Nasib Sumber Suko tak terlepas dari campur tangan anak muda setempat. Dengan ide-ide segar mereka, mata air yang terancam mati ini bisa hidup kembali. Menjadikan mata air ini salah satu potensi desa di ujung selatan Kabupaten Kediri.
Sebelum dikelola seperti saat ini, Sumber Suko tak lebih dari sekedar belantara. Tempat warga setempat mandi hingga mencuci baju. Saking tidak terawatnya, banyak sampah bertebaran. Kesan singlu dan kotor pun identik dengan sumber air yang berada di Desa Ngletih, Kecamatan Kandat ini.
Sekumpulan anak muda yang tergabung dalam badan usaha milik desa itu menginisiasi pengelolaan Sumber Suko. Awal hanya dengan anggaran kecil. Mereka rebranding mata air itu jadi lebih hidup.
“Ini dulu sebagian swadaya masyarakat sekitar. Kita bersihkan dan tambahkan warung di sana yang modalnya dari bumdes,” ujar Andre Firdianto, salah satu pengelola Sumber Suko.
Diakui Andre, pengelolaan Sumber Suko tidak untuk komersialisasi. Melainkan mutlak ingin menghidupkan mata air. Yang mana keberadaannya vital bagi masyarakat setempat itu. Terlepas dari aspek wisata, fungsi utama mata air ini tetap sebagai irigasi.
Oleh karena itu, kolamnya juga dibedakan. Di sana ada dua mata air dan peruntukannya berbeda. Satu untuk pengairan, satu lagi ini yang jadi ikon sumber tersebut. “Bisa untuk mandi-mandi pengunjung,” ucapnya.
Dengan begitu, para pengelola pun sepakat untuk mengembangkan mata air ini dengan seimbang. Yakni, tidak melupakan aspek konservasi alam yang juga harus diprioritaskan. Salah satunya lewat upaya penghijauan dengan menanam pohon-pohon yang bisa menandon air. Tujuannya, agar mata air ini tidak mengalami kekeringan. Sebagaimana pernah terjadi pada 2018 lalu.
“Karena goals (tujuan, red) kita memang untuk pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat,” kata pria berusia 31 tahun itu.
Di sana, terdapat sebuat pohon beringin raksasa yang membentuk terowongan. Menurut Andre, keberadaan pohon berusia ratusan tahun itu menjadi salah satu daya tarik mata air. Dia dan rekannya sesama Paguyuban Sumber Suko berupaya mempertahankan ekosistem di sana. Sembari menambahkan pohon-pohon yang bisa menjaga produksi air di kawasan sumber.
“Pohon-pohon yang bisa menandon air seperti Pohon Pule juga kita tanam lagi. Biar air sumbernya nggak habis,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah