“Kemarin baru saja buat single pertama,” ujar Dimas Niken Salindry saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri. Single tembang Jawa itu berjudul Wilang-wiling. Dalam lagu tersebut, remaja yang akrab disapa Niken ini berduet dengan Ester, sinden asal Boyolali.
Karena merupakan single pertamanya, remaja berusia 14 tahun tersebut melakukan persiapan yang cukup lama. Hingga berbulan-bulan. Sedangkan untuk rekaman video membutuhkan waktu selama satu minggu. “Tempat syutingnya di Boyolali, Jawa Tengah,” katanya.
Pembuatan single ini saat Niken masih duduk di bangku kelas 7 SMPN 6 Kota Kediri. Saat itu pembelajaran sekolah masih secara online. Sehingga Niken masih tetap sekolah meski syuting di luar kota.
Persiapannya tidak hanya vokal. Namun juga penari latar, kostum, hingga lokasi. Lagu Milang-miling ini tentang seorang istri yang ditinggal menikah lagi oleh suaminya. Untuk menghayati lagu tersebut, remaja kelahiran 2006 ini membayangkan bagaimana jika ditinggalkan kekasihnya. “Latihan nyanyi butuh waktu selama dua hari,” imbuhnya.
Dirilis di kanal Youtube-nya pada 6 Maret 2022, single itu sudah ditonton ratusan orang. Banyak yang merespons positif pada kolom komentar. Hal ini membuat putri pasangan Erick dan Wiwin tersebut termotivasi. Dia ingin membuat single baru lagi.
Meski jarak usianya dengan teman duetnya cukup jauh, pesinden profesional ini mampu mengimbangi. Beda usia bukanlah penghalang. Apalagi Niken sudah manggung di beberapa tempat sejak masih sekolah dasar (SD). Terbiasa menyanyi dengan sinden senior.
Pascapandemi Covid-19 melandai, tahun ini Niken kembali banyak manggung di beberapa tempat. Bahkan hingga akhir tahun nanti ia masih ada job di Jawa Tengah. “Biasanya mengambil job waktu di akhir pekan,” akunya.
SMPN 6 Kediri yang merupakan sekolah seni pun memotivasi. Saat Niken izin manggung, guru-gurunya telah memahami hal tersebut. Bahkan banyak yang mendukung bakatnya.
Di tengah kesibukannya berkarier, Niken masih sempat mengikuti perlombaan bersama tim karawitan di Kabupaten Malang. Dalam lomba tingkat SD dan SMP itu, tim Niken meraih runner up ketiga dari ratusan peserta.
“Ke depannya saya ingin menjadi sinden terkenal,” kata remaja asal Jalan Cendana, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren ini.
Tidak hanya itu, Niken juga ingin menjadi sinden yang berperan melestarikan budaya Jawa. Sehingga terus berkembang lebih baik lagi. Setelah lulus SMP, ia ingin masuk ke SMKI 8 Surakarta atau di Jakarta. Kedua sekolah itu berbasis kesenian. Sedangkan untuk kuliah, targetnya masuk di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. “Aku menargetkan tempat itu karena memang suka seni banget,” aku Niken. Editor : Anwar Bahar Basalamah