Dua siswa SMAN 4 Kediri meraih prestasi membanggakan pada 28 Oktober silam. Farkhan Izza dan Andreas Briyantama meraih juara I Pancasila Innovation and Creative Week 2017 yang digelar Universitas Pancasila di Jakarta.
YAYI FATEKA DP
Dua siswa yang membawa nama baik SMA Negeri 4 Kediri di kancah nasional itu datang mengetuk pintu ruang kepala sekolah (kasek). Senin (6/11) pagi itu keduanya berseragam abu-abu putih. Setelah memasuki ruangan, mereka duduk di sofa bergabung bersama Jawa Pos Radar Kediri bersama kasek yang telah menanti.
Tak datang dengan tangan hampa, satu siswa membawa piala. Satu lagi membawa styrofoam bertuliskan sejumlah hadiah uang tunai. “Mereka ini yang baru saja dapat juara satu lomba inovasi teknologi tingkat nasional,” kata Kepala SMAN 4 Kediri Drs H Bambang Soetiarso MM.
Salah satu siswa kemudian menceritakan upaya mereka meraih kemenangan tersebut. “Jadi ini kami namakan Smart Field System,” terang Farkhan Izza Muhammad, 17.
Sistem tersebut merupakan perpaduan teknologi hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak) yang memiliki berbagai keunggulan untuk membantu petani di sawah. Perangkat keras berupa sebuah alat itu nantinya diletakkan di areal persawahan. Kemudian dikendalikan melalui aplikasi (software) berbasis Android dan IOS.
“Untuk sekarang kami masih menyambungkannya menggunakan bluetooth, nantinya ada rencana dikembangkan menggunakan internet,” papar Farkhan.
Alat ciptaannya memiliki tiga fungsi utama dalam membantu petani. Pertama, mampu mengusir burung atau tikus. Kemudian, menyemprot pestisida secara otomatis. Yang terakhir, alat tersebut juga mampu melakukan irigasi.
Ide pembuatannya didasari pengalaman pribadi Farkhan sendiri. “Saat itu saya lagi kumpul-kumpul dengan keluarga di rumah kakek, tapi kakek malah nggak bisa kumpul gara-gara jagain sawah,” terang pelajar kelas XII-IPA itu.
Dari pengalaman itulah muncul ide membuat alat yang dapat mengusir burung atau hama bergerak tanpa perlu menghabiskan waktu untuk mengusirnya. Dengan Smart Field System ini, burung ataupun makhluk hidup akan terdeteksi dengan sensor panas tubuh.
Jika terdeteksi ada makhluk hidup, alat langsung menyemprotkan air agar burung pergi. Untuk mengusir hama tikus, alat dapat membunyikan sirine. “Tapi ini radiusnya masih 30x30 meter Mbak, ke depan insya Allah bisa ditambah,” lanjutnya.
Dari situ, bersama tim kemudian ditambah fitur. Yakni dapat menyemprotkan pestisida otomatis. Maksudnya, petani tak perlu lagi malam-malam menyemprot ke seluruh sawah yang akhirnya pada siang menguap sia-sia. Dengan alat ini, petani tinggal menekan tombol di aplikasi kapan saja yang dianggap waktu yang tepat untuk menyemprot. Bahkan bisa diatur jamnya.
“Bisa di-setting, jadi kalau ditinggal pergi jauh pun alat akan sendirinya menyemprot pestisida sesuai waktu yang sudah diatur,” terang remaja asal Desa Slumbung, Kecamatan Ngadiluwih itu.
Fungsi ketiga adalah irigasi. Fungsi ini terbagi menjadi dua. Yakni irigasi dengan air sungai atau pompa air. Hampir sama dengan pestisida, petani hanya perlu klik tombol aplikasi jika ingin mengairi sawahnya. “Kenapa dua, karena kalau musim kemarau air sungai biasanya kosong jadi alternatifnya air pompa,” terang Farkhan.
Dalam perlombaan itu tak hanya fungsi teknologi yang diperhitungkan. Namun juga perhitungan ekonominya. “Kalau lebih ke ekonominya, bagaimana nilai ekonomi alat ini, dan sebagainya,” terang rekan Farkhan, Andreas Briyantama Ardiyanto Putra.
Andreas mengatakan, sebelumnya ada 300 peserta perlombaan itu. Lalu disaring menjadi sepuluh besar. “Itu pun delapan dari sepuluh tim adalah mahasiswa,” ungkapnya. Dalam pembuatan, keduanya hampir setiap hari di laboratorium komputer sejak pagi hingga malam. Berangkat berdua ke Jakarta pun dijabanin demi meraih gelar juara. Keduanya sangat bersyukur meraih juara. “Kalau saya pribadi sih yang bikin seneng itu nambah banyak temen yang tentunya berkualitas, terus seneng ngrasain rasanya kerja sama dengan teman maupun orang lain, terus bisa banggain orang tua,” urai Andreas.
Selain perlombaan tersebut, SMAN 4 Kediri juga telah meraih berbagai prestasi. Di antaranya, Juara 3 Bola Voli Kemenpora Cup dan ABM Cup, Remaja Pelopor Tertib Lalulintas yang diadakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri, Juara I Lintas Alam Perorangan Putri, dan prestasi-prestasi Forum Kota (Forkot). Di antaranya lari sprint, lompat jauh, silat, karate, basket, hingga voli, semuanya mendapat juara tiga hingga satu. “Harapannya prestasi-prestasi ini terus berlanjut dan semakin berjaya,” pungkas Kasek Bambang.
Editor : adi nugroho