Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Features
icon featured
Features
Pembangunan Jembatan Perintis di Desa Cepoko

Siswa MI Tak Takut Seragam Basah Lagi

22 Oktober 2021, 11: 27: 56 WIB | editor : Adi Nugroho

Siswa MI Tak Takut Seragam Basah Lagi

BANTU SISWA: Ahmad, siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muta'alimin asal Dusun Tahunan lewat Jembatan Cepoko kemarin. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Share this      

Jembatan Cepoko membuat siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muta’alimin Cepoko bisa tersenyum. Kekhawatiran seragam dan buku pelajaran basah saat menyeberang Sungai Kuncir ketika berangkat dan pulang sekolah tidak ada lagi. Karena kemarin, Jembatan Cepoko yang sudah diidamkan puluhan tahun akhirnya terwujud.

Ahmad tersenyum bahagia kemarin. Siswa kelas VI MI Muta’alimin Cepoko ini berjalan pulang ke rumahnya di Dusun Tahunan, Desa Cepoko dengan santai. Dia lewat Jembatan Cepoko yang sudah 95 persen selesai dibangun. Sesekali, dia melihat ke Sungai Kuncir yang dipenuhi batu. Tidak ada lagi ketakutan di wajahnya. Karena dia sudah tak lagi khawatir seragam dan buku basah karena menyeberangi Sungai Kuncir. “Tak perlu copot sepatu lagi jika ingin menyeberang karena sudah ada jembatan,” ujarnya.

Bagi Ahmad dan warga Dusun Tahunan serta Bayeman, jembatan dengan panjang 65 meter ini sangat vital. Ini menjadi penghubung dua dusun yang selama ini dipisahkan Sungai Kuncir. Saat air sungai surut, warga nekat menyeberangi sungai. Namun, saat musim hujan, mereka harus memutar sekitar tiga kilometer jika ingin ke Dusun Tahunan atau Dusun Bayeman. Ironisnya, di dua dusun ini ada masjid di Dusun Tahunan. Sehingga, saat salat Jumat, warga Dusun Bayeman harus ke Dusun Tahunan. Sedangkan, jika ingin sekolah di MI, warga Dusun Tahunan harus menyeberangi Sungai Kuncir. Karena MI Muta’alimin ada di Dusun Bayeman. “Senang sekali ada Jembatan Cepoko sekarang,” ujar Ahmad.

Baca juga: Menelusuri Jejak Satwa Lindung yang Habitatnya Bakal Jadi Bandara (4)

Siswa MI Tak Takut Seragam Basah Lagi

BASAH: Sebelum ada jembatan tersebut dia harus menyeberangi Sungai Kuncir untuk berangkat dan pulang dari MI. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Sementara itu, pembangunan Jembatan Cepoko tinggal finishing. Kemarin, Santri Tangguh Indonesia (Satguna) mulai mengecat gapura jembatan. “Sudah 95 persen. Nanti malam (tadi malam, Red) akan selesai,” ujar Iip Saeful Bahri, ketua regu Satguna kemarin.

Untuk uji coba, kemarin, warga sudah diizinkan menggunakan Jembatan Cepoko. Namun, ada aturan yang harus ditaati. Jika mengendarai sepeda motor maka harus bergantian. Sedangkan, jika berjalan kaki, sekali menyeberang maksimal lima orang. Ini agar jembatan bisa awet. Karena jembatan ini adalah jembatan perintis yang maksimal mampu menahan beban hingga 5 ton. “Mari kita rawat dan jaga bersama Jembatan Cepoko agar bisa tahan lama,” ajak Iip.

Setelah pembangunan Jembatan Cepoko, Satguna akan berangkat ke Pulau Dewata. Mereka akan memberikan bantuan kepada warga di Kabupaten Karangasem dan Bangli yang menjadi korban gempa bumi. “Kami akan segera ke Bali setelah Jembatan Cepoko selesai,” ujarnya.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia