Olahan sayuran goreng saat ini banyak digemari. Tidak hanya oleh anak muda, namun semua usia. Mulai dari kol goreng, terong goreng, bayam goreng dan masih banyak yang lainnya. Banyak yang mengatakan sayuran diolah dengan cara digoreng ini lebih enak, tanpa mengetahui bahaya untuk kesehatan tubuh.
“Sayuran diolah dengan cara digoreng ini membuat kandungan nutrisi pada sayuran hilang,” terang Kaprodi Gizi Fakultas Kesehatan Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata (IIK BHakti) Kediri Nining Tyas Triatmaja.
Dia menjelaskan bahwa sayuran ini memiliki banyak kandungan yang berguna bagi tubuh. Salah satunya sayuran kol yang banyak disajikan dengan cara digoreng. Padahal kol ini memiliki banyak manfaat. Di antaranya untuk membentuk sel darah merah, mencegah kanker, mengontrol tekanan darah tinggi, dan mengandung vitamin C.
Namun jika diolah dengan cara digoreng, nutrisi pada kol yang seharusnya bisa didapatkan tubuh menjadi hilang. Hal tersebut dikarenakan penggunaan minyak yang menjadi bahan untuk menggoreng. Sebab minyak dapat memicu kolesterol. “Kol goreng jika digoreng menjadi tinggi lemak, karena minyak yang terserap,” imbuhnya.
Kemudian, kandungan vitamin dan mineral akan menurun karena dampak dari penggorengan dengan suhu yang tinggi. Sedangkan pada saat minyak yang digoreng digunakan secara berulang kali, dengan suhu minyak yang tinggi akan menimbulkan berbagai perubahan struktur kimiawi.
Baik dari minyak maupun kandungan dalam sayuran. Apalagi jika penggunaan minyak goreng berulang alias minyak jelantah, ini dapat merusak antioksidan pada sayuran yang digoreng.
Selain pembentukan senyawa beracun pada minyak, penggorengan juga membuat perubahan pada struktur kimia minyak. Menggoreng membuat struktur lemak dalam minyak berubah menjadi lemak trans.
Lemak trans ini kemudian akan terserap dalam sayuran yang digoreng. Semakin banyak lemak trans masuk dalam tubuh, semakin berbahaya untuk kesehatan. Lemak trans meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL). Sehingga sayuran yang digoreng ini sebaliknya dapat memicu penyakit, terutama jika mengonsumsinya dalam jangka waktu lama.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah