriannya tak sekadar penggambaran kemajemukan itu. Juga diilhami mulai melemahnya sikap toleransi di masyarakat secara luas. Terutama di kalangan generasi muda.

“Kami diskusi dengan tokoh-tokoh agama dan masyarakat. Semua sdar nilai toleransi sudah sangat memprihatinkan. Kami pun mulai muncul kekhawatiran,” terang Kepala SDN Besowo 2 Yunus Priyambodo.

Akhirnya muncul inisiatif, membangun tiga tempat ibadah dalam satu lokasi. Tujuannya satu,  untuk mengajarkan murid-murid bagaimana bisa hidup dengan nilai-nilai toleransi yang tinggi. Sekaligus membentuk karakter generasi muda.

“Jadi saya menginisiasi bagaimana kalau kita mendirikan tiga tempat ibadah. Untuk mengajarkan sejak dini tentang kerukunan umat beragama,” urai Yunus.

Ide itu bersambut. Tokoh masyarakat dan juga tokoh agama setuju dengan konsep  itu. Pembangunannya pun diputuskan. Dan, 13 Juli 2023, tokoh dan perwakilan tiga agama melakukan peletakan batu pertama secara simbolis. Tentu dengan doa bersama.

“Peletakan batu pertama juga diawali dengan doa bersama. Doa oleh tiga agama ditambah kejawen,” terang Yunus.

Dalam prosesnya, sempat ada rasa waswas terkait pendanaan. Takut pembangunan terhenti karena dana habis. Untungnya, waswas itu tak terbukti. Warga tak hanya membantu secara fisik. Juga dalam hal pendanaan, mereka memberi donasi.

“Tokoh masyarakat, tokoh agama dan terutama wali murid sangat luar biasa antusiasmenya. Sekolah tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Ini murni donasi masyarakat. Seperti komite sekolah, masyarakat sekitar, dan lainnya,” aku Yunus.

Hal itulah yang membuat pembangunan berjalan lancar. Meskipun terkendala cuaca, hanya butuh enam bulan menyelesaikannya. Tiga tempat ibadah pun berdiri kokoh. Kemarin,  diresmikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin dan para pemuka agama.

Bangunan itu berdiri tidak hanya sebagai simbol semata. Melainkan juga sebagai bukti komitmen masyarakat sekitar dan juga sekolah untuk mengedepankan toleransi. Setidaknya agar 62 siswa-terdiri dari 42 beragama Islam, 14 siswa Hindu, dan 2 anak Kristen-dapat hidup berdampingan dan saling menghormati. 

Yunus menyebut bahwa setelah dibangun tigBaca Juga: Toleransi di Hari Santri ASN Pemprov Jatenga tempat ibadah itu, diterapkan praktik agama. Seperti penerapan Salat Dhuha bagi yang Muslim. Doa pagi bagi yang beragama Kristen, dan doa sebelum belajar bagi yang beragama Hindu.

 

“Selama ini kami sudah menerapkan itu, namun dengan adanya tempat ibadah ini agar lebih mengena,” jelas Yunus.

Selain untuk pembelajaran siswa, tempat ibadah itu juga bisa dimanfaatkan masyarakat umum. Apalagi selama ini tempat ibadah lokasinya jauh. Terutama pura dan gereja yang tidak ada di dusun ini.

“Sebenarnya sudah ada (di desa). Namun ini juga untuk mempermudah agar lebih dekat,” terang Kepala Desa Besowo Suyanto.

Kini, SDN Besowo 2 jadi  satu-satunya sekolah yang punya tiga tempat ibadah untuk tiga agama. Harapannya bisa menginspirasi sekolah lain. Agar melakukan hal serupa.

“Baru satu dan insya Allah dalam waktu dekat ada satu SMP di wilayah Kandangan yang kebetulan di sana banyak umat (berbeda-beda) agamanya,” terang Kadisdik Mukhamat Muhsin.

“Ini bagian penting dari proses penyiapan anak-anak. Agar kelak, ketika waktunya tiba, siap  hidup berdampingan  sesama umat beragama,” tandas Muhsin.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #tempat ibadah #toleransi #toleransi agama