“Alasan saya pas itu karena pekerjaan guru paling enak dan menjamin,” ujarnya. Selain itu, dengan menjadi guru bisa membantu orang tuanya. "Saya dulu mikirnya pengen cepet-cepet kerja, biar bisa bantu orang tua," imbuhnya.
Namun keinginan tersebut tidak jadi tercapai. Sampai akhirnya Uji memutuskan mendaftar polisi. Saat seleksi Uji mampu menyelesaikan dengan baik. "Syukur alhamdulillah Mbak, saya satu kali tes langsung masuk," paparnya.
Pria yang saat ini berdomisili di Wates itu mengaku, pernah gagal dua kali saat daftar perwira. Namun kegagalan itu tidak membuatnya putus asa. Ia selalu berpikiran positif.
Jika suatu saat kegagalan menimpanya, Uji selalu berprasangka baik dan berkata suatu saat akan ada kemudahan. Saat berpikir seperti itu, ia dipermudah mendaftar jadi anggota Polri. “Alhamdulillah, semua itu berkat doa saya bisa berhasil dan lolos,” tutur bapak dua anak ini.
Sebelum menjabat kasihumas, Uji pernah menjadi Wakapolsek Wates. Kemudian beralih ke Wakapolsek Gurah. Dirinya mengaku, sebelum bertugas di Kediri, pernah berdinas di luar Jawa, yaitu tanah Toraja.(c3/ndr) Editor : Anwar Bahar Basalamah