KEDIRI, JP Radar Kediri - “Sebelum dikembangkan menjadi tempat wisata, semula ini hanya sumber biasa,” ujar Kepala Desa Paron, Kecamatan Ngasem Buyung Wicaksono. Dulunya, sumber ini hanya berupa sumber dan kolam ikan saja. Belum dilengkapi fasilitas seperti saat ini.
Pengembangan sumber ini sebagai tempat wisata dilalukan pada 2018. Pengembangannya dilakukan oleh pemdes bersama pemuda setempat. Hingga akhirnya Sumber Kembangan bisa menjadi terkenal seperti sekarang ini.
Lokasi sumber yang strategis ini mendukung untuk sering diadakan event. Tidak hanya acara yang digelar oleh komunitas Namun juga instansi pemerintah. Untuk event skala kecil hingga sedang dapat dilakukan di sumber. Sedangkan event besar dapat digelar di lapangan yang lokasinya tidak jauh dari sumber.
Pada 2022, wisata desa ini mendapatkan sumbangan sarana dan prasarana. Sumbangan tersebut berupa peralatan outbond. Mulai dari flying fox, sepeda udara, dan jembatan birma.
“Tempat wisata ini dikelola oleh teman–teman pokdarwis,” kata Buyung. Mereka kemudian membuat paket wisata. Penghasilan dari tempat wisata tersebut masuk ke Badan Usaha Milik Desa.
Di Sumber Kembangan, terlihat banyak warung sebagai tempat nongkrong yang menjual minuman dan makanan untuk pengunjung. Selain nongkrong di warung, pengunjung juga bisa nongkrong di gazebo. Sekaligus bisa melihat secara langsung ikan di sumber. Selain ikan, ada monyet, berang-berang, burung dan ular.
Beri Perhatian Lebih Tangani Kasus Stunting
Pemerintah Desa Paron, Kecamatan Ngasem sangat peduli dengan kesehatan warganya. Salah satunya terkait penanganan kasus stunting. “Berbagai cara kami lakukan dalam penanganan kasus stunting. Kami berkolaborasi dengan berbagai bidang,” ujar Kepala Desa Paron, Kecamatan Ngasem Buyung Wicaksono.
Seperti Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang akan dirancanakan. Sasarannya dari semua siklus kehidupan. Mulai dari ibu hamil, bayi, balita, usia sekolah, produktif, hingga lansia. “Pengecekan ini nanti dilakukan satu bulan sekali,” tuturnya.
Buyung mengatakan bahwa saat ini yang sudah berjalan ada satu posyandu. Untuk tahun depan rencana akan menambah tiga posyandu. Ketiganya akan sama-sama menerapkan program ILP.
Selain posyandu dengan program ILP, pihaknya juga membuat posyandu remaja. Tujuan diadakan posyandu remaja adalah mengarahkan mereka ke hal positif. “Kebanyakan anak muda ini terkena pengaruh negatif. Kami ingin menghindari itu,” kata Buyung.
Program posyandu remaja ini sama seperti posyandu lainnya. Para remaja akan mendapatkan pengecekan kesehatan. Pengecekan kesehatan ini mulai dari pengukuran tinggi badan, berat badan hingga tensi. Selain pengecekan kesehatan, namun juga mengajak melakukan kegiatan postif.
Baca Juga: Mari Berkenalan dengan Joker, Komunitas Otomotif yang Kenalkan Balap Motor Aman dan Legal
Konsisten Kembangkan Potensi Desa
Dulunya, Buyung Wicaksono merupakan anggota dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Namun, kini dia dipercaya menjabat sebagai Kepala Desa Paron, Kecamatan Ngasem. “Saya sebelum menjadi kepala desa ikut di pokdarwis,” cerita Buyung.
Dari dulu, dia bersama pemuda lainnya konsisten membangun desa wisata. Dari situ, dia akhirnya memiliki motivasi untuk menjadi kepala desa. Salah satunya juga untuk mengembangkan desa wisata.
“Banyak sekali potensi yang dapat dikembangkan di sini,” ungkapnya. Tidak hanya dalam sektor desa wisata. Namun juga sektor pertanian. Terlebih, di desanya terdapat kelompok tani aktif.
“Kemarin kami mencoba mengaktifkan kelompok wanita tani. Karena mayoritas masyarakat desa paron ini adalah petani,” kata Buyung.
Selain kelompok wanita tani, pihaknya juga akan dibuat taruna tani. Sebab desa wilayahnya tidak hanya dilakukan oleh orang tua saja. Melainkan juga anak-anak muda.
“Mungkin ditempat lain pemuda jarang ke sawah. Tapi di Paron masih ada,” ungkap laki-laki kelahiran 1988 ini.
Taruna tani ini bertujuan mengajak anak muda untuk bertani. Tidak hanya itu saj. Kelompok tersebut nantinya juga mengikutkan anak muda yang suka bereksperimen untuk mengikuti pelatihan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah