23.7 C
Kediri
Sunday, December 4, 2022

Tim SMAN 7 Asah Kekompakan, SMPN 3 Atur Waktu

- Advertisement -

Keenam siswa SMAN 7 Kota Kediri itu menyebut dirinya Smapta Prime. Mereka adalah tim E-Sport di permainan Mobile Legends (ML) dari Smapta, singkatan SMA Sapta (tujuh dalam bahasa Jawa). Tim itu fokus bermain ranked. “Mumpung jam istirahat Mas,” kata salah satu anggota Smapta Prime.

Mereka adalah Bhagus Fadhil Muhammad, 12; Aries Susilo, 16; Vriandito Rezky, 16, Christeas Lewi 16; Izam Asyu An Nafi, 16; dan Farrel Faith Rahardian, 15. Tim ini memenangkan ML GenZverse School Contest. “Alhamdulillah ini tahun pertama saya ikut School Contest di E-Sport ML,” kata Bhagus.

Pelajar kelas 12 IPS III itu mengatakan, ini adalah tahun terakhir dirinya memimpin Smapta Prime. Bukan sebagai ketua, namun menjadi yang tertua di tim. Karena hampir semua penggawa Smapta Prime masih kelas 11. “Ada satu anak, Farel, kelas 10,” ungkapnya.

BANGGA: Arpetak Nyel tim e-sport ML SMPN 3 Kediri menunjukkan trofi juara di halaman sekolahnya. (Foto: Ilmidza Amalia Nadzira)

Bhagus tak menutupi rasa bangganya ketika tim ML SMAN-nya menjuarai perlombaan bergengsi itu. Apalagi, dari tiga kali pertandingan melawan SMA lain, Smapta Prime tak terkalahkan. Dengan format pertandingan 3 kali main, jika menang 2-0, akan lolos babak selanjutnya. Smapta Prime sapu bersih kejuaraan ML GenZVerse School Contest.

Baca Juga :  Ketua NMSI Resmi Jadi DPO Polisi

Rasa bangganya itu memotivasi adik-adik tingkatnya. Bagaimana tidak, dari School Contest 2019 pada awal 2020 Smapta Prime selalu menjadi juara. “Dulu kakak kelas saya di SMAN 7 dengan bangga juga bisa jadi juara, saya termotivasi,” imbuh Bhagus.

- Advertisement -

Motivasi itu dijadikan lecutan semangat pemain. Mereka hampir tak pernah skip ketika berlatih didampingi Dekki Priyatama, guru pembinanya. Semua dilakukan di luar jam pelajaran. “Kami hampir tak pernah absen minta dispensasi saat jam pelajaran,” kata Aries menanggapinya.

Siswa kelas 11 MIPA 6 itu mengaku, dirinya dan Bhagus sebagai kakak kelas hampir selalu bermusuhan. Saat masih SMP, mereka seperti rival dalam permainan ML. Bahkan sering menjadi bahan bercandaan kalau tim Bhagus dulu jarang menang lawan tim Aries. “Sekarang jadi setim dan alhamdulillah makin kuat bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 7 Kota Kediri M. Tohir mengatakan bahwa prestasi yang ditorehkan oleh murid-muridnya ini adalah salah satu hal yang membanggakan. “Seperti dari dulu, di SMAN 7 ini selain berprestasi di akademik, bidang non akademik seperti minat dan bakat anak di bidang olahraga, seni, juga terus ditingkatkan,” katanya.

Baca Juga :  Mereka yang Menjadi Jawara di Beat School Contest 2020 (6)

Di tingkat SMP, tim SMPN 3 Kota Kediri berjaya. Lima siswa yang bikin bangga sekolahnya itu adalah Alfin Dwiva Farentino, Muhammad Dzuulkaafi Janu Suwito, Nelson Putra Parnelyo, Kiesha Atalla Alfaro Wibowo, dan Aqsa Pandu Prasetyo. Timnya mendapatkan juara 1. “Harus mempersiapkan, mulai dari latihan skill hero, sampai jaringan internetnya harus benar-benar lancar,” ujar Janu, sang ketua tim, mengawali pembicaraan.

Untuk mengasah skill, Janu dan empat sekawannya harus bisa mengatur waktu antara belajar dan latihan. Pagi sampai sore bergeliat di sekolah. Malamnya, tiap pukul 18.00 untuk berlatih game Mobile Legend. “Ya satu bulanan ini lah latihan intensifnya, kalau sedang ada event aja baru latihan, kalau nggak ada ya tetap fokus belajar,” terangnya.

Meski berprestasi di bidang gamers, Janu beserta empat kawannya tak ingin menjadikannya cita-cita. Dia tetap ingin fokus menempuh pendidikan dan meraih mimpinya di bidang lain. “Nge-game boleh saja kalau memang sudah suntuk. Hanya untuk hiburan,” ujarnya.

- Advertisement -

Keenam siswa SMAN 7 Kota Kediri itu menyebut dirinya Smapta Prime. Mereka adalah tim E-Sport di permainan Mobile Legends (ML) dari Smapta, singkatan SMA Sapta (tujuh dalam bahasa Jawa). Tim itu fokus bermain ranked. “Mumpung jam istirahat Mas,” kata salah satu anggota Smapta Prime.

Mereka adalah Bhagus Fadhil Muhammad, 12; Aries Susilo, 16; Vriandito Rezky, 16, Christeas Lewi 16; Izam Asyu An Nafi, 16; dan Farrel Faith Rahardian, 15. Tim ini memenangkan ML GenZverse School Contest. “Alhamdulillah ini tahun pertama saya ikut School Contest di E-Sport ML,” kata Bhagus.

Pelajar kelas 12 IPS III itu mengatakan, ini adalah tahun terakhir dirinya memimpin Smapta Prime. Bukan sebagai ketua, namun menjadi yang tertua di tim. Karena hampir semua penggawa Smapta Prime masih kelas 11. “Ada satu anak, Farel, kelas 10,” ungkapnya.

BANGGA: Arpetak Nyel tim e-sport ML SMPN 3 Kediri menunjukkan trofi juara di halaman sekolahnya. (Foto: Ilmidza Amalia Nadzira)

Bhagus tak menutupi rasa bangganya ketika tim ML SMAN-nya menjuarai perlombaan bergengsi itu. Apalagi, dari tiga kali pertandingan melawan SMA lain, Smapta Prime tak terkalahkan. Dengan format pertandingan 3 kali main, jika menang 2-0, akan lolos babak selanjutnya. Smapta Prime sapu bersih kejuaraan ML GenZVerse School Contest.

Baca Juga :  Wisata di Kediri Boleh Buka, Karaoke Belum  

Rasa bangganya itu memotivasi adik-adik tingkatnya. Bagaimana tidak, dari School Contest 2019 pada awal 2020 Smapta Prime selalu menjadi juara. “Dulu kakak kelas saya di SMAN 7 dengan bangga juga bisa jadi juara, saya termotivasi,” imbuh Bhagus.

Motivasi itu dijadikan lecutan semangat pemain. Mereka hampir tak pernah skip ketika berlatih didampingi Dekki Priyatama, guru pembinanya. Semua dilakukan di luar jam pelajaran. “Kami hampir tak pernah absen minta dispensasi saat jam pelajaran,” kata Aries menanggapinya.

Siswa kelas 11 MIPA 6 itu mengaku, dirinya dan Bhagus sebagai kakak kelas hampir selalu bermusuhan. Saat masih SMP, mereka seperti rival dalam permainan ML. Bahkan sering menjadi bahan bercandaan kalau tim Bhagus dulu jarang menang lawan tim Aries. “Sekarang jadi setim dan alhamdulillah makin kuat bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 7 Kota Kediri M. Tohir mengatakan bahwa prestasi yang ditorehkan oleh murid-muridnya ini adalah salah satu hal yang membanggakan. “Seperti dari dulu, di SMAN 7 ini selain berprestasi di akademik, bidang non akademik seperti minat dan bakat anak di bidang olahraga, seni, juga terus ditingkatkan,” katanya.

Baca Juga :  Dinas PUPR Kabupaten Kediri Tambal Jalan Wates

Di tingkat SMP, tim SMPN 3 Kota Kediri berjaya. Lima siswa yang bikin bangga sekolahnya itu adalah Alfin Dwiva Farentino, Muhammad Dzuulkaafi Janu Suwito, Nelson Putra Parnelyo, Kiesha Atalla Alfaro Wibowo, dan Aqsa Pandu Prasetyo. Timnya mendapatkan juara 1. “Harus mempersiapkan, mulai dari latihan skill hero, sampai jaringan internetnya harus benar-benar lancar,” ujar Janu, sang ketua tim, mengawali pembicaraan.

Untuk mengasah skill, Janu dan empat sekawannya harus bisa mengatur waktu antara belajar dan latihan. Pagi sampai sore bergeliat di sekolah. Malamnya, tiap pukul 18.00 untuk berlatih game Mobile Legend. “Ya satu bulanan ini lah latihan intensifnya, kalau sedang ada event aja baru latihan, kalau nggak ada ya tetap fokus belajar,” terangnya.

Meski berprestasi di bidang gamers, Janu beserta empat kawannya tak ingin menjadikannya cita-cita. Dia tetap ingin fokus menempuh pendidikan dan meraih mimpinya di bidang lain. “Nge-game boleh saja kalau memang sudah suntuk. Hanya untuk hiburan,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/