Namanya tiktok. Akronim dari dua indukannya, itik dan mentok. Memang, hewan ini adalah hasil persilangan dari itik dan mentok. Pejantannya dari hewan ternak yang juga disebut bebek itu dengan betinanya dari kelompok mentok.
Pengembangan hewan ternak jenis ini sudah sangat lama. Di akhir-akhir era Orde Baru (Orba). “Sebelum gubernurnya (Jatim) Pakde Karwo,” terang Prasetya Agung, petugas di Dinas Peternakan Jatim Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (UPT PT-HMT) Kediri.
Prasetya menunjukkan kawanan tiktok yang berada di kandang Dinas Peternakan UPT PT-HMT Kediri. (Foto : Habibah A. Muktiara)
Pake Karwo adalah panggilan untuk Sukarwo, yang menjadi gubernur Jatim sejak 2009. Sebelum itu, Jatim dipimpin oleh Gubernur Imam Utomo, sejak 1998. Nah, di periode inilah tiktok lahir.
“Sempat berhenti akibat pandemi. Namun mulai tahun ini dikembangkan lagi,” sambung Prasetya.
Lembaga yang berlokasi di Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri ini punya sarana yang cukup untuk mengembangkan jenis baru ini. Mereka punya mesin penetas canggih. Selain mesin penetas manula yang menggunakan lampu penghangat. Ini sangat cukup untuk menetaskan seribuan telur tiktok dalam rentang waktu 30 hari.
Sayangnya, mesin besar yang berkapasitas 600 telur itu pemanasnya sedang rusak. “Ini masih mencari heater-nya,” aku Prasetyo.
Prasetyo menjelaskan, pengembangan tiktok bertujuan menghasilkan itik pedaging yang berkualitas tinggi. Selain di Indonesia, pengembangan tiktok ini juga dilakukan di negara Asia lainya. Hanya saja di Indonesia tepatnya di Kediri pengembangan ini masih belum berkembang sesuai harapan.
Untuk menghasilkan tiktok, yang dikawinkan adalah itik betina dan mentok jantan. Caranya dengan penyuntikan sperma. Sebab, mentok jantan tak mau mengawini itik betina meskipun berada dalam satu kandang.
"Untuk persiapan penyuntikan ini memang ada beberapa tahapan," imbuhnya. Kriteria mentok yang bisa dijadikan indukan, berusia sembilan hingga 12 bulan. Sebelum diambil spermanya, mentok ini akan dipisahkan, dimasukkan kandang khusus. Tujuannya agar meningkat libidonya.
Setelah beberapa hari, itik betina dimasukkan ke kandang yang sama. Nah, saat itulah libido seksualitasnya meningkat. Mentok ini akan mengeluarkan alat vitalnya.
“Saat penis mentok keluar, peternak dapat langsung menempatkan pipet agar sperma yang keluar masuk ke pipet,” kata lelaki asal Kota Malang ini. Volume sperma yang dihasilkan mentok jantan berbeda-beda. Berkisar 0,5 hingga 2 cc.
Proses berikutnya adalah pengenceran. Cairan sperma dari mentok dicampur larutan yang disebut dengan buffer. Perbandingan pengenceran bervariasi. Jika pengenceran 10 kali, maka artinya sperma 1 cc dicampurkan dengan larutan buffer sebanyak 9 cc.
"Alat yang digunakan adalah spulit 1 cc yang diambil jarumnya, lalu diganti dengan plastik sheet," terang Prasetya.
Larutan sperma ini nantinya dapat digunakan untuk 100 ekor itik. Untuk melihat hasil dari penyuntikan sperma, membutuhkan waktu dua hingga tiga hari. Setelah itu barulah telur keluar.
Begitu telur keluar, yang pertama dilakukan adalah melakukan candling atau meneropong untuk mengetahui apakah terdapat embrio. Jika iya, telur dimasukkan mesin tetas. Lama penetasan 31 hingga 32 hari. Lebih lama bila dibandingkan telur itik yang hanya 28 hari tapi lebih cepat dibanding proses penetasan telur mentok yang hingga 35 hari. Editor : Anwar Bahar Basalamah