Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lihat! Bagaimana Perajin UMKM Ini Jatuh Bangun Bikin Tas dari Karung Goni

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 14 Juni 2023 | 16:37 WIB
(Foto: Emilia Susanti)
(Foto: Emilia Susanti)
Usaha kerajinannya sempat terpuruk lama karena masalah keluarga. Semangat dan motivasi ingin berkembang membuatnya bangkit. Hingga menemukan celah di bisnis tas berbahan karung goni.

Diana Nurmaya Santi melihat tempelan sticky notes di dinding ruang tengah. Berisi pesanan-pesanan yang datang dari pelanggan. Meneliti apakah ada yang sudah jatuh tempo dan harus segera dikirim.

“Ini pesanan tas untuk suvenir pernikahan. Sudah selesai setengah (dari total pesanan),” ucap wanita 39 tahun itu.

Warga Kelurahan  Pare, Kecamatan Pare iu kemudian berjalan melintasi ruang tengah rumahnya. Melewati dua mesin jahit yang digunakan untuk proses produksi. Setelah itu menuju ruang tamu. Di ruangan ini ada tumpukan tas berbahan goni. Hampir memenuhi ruangan  paling depan ini.

Bila melihat tumpukan tas itu, sepertinya Maya sukses membangun bisnis kerajinannya. Namun, ternyata, banyak cerita yang mengiringi keberhasilan tersebut. Termasuk cerita sedih dan kegagalan.

Memang, bisnis yang dibangun Maya mulai dikenal dan bisa menghasilkan cuan lumayan. Bulan lalu misalnya, penjualan produknya menembus angka Rp 7,8 juta per bulan.

“Dulu, awal memulai bisnis kerajinan, dapat Rp 400 ribu sebulan sudah pencapaian luar biasa,” ucapnya, mengenang awal-awal memulai bisnis kerajinan.

Maya tidak langsung bergelut dengan bisnis tas goni. Beberapa kali berganti produk. Bahkan, sempat pula dia membuat donat. Kemudian dititipkan di warung-warung tetangga. Usaha yang tidak berjalan lancar.

Dia kemudian berpikir mendirikan usaha yang produknya tidak bisa basi. Pilihannya adalah membuat kerajinan. “Tahun 2014 saya mulai usaha kerajinan dari kain flanel,” kisahnya.

Produknya saat itu berupa peralatan bayi. Seperti sepatu, wadah botol susu, dan aksesoris lainnya.

Suatu ketika datanglah konsumen pesan satu paket untuk kado. Dia kemudian berpikir untuk membuat tas. Sebagai bungkus pesanan tersebut.

Mulailah sang pengrajin ini membuat tas kain. Yang dipadu dengan batik. Salah satu karyanya berupa tote bag. Namun, dia banyak mendapat kendala. Terutama persoalan modal.

“Biasanya kan orang custom, tapi yang diminta motifnya beda-beda, terus warnanya juga. Kalau dipikir-pikir saya nggak bisa, stok saya terbatas,” ungkap wanita berhijab itu.

Saat itu, pada 2016, dia sudah bergabung dengan kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kediri. Dari kelompok ini dia mulai mendapat arahan mengembangkan usaha.

Sayang, badai persoalan tak hanya datang dari persoalan produk. Juga ada masalah keluarga yang membuatnya jatuh ke titik terendah. Dia pun sempat berhenti berkarya hingga setahun lamanya.

“Itu terjadi 2016 sampai 2017,” Maya mengenang memori masa lalu yang menurutnya memilukan itu.

Untungnya, dia kembali sadar. Dia merasa harus keluar dari permasalahan itu. Maya pun kemudian memulai bisnis tas kembali. Masih yang berbahan kain.

Karena tas kain memiliki kendala modal, Maya pun memutar otak. Mencari-cari referensi di internet. Hingga muncul ide membuat tas bertema etnik.

“Saya kepikiran membuat dari goni,” ujarnya.

Ide itu yang berkembang hingga kini. Sampai akhirnya dia memiliki brand bernama TAZGONI. Yang dia jual mulai harga Rp 10 ribu hingga Rp 600 ribu. Pernah pula dia mendapat pesanan dari Perancis. Melalui temannya yang juga sesama pelaku UMKM.

“Waktu itu pesan pouch. Ada 70 atau 80-an. Saya lupa persisnya,” akunya.

Hal baik lainnya, dalam menjalankan bisnis itu Maya juga memberdayakan tetangganya. Untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu dia bisa mengaryakan enam sampai tujuh orang tetangga sebagai pekerja.

“Mereka mendoakan saya supaya ramai pesanan. Karena mereka juga bisa dapat tambahan penghasilan,” ungkap wanita ini sembari tersenyum.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #daur ulang #tas karung goni #pengrajin barang bekas #baarang bekas