Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Features
icon featured
Features
Pembangunan Jembatan Perintis di Desa Cepoko

Berangkat Salat Jumat tanpa Khawatir Terpeleset

25 Oktober 2021, 10: 45: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

Berangkat Salat Jumat tanpa Khawatir Terpeleset

SEJARAH DI HARI SANTRI: Warga Dusun Bayeman berangkat salat Jumat lewat Jembatan Cepoko Jumat (22/10). (Karen Wibi - Radar Kediri)

Share this      

Warga Dusun Bayeman, Desa Cepoko, Kecamatan Berbek tersenyum lebar di Hari Santri 2021. Saat berangkat salat Jumat, mereka tidak lagi menyeberangi Sungai Kuncir. Mereka sudah bisa lewat Jembatan Cepoko ke masjid di Dusun Tahunan untuk menjalankan salat Jumat.

Hari Santri 2021 menjadi hari paling bersejarah bagi warga Dusun Bayeman dan Dusun Tahunan di Desa Cepoko, Kecamatan Berbek. Jumat (22/10) mereka tidak lagi menyeberangi Sungai Kuncir dengan cara berenang atau melompat dengan menggunakan batu sungai sebagai pijakan untuk berangkat dan pulang salat Jumat di masjid yang berada di Dusun Tahunan. Warga sudah bisa melewati Jembatan Cepoko yang sudah selesai dibangun. “Alhamdulillah, bisa berangkat ke masjid untuk salat Jumat dengan tenang,” ujar Ahmad Taib, 60, warga Dusun Bayeman Jumat (22/10).

Jika sebelumnya, Ahmad dan warga mengaku waswas saat berangkat salat Jumat. Karena harus menyeberangi sungai dengan cara melompat. Karena jika tidak hati-hati, mereka bisa terpeleset dan terjatuh. Banyak korban terluka karena terpeleset. Namun dengan adanya jembatan tersebut, warga tidak lagi khawatir. Mereka bisa berjalan santai menyeberangi sungai dengan lewat jembatan gantung dengan panjang 65 meter tersebut. “Terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu sehingga Jembatan Cepoko bisa berdiri,” ujarnya.

Baca juga: Lebih Percaya Ponpes karena Lebih Fokus

Berangkat Salat Jumat tanpa Khawatir Terpeleset

TAK BASAH LAGI: Warga Dusun Bayeman saat menyeberangi Sungai Kuncir karena tidak ada jembatan. Mulai Jumat (22/10) Jembatan Cepoko bisa digunakan. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Sementara itu, Ketua Regu Santri Tangguh Indonesia (Satguna) Iip Saeful Bahri mengucapkan terima kasih banyak atas kerja keras rekan-rekan dan warga. Sehingga, pembangunan Jembatan Cepoko bisa selesai lebih cepat dari deadline yang ditetapkan, yaitu 27 Oktober 2021. Sehingga, Satguna bisa segera bersiap menuju Pulau Dewata untuk membantu korban gempa bumi di Kabupaten Karangasem dan Bangli. “Semoga Jembatan Cepoko bermanfaat dan awet,” harapnya.

Untuk peresmian Jembatan Cepoko, rencananya dilaksanakan pada Rabu (27/10). Namun demikian, Daarut Tauhiid (DT) Peduli masih perlu koordinasi dengan Maybank Syariah. Karena dana pembangunan Jembatan Cepoko berasal dari dana corporate social responsibility (CSR) Maybank Syariah. “Kami tunggu kesiapan dari Maybank Syariah untuk peresmian Jembatan Cepoko,” ujar Kepala Bagian Program DT Peduli Jawa Timur Bayu Jaya Noor Arisma Jumat (22/10).

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia