Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sumber Rayut Ngadiluwih Kediri Dulu Ramai Bocah Berenang, Kini Jadi Pemancingan

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 19 September 2023 | 16:40 WIB

 

 

 

KURANG TERAWAT: Kondisi sumber Ngrayut di Desa Rembangkepuh, Kecamatan Ngadiluwih. Sumber ini dulunya ramai pengunjung.
KURANG TERAWAT: Kondisi sumber Ngrayut di Desa Rembangkepuh, Kecamatan Ngadiluwih. Sumber ini dulunya ramai pengunjung.

Mata air ini dulunya pernah ramai disinggahi anak-anak kecil. Mereka mandi dan berenang di kawasan sumber yang rindang ini. Karena tak terawat, pemanfaatannya pun kini beralih jadi tempat pemancingan.

Sumber Rayut atau Ngrayut kini dikenal sebagai tempat pemancingan. Namun tak banyak yang tahu. Dulunya kawasan ini pernah ramai dimanfaatkan sebagai wahana rekreasi air bagi anak-anak setempat. Lokasinya di tengah persawahan tebu. Berkat pohon-pohon besar di sana, sumber ini jadi rindang. Sehingga, pas dijadikan tempat bermain air gratis bagi anak-anak.

Sayang, sumber Ngrayut kini bisa dibilang tak ramah anak-anak. Banyak sampah daun-daunan dan ranting. Nyaris di seluruh permukaan sumber. Bahkan, ada sebuah Pohon Pule besar yang tumbang di sumber. Ironisnya hingga kini tak kunjung dibersihkan.

“Dulu ada tukang bersih-bersih di sini. Cuma sudah meninggal, jadi sekarang nggak ada yang merawat,” kata Ricky Setyawan, pemuda yang sehari-hari berjualan di sebuah warung di dekat Sumber Ngrayut.

Menurut Ricky, sekarang hampir tak ada yang berenang di sana. Tidak hanya karena kotor. Kondisi dasar sumber juga dipenuhi lumpur. Pasalnya, sumber ini lebih difokuskan untuk budidaya ikan. Alhasil, banyak lumpur dan berbahaya untuk aktivitas berenang. Terlebih bagi anak-anak.

“Di ujung sana dengan pohon ambruk itu dalam sekali airnya. Dua meter lebih,” ungkapnya.

Kawasan seluas hampir satu hektare itu memang terbagi menjadi dua bagian. Satu kawasan mata air yang masih alami. Dengan bangunan bronjong di sisi-sisinya. Satu lagi merupakan kolam yang diprioritaskan sebagai tempat pemancingan. Kadang, terdapat pengunjung atau pemancing yang menyebar benih ikan di sana.

“Ikannya macam-macam. Ada lele, mujaer, nila, wader. Biasanya paling ramai kalau Minggu sore,” kata pemuda yang sudah berjualan di sana sejak 2014 itu.

Ricky mengatakan, sejak dibangun kira-kira pada 2018 tidak ada pengelolaan berarti di sana. Meski di depan jalan masuk menuju sumber terpasang plang bertuliskan ‘Taman Wisata dan Pemancingan Sumber Ngrayut’. Pengunjung yang hendak ke sumber ini harus melintasi jalan makadam sejauh 400 meter dari jalan raya terdekat.

“Setelah dibangun itu ya dibiarkan begini saja. Dulu awal-awal dibangun sering dipakai mandi anak-anak kecil. Sekarang nggak ada yang mandi atau berenang karena berlumpur,” tandasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pemancingan #SUMBER #berenang #anak kecil