Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Sumber Jasem di Betet Kota Kediri, Mata Air Melimpah tapi Tak Terurus

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 14 Agustus 2023 | 16:41 WIB
DANGKAL: Sumber Jasem mengalami pendangkalan selama kemarau. Meskipun airnya masih mengalir hingga saluran irigasi Lingkungan Betet.
DANGKAL: Sumber Jasem mengalami pendangkalan selama kemarau. Meskipun airnya masih mengalir hingga saluran irigasi Lingkungan Betet.

 

Berada di tengah persawahan, dikelilingi pohon-pohon besar, sumber ini seakan terlupakan. Tak ada yang merawat. Padahal airnya terus mengalir ke saluran irigasi.

Sebenarnya lokasi Sumber Jasem-nama sumber air ini-tak jauh dari permukiman. Tapi letaknya ada di tengah ladang tebu. Bila ingin mencapai tempat ini harus melewati jalanan setapak di antara lahan-lahan itu.

Penandanya, tempat pemakaman umum (TPU) milik Kelurahan Betet. Sumber Jasem ada di belakang TPU. Tepatnya di sisi timur. Lokasinya dipenuhi pohon-pohon besar. Seperti trembesi dan kepung. Pohon-pohon ini ibarat jadi benteng yang memisahkan sumber dengan persawahan di sekitarnya.

Sayang, begitu menginjakkan kaki di tempat ini kita akan melihat bahwa tempat ini tak terawat. Banyak rimbunan semak belukar dan daun-daun kering di seluruh area mata air. Termasuk batang pohon besar yang telah tumbang namun dibiarkan begitu saja.

“Dari dulu ya sudah dibiarkan begitu saja. Makanya juga jadi sintru (sepi),” ujar Dyah Ika Ratnasari, warga setempat.

Sudah 32 tahun lamanya ia tinggal di perkampungan dekat sumber. Sepengetahuannya Sumber Jasem memang tak pernah dikelola secara khusus. Hanya ada beberapa orang yang berkunjung untuk tujuan tertentu yang tak ia ketahui.

“Paling ada yang mengambil air ke sana. Dulu sering, sekarang jarang. Mungkin karena zamannya sudah modern,” kelakar perempuan yang akrab disapa Ika itu.

Oleh warga, Sumber Jasem juga disebut Sumur Sanga. Konon, nama ini muncul karena sering dijadikan lokasi menyepi beberapa orang. Atau, mungkin juga, kata sanga yang berarti sembilan itu mengacu pada banyaknya mata air di sumber tersebut.

“Tak banyak lagi yang tahu mengapa nama sumber ini seperti itu,” kilah Ika ketika ditanya.

Yang pasti, debit air Sumber Jasem, atau Sumur Sanga ini, sering menyusut bila kemarau. Meskipun airnya masih bisa mengalir hingga ke parit yang melewati perkampungan. Banyak warga memanfaatkannya untuk pengairan sawah. Sebelum bermuara di sungai yang lebih besar, yang juga menampung aliran dari sumber-sumber lain di Kecamatan Pesantren.

“Karena itu kan beliknya banyak ya. Jadi ya sepertinya terus keluar juga air dari belik-beliknya. Kalau hujan juga depan sini (parit) bisa penuh. Makanya saluran itu nanti juga mau dibangun plengsengan biar nggak longsor tiap hujan,” tandas ibu satu anak itu.

Saat ini, memang sedang berlangsung pembangunan saluran di bawah Sumber Jasem. Saluran air atau parit yang sudah ada diberi bangunan pengaman berupa plengsengan. Sehingga, air dari Sumber Jasem akan mengalir menuju sisi depan TPU sebelum dialirkan ke saluran irigasi Lingkungan Betet.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pemerintahan #SUMBER #mata air