23.7 C
Kediri
Sunday, December 4, 2022

Para Jawara Ajang GenZverse School Contest XIV (4)

Padukan Tiwul dan Naget, Ganti Nasi dengan Pisang Kepok

- Advertisement -

Nama menu tim SMP Muhammadiyah 2 Kediri unik, tiwul manis gunung rembes. Sedangkan koki-koki dari SMKN 1 Kras mengganti nasi dengan pisang kepok.

Tiga gadis ini semringah. Duduk berjajar di ruang guru SMP Muhammadiyah 2 Kediri, tempat mereka menimba ilmu, ketiganya tak menyangka menjadi kampiun dalam Lomba Masak Asik. Persiapan mereka mengikuti ajang GenZverse School Contest XIV sangat mepet.

“Kami harus ganti menu sehari sebelum lomba,” kenang Salsabila Shofiyah Nadhifah. Siswa kelas 8 ini satu dari tiga anggota tim SMP Muhammadiyah 2 yang tampil di lomba itu. Dua rekannya adalah Khalisa Aulia dan Erlinda Novalisa Putri. Ketiganya beda kelas. Erlinda kelas 9 sedangkan Khalisa baru kelas 7.

Awalnya, menu yang mereka persiapkan adalah kue bolu dan nasi jagung lengkap dengan lauk. Untuk bagian kue bolu, tak ada hambatan. Dalam beberapa kali latihan selalu berhasil.

HORE: tim SMKN 1 Kras saat berlaga di Convention Hall SLG.

Nah, masalah muncul ketika mereka mencoba memasak nasi jagung. Bagi mereka, memasak makanan yang juga disebut nasi ampok ini bukan perkara mudah. Beberapa kali tak berhasil karena hasilnya lembek seperti bubur.

- Advertisement -

Ceritanya,  guru pembina masak mereka yang tinggal di Desa Joho, Kecamatan Semen, Silvia Caroline, menyiapkan nasi jagung produk warga desa. Mereka pun langsung memasaknya dengan cara merebus.  Hasilnya, tentu saja jadi lembek.

Baca Juga :  Penyeberangan Sungai di Purwotengah yang Gratiskan Biaya bagi Pelajar

“Nasi jagungnya berubah jadi bubur,” kenang Linda, disambung tawa dua adik kelasnya.

Sebenarnya, mereka akhirnya berhasil memasak nasi ampok dengan sempurna. Namun, menu itu akhirnya tak diikutkan dalam lomba. Penyebabnya adalah, karena syaratnya satu tema masakan harus terdiri dari dua menu. Mereka pun memilih tiwul. Satu menu berisi paduan nasi tiwul dan naget. Sedangkan menu lain berupa jajanan tiwul yang dinamakan tiwul manis gunung rembes.

Sesuai namanya, jajanan itu paduan dari nasi tiwul dengan gula merah, gula pasir, keju, kelapa, dan vanili. “Sesuai hasil diskusi, kami tambahkan pula susu bubuk biar rasanya kian mantap,” terang Linda, sembari menyebut bahwa mereka harus berlatih di tempat sempit di kantin yang juga dipenuhi alat tulis.

Beda lagi dengan jawara di tingkat SMA, tim dari SMKN 1 Kras sudah optimistis sejak awal. Toh, mereka tetap saja gembira bukan kepalang ketika nama timnya disebut saat pengumuman pemenang.

“Awalnya kami tak sadar. Baru setelah beberapa kali disebut kami langsung bersorak,” cerita Resa Amalia Putri.

Baca Juga :  Bripda Nurysta T. Sugiarto, Anggota Satreskrim yang Juga Pelatih Tari

Selain Resa, tim dari sekolah ini beranggotakan Adinda Dwi Auravmaha Dewi dan  Izmail Zida Nurohma Agustin. Mereka bersiap hanya tiga hari menjelang lomba. Menguji resep dan berlatih letting di laboratorium dapur sekolah.

Bahan utama masakan mereka adalah pisang kepok. Nama menunya pun unik, nasi pisang goreng kepok. Caranya, pisang diparut, kemudian digoreng laiknya nasi goreng. Menu yang membuat tim juri terpikat dan menjadikan mereka juara pertama.

Devy, guru pembimbing, mengatakan pisang kepok belum dianggap sebagai pengganti nasi oleh masyarakat. Padahal di daerah Halmahera, sudah menjadi makanan pokok. “Singkong dan jagung sebagai pengganti nasi itu sudah biasa. Untuk beda, jadi kami mengambil pisang kepok sebagai ganti nasi. Kemudian diolah menjadi seperti nasi goreng. Dan ini belum ditemukan (sebelumnya),” tutur Devi.

Karena persiapan yang matang, ketiganya tak terlalu panik dalam menyelesaikan lomba.Waktu 90 menit yang disediakan mereka anggap lebih dari cukup. Namun, ada satu bahan yang sulit mereka dapatkan. Yaitu buah murbei hitam.

“Karena bahan yang kami gunakan banyak yang lokal, buah murbei sedikit menjadi kendala karena pencariannya susah. Kami baru dapat di polsek,” pungkas Resa.






Reporter: rekian
- Advertisement -

Nama menu tim SMP Muhammadiyah 2 Kediri unik, tiwul manis gunung rembes. Sedangkan koki-koki dari SMKN 1 Kras mengganti nasi dengan pisang kepok.

Tiga gadis ini semringah. Duduk berjajar di ruang guru SMP Muhammadiyah 2 Kediri, tempat mereka menimba ilmu, ketiganya tak menyangka menjadi kampiun dalam Lomba Masak Asik. Persiapan mereka mengikuti ajang GenZverse School Contest XIV sangat mepet.

“Kami harus ganti menu sehari sebelum lomba,” kenang Salsabila Shofiyah Nadhifah. Siswa kelas 8 ini satu dari tiga anggota tim SMP Muhammadiyah 2 yang tampil di lomba itu. Dua rekannya adalah Khalisa Aulia dan Erlinda Novalisa Putri. Ketiganya beda kelas. Erlinda kelas 9 sedangkan Khalisa baru kelas 7.

Awalnya, menu yang mereka persiapkan adalah kue bolu dan nasi jagung lengkap dengan lauk. Untuk bagian kue bolu, tak ada hambatan. Dalam beberapa kali latihan selalu berhasil.

HORE: tim SMKN 1 Kras saat berlaga di Convention Hall SLG.

Nah, masalah muncul ketika mereka mencoba memasak nasi jagung. Bagi mereka, memasak makanan yang juga disebut nasi ampok ini bukan perkara mudah. Beberapa kali tak berhasil karena hasilnya lembek seperti bubur.

Ceritanya,  guru pembina masak mereka yang tinggal di Desa Joho, Kecamatan Semen, Silvia Caroline, menyiapkan nasi jagung produk warga desa. Mereka pun langsung memasaknya dengan cara merebus.  Hasilnya, tentu saja jadi lembek.

Baca Juga :  Penyeberangan Sungai di Purwotengah yang Gratiskan Biaya bagi Pelajar

“Nasi jagungnya berubah jadi bubur,” kenang Linda, disambung tawa dua adik kelasnya.

Sebenarnya, mereka akhirnya berhasil memasak nasi ampok dengan sempurna. Namun, menu itu akhirnya tak diikutkan dalam lomba. Penyebabnya adalah, karena syaratnya satu tema masakan harus terdiri dari dua menu. Mereka pun memilih tiwul. Satu menu berisi paduan nasi tiwul dan naget. Sedangkan menu lain berupa jajanan tiwul yang dinamakan tiwul manis gunung rembes.

Sesuai namanya, jajanan itu paduan dari nasi tiwul dengan gula merah, gula pasir, keju, kelapa, dan vanili. “Sesuai hasil diskusi, kami tambahkan pula susu bubuk biar rasanya kian mantap,” terang Linda, sembari menyebut bahwa mereka harus berlatih di tempat sempit di kantin yang juga dipenuhi alat tulis.

Beda lagi dengan jawara di tingkat SMA, tim dari SMKN 1 Kras sudah optimistis sejak awal. Toh, mereka tetap saja gembira bukan kepalang ketika nama timnya disebut saat pengumuman pemenang.

“Awalnya kami tak sadar. Baru setelah beberapa kali disebut kami langsung bersorak,” cerita Resa Amalia Putri.

Baca Juga :  Pelatih Persik Kediri Javier Roca Tak Mau Gegabah untuk Musim Depan

Selain Resa, tim dari sekolah ini beranggotakan Adinda Dwi Auravmaha Dewi dan  Izmail Zida Nurohma Agustin. Mereka bersiap hanya tiga hari menjelang lomba. Menguji resep dan berlatih letting di laboratorium dapur sekolah.

Bahan utama masakan mereka adalah pisang kepok. Nama menunya pun unik, nasi pisang goreng kepok. Caranya, pisang diparut, kemudian digoreng laiknya nasi goreng. Menu yang membuat tim juri terpikat dan menjadikan mereka juara pertama.

Devy, guru pembimbing, mengatakan pisang kepok belum dianggap sebagai pengganti nasi oleh masyarakat. Padahal di daerah Halmahera, sudah menjadi makanan pokok. “Singkong dan jagung sebagai pengganti nasi itu sudah biasa. Untuk beda, jadi kami mengambil pisang kepok sebagai ganti nasi. Kemudian diolah menjadi seperti nasi goreng. Dan ini belum ditemukan (sebelumnya),” tutur Devi.

Karena persiapan yang matang, ketiganya tak terlalu panik dalam menyelesaikan lomba.Waktu 90 menit yang disediakan mereka anggap lebih dari cukup. Namun, ada satu bahan yang sulit mereka dapatkan. Yaitu buah murbei hitam.

“Karena bahan yang kami gunakan banyak yang lokal, buah murbei sedikit menjadi kendala karena pencariannya susah. Kami baru dapat di polsek,” pungkas Resa.






Reporter: rekian

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/