Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Features
icon featured
Features
Pembangunan Jembatan Perintis di Desa Cepoko

Warga Bisa Menyeberang dengan Mengendarai Motor

25 Oktober 2021, 11: 21: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

Warga Bisa Menyeberang dengan Mengendarai Motor

MENGENDARAI MOTOR: Ketua Regu Satguna Iip Saeful Bahri uji coba Jembatan Cepoko. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Share this      

Jembatan Cepoko sudah selesai dibangun. Namun, sebelum diresmikan, jembatan tersebut harus menjalani serangkaian uji coba. Ini dilakukan agar jembatan ini benar-benar aman bagi masyarakat.

Seorang lelaki dengan mengendarai sepeda motor melintas di Jembatan Cepoko. Dia adalah Iip Saeful Bahri. Ketua Regu Santri Tangguh Indonesia (Satguna) yang membangun jembatan tersebut sangat serius mencoba kekuatan jembatan dan goyangannya. Setelah merasa aman, dia berhenti dan memarkir sepeda motor. Mereka berdiskusi dengan tim membahas kondisi jembatan. "Aman jika dilalui satu sepeda motor secara bergantian," ujar Iip.

Jembatan yang menghubungkan Dusun Tahunan dan Dusun Bayeman di Desa Cepoko, Kecamatan Berbek ini didesain untuk pejalan kaki dan pengendara motor. Hanya untuk pengendara motor harus rela bergantian. Karena lebar jembatan hanya 1,2 meter dan panjang 65 meter.

Baca juga: Berangkat Salat Jumat tanpa Khawatir Terpeleset

Kecamatan Berbek yang mulai dikerjakan 2 minggu lalu sudah selesai. Tidak hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki, jembatan dengan panjang 65 meter tersebut juga bisa dilalui dengan sepeda motor.

Iip menjamin jembatan tersebut kuat karena timnya menggunakan bahan dengan kualitas terbaik. Salah satunya adalah sling baja berukuran besar.

Menurut Iip, sling baja dengan ukuran tersebut baru pertama kali digunakan dalam pembangunan jembatan perintis. Sebelumnya, pihak Satguna hanya menggunakan sling baja dengan ukuran 1,4 cm. “Kita mau yang lebih kuat. Mumpung ada dana,” tambah pria kelahiran Bandung, Jawa Barat tersebut.

Namun, hingga kemarin (24/10) warga belum bisa melewati jembatan dengan mengendarai motor. Pasalnya, akses menuju jalan umum di sisi Dusun Tahunan masih dikerjakan.

Kemarin, beberapa warga tampak sedang bergotong royong membangun bronjong yang digunakan sebagai jalan menuju jalan raya terdekat. “Ini masih dikerjakan,” sambung Ahmad Taib, 60, warga Desa Cepoko, Kecamatan Berbek.

Ahmad mengatakan, pembangunan bronjong diusahakan cepat selesai. Targetnya maksimal pengerjaan bronjong tersebut akan selesai pada minggu depan.

Jika sudah berhasil dibuat, warga akan dengan mudah menggunakan sepeda motor untuk menuju Dusun Tahunan atau Dusun Bayeman.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia