Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Begini Cara Membuat Topeng Seram dari Kayu Cangkring dan Pule

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 4 Juli 2023 | 17:35 WIB
KREATIF: Maswanto memahat kerajinan krampus mask yang terbuat dari kayu cangkring.
KREATIF: Maswanto memahat kerajinan krampus mask yang terbuat dari kayu cangkring.

Detail penampilan krampus mask sangat nyata. Ternyata bahan untuk membuatnya bukan dari resin, melainkan dua jenis kayu. Namanya adalah kayu cangkring dan kayu pule.

Krampus mask adalah sebuah masker yang berbentuk tokoh yang menyeramkan. Dapat berupa wajah hantu atau iblis bertanduk. Di luar negeri, krampus mask ini digunakan saat festival atau perayaan Halloween.

KREATIF : Topeng krampus buatan Maswanto yang terinspirasi dari instagram. Untuk proses pembuatannya, semua dilakukan sendiri.
KREATIF : Topeng krampus buatan Maswanto yang terinspirasi dari instagram. Untuk proses pembuatannya, semua dilakukan sendiri.

Di Kota Kediri, ada seseorang yang memproduksinya. Lokasinya di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren. Nama perajinnya adalah Maswanto, 46. “Banyak yang mengira kalau topeng ini terbuat dari resin,” jelas Maswanto saat dihubungi oleh wartawan Jawa Pos Radar Kediri.

Namun kenyataanya topeng buatannya tersebut terbuat dari kayu. Lebih tepatnya kayu cangkring dan kayu pule. Kedua kayu tersebut dianggap cocok untuk menjadi bahan baku topeng, selain kuat namun juga harganya yang lebih murah.

Untuk proses pembuatan, Maswanto terlebih dahulu membelah batang kayu yang dibelinya. Batang kayu tersebut berukuran satu meter, dibeli dari Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. “Kalau mencari kayu di kota sulit,” imbuhnya.

Potongan kayu tersebut kemudian dipotong-potong lebih kecil. Jika digunakan untuk membuat topeng monster, ukuran potongannya 25 hingga 30 sentimeter. Sehingga dari kayu tersebut bisa menghasilkan tiga atau empat topeng.

Untuk pembuatan topeng, suami dari Susianti mengaku hanya melihat dari gambar saja. Setelah batang kayu dipotong menjadi lebih kecil, proses peratam yang dilakukan adalah pemahatan. Berbeda dengan pembuatan topeng ganong, untuk membuat topeng krampus ini tidak perlu dilakukan pengukuran wajah terlebih dahulu.

Proses pemahatan ini menggunakan alat pahat terbuat dari besi. Pahat tersebut kemudian dipukul menggunakan palu terbuat dari kayu sawo. Sebab jika dipukul menggunakan palu besi, nanti membuat pahat akan menjadi cepat rusak.

Setelah proses pemahatan, langkah selanjutnya adalah pengamplasan. Dilakukan proses pengamplasan, agar permukaan topeng menjadi halus dan mempermudah saat dilakukan pewarnaan.

“Sebelum dicat, terlebih dahulu diberikan cat dasar,” ungkap bapak satu anak tersebut. Rupanya cat dasar ini sangat berpengaruh dengan keawetan pewarnaan. Sehingga cat dasar ini harus kuat. Agar kuat ia menggunakan cat tembok yang dicampur dengan lem kayu.

Setelah cat dasar kering, proses terakhir adalah melakukan pengecatan sesuai karakter. Yang membuat unik, bahan digunakan pengecatan ini bukan cat minyak atau cat air. Melainkan cat yang digunakan pada mobil.

Photo
Photo

“Kalau menggunakan cat untuk mobil proses pengeringan tidak memakan banyak waktu,” kata Maswanto. Karena metode pengecatannya disemprot, hal tersebut membuatnya sampai membeli alat penyemprotan mirip di bengkel-bengkel mobil.

Setelah dilakukan pengecatan, baru kemudian pemasangan rambut. Rambut yang digunakan ini ada yang terbuat dari ekor kuda, dan ekor sapi. Agar tidak bau, sebelum dipasang buntut tersebut dicuci menggunakan semprotan pencuci mobil.

“Agar tidak kusut, ekor kuda tersebut juga disisir,” terangnya. Untuk menyisir ekor kuda, sampai bergonta-ganti sisir. Sebab gigi sisir akan patah saat untuk menyisir ekor. Pernah kali ia menggunakan sisir terbuat dari paku, namun itu malah membuat rusak ekornya.

Dari beberapa topeng krampus buatannya, sebagian terdapat tanduk. Bahan untuk tanduk ini ada yang terbuat dari kayu, ada juga dari tanduk hewan asli. Tanduk hewan tersebut dari sapi dan domba.

Meski bukan lulusan dari kesenian, detail topeng buatan Maswanto membuatnya terlihat hidup. Bahkan ada yang tidak berani masuk ruang tamu rumahnya saat melihat puluhan topeng tersebut.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#horror #topeng #seram #kayu cangkring #pule