Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kucing Tertular dari Lingkungan, Yang Muda Paling Rentan

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 28 Desember 2022 | 20:56 WIB
PENGOBATAN : Penyakit chlamydia yang bisa menyerang kucing saat berusia dua minggu harus segera mendapat perhatian. Penyakit disebabkan virus ini perlu diagnosis yang akurat. (Foto: Habibah A. Muktiara)
PENGOBATAN : Penyakit chlamydia yang bisa menyerang kucing saat berusia dua minggu harus segera mendapat perhatian. Penyakit disebabkan virus ini perlu diagnosis yang akurat. (Foto: Habibah A. Muktiara)
Seperti manusia, kucing dapat terkena beragam jenis penyakit. Salah satunya Chlamydia. Meski namanya sama, pada binatang berbulu dan berkaki, penyakit ini menyerang saluran pernapasan dan mata.

Photo
Photo
(Foto: Habibah A. Muktiara)

“Chlamydia bisa menyerang kucing saat berusia dua minggu,” terang Pujiono,  dokter hewan (drh) di Klinik Hewan Asa Kediri.

Dia menjelaskan bahwa penyakit tersebut disebabkan virus. Sehingga perlu diagnosis yang akurat untuk penyakit tersebut. Biasanya pertanda awal dengan munculnya bintik hitam pada mata kucing.

“Chlamydia kucing adalah penyakit pernapasan yang biasanya menyebar dari kontak dengan kucing lain,” ujar Puji.

Kondisi ini, menurutnya, sering terlihat pada anak kucing muda dan biasanya dimulai dengan konjungtivitis. Konjungtivitis adalah kondisi yang ditandai keluarnya cairan mata yang tidak normal.

Penyebabnya adalah peradangan pada bagian dalam kelopak mata dan bagian putih mata itu sendiri. Chlamydia kucing adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

 

Photo
Photo
(Foto: Habibah A. Muktiara)

Kucing dengan chlamydia atau disebut juga chlamydiosis kucing, mendapatkan penyakit ini karena bakteri yang bernama Chlamydia felis. Penyakit ini juga dikenal dengan sebutan chlamydia psittaci atau pneumonitis kucing.

Ada beberapa gejala yang muncul apabila kucing terkena chlamydia. Gejala ini mulai dari keluar cairan pada mata, bersin, cairan dari hidung, demam, tampak lesu, dan sering menyipitkan mata. “Biasanya dari menginfeksi satu mata, akan mengenai mata satunya,” imbuh Puji.

Hal tersebut dikarenakan kucing akan merasa tidak nyaman saat ada cairan pada mata. Di mana bagian saat mengusapkan pada wajah membuat menjadi menyebar. “Kondisi ini dapat menginfeksi kedua matanya,” kata Puji.

Keluarnya cairan putih yang encer ini akan berkembang menjadi cairan putih yang lebih kental, berwarna kuning, atau bahkan kehijauan. Jika kucing terinfeksi bakteri mungkin juga melihatnya sering bersin-bersin, keluar cairan di hidung. Kucing juga dapat mengalami demam ringan, lesu, dan pembengkakan atau kemerahan pada matanya.

Jika sudah parah, Puji mengatakan, penyakit ini membuat bola mata kucing menonjol keluar. Meski tidak berbahaya, namun membuat kucing tidak nyaman. Sehingga satu-satunya adalah mengoperasinya. Bagian bola matanya diambil, dan ditutup.

“Karena dilakukan bius total dan plus, ini operasi sedang,” terang Puji. Setelah operasi, kucing akan pulih setelah dua hari. Namun pada saat proses pengeringan luka bekas operasi akan menimbulkan rasa gatal dan nyeri. Sehingga akan diberikan obat.(ara/ndr) Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #seputar kediri #kediri viral #berita viral #seputar satwa #penyakit kucing #berita kucing #berita seputar kediri #kediri raya #kucing #hewan peliharaan #berita radar #kediri terbaru #satwa #clamydia #berita kediri #berita update #pecinta kucing #update kediri #kediri news #kediri terkini