23.7 C
Kediri
Sunday, December 4, 2022

Ke Taman Kepala Kereta, Melihat Lokomotif Bersejarah

Jadi Simbol Kemakmuran Masa Silam

- Advertisement -

Di antara banyak taman yang tersebar di kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), ada satu yang dilengkapi koleksi lokomotif bersejarah. Karena merupakan simbol kemakmuran masa lampau.

Mengunjungi kawasan Monumen SLG memang mengasyikkan. Banyak destinasi yang tersedia. Salah satunya adalah Taman Kepala Kereta.

Lokasinya di sisi utara monumen yang menyerupai arch de triomphe di Paris, Perancis itu. Suasananya sejuk dan teduh. Dihiasi banyak pepohonan rindang. Jalanan yang ada di taman ini juga tak terlalu ramai. Karena itu, pas bila digunakan untuk jalan-jalan bersama keluarga. Baik pagi atau sore hari. Apalagi, tak ada tiket masuk bagi pengunjung.

Yang jadi simbol taman ini adalah lokomotif atau kepala kereta. Loko berwarna kuning dan merah ini sudah menyolok mata dari pintu masuk. Berada di area yang dilengkapi rel sebagai lintasannya.

Baca Juga :  Kisah Dua Pustawakan Terlama di Perpusda Kota Kediri
(Foto: Habibah A Muktiara)

Lokomotif ini banyak diminati oleh anak-anak. Terutama di sore hari. Bahkan, setiap akhir pekan pengunjung yang datang berlipat-lipat dibanding hari biasa.

- Advertisement -

Kepala kereta api ini bukan tanpa sebab dipajang di taman ini. Karena menjadi simbol kemakmuran suatu daerah di masa lampau. Daerah yang punya jalur kereta api, pasti menjadi lokasi perkebunan. Nah, tempat yang punya perkebunan itu rata-rata merupakan daerah yang lebih makmur.

Memang, Kediri di masa lampau adalah ‘surga’ bagi perkebunan. Banyak berdiri pabrik-pabrik gula. Saat inipun masih tersisa tiga pabrik gula. Karena itulah, keberadaan lokomotif di taman ini sekaligus jadi saksi sejarah kejayaan pabrik-pabrik gula tersebut.

Bila naik ke bagian dalam lokomotif, akan terlihat identitas kereta besi ini. Tepat di atas pintu tungku, ada ukiran besi. Ukiran itu merujuk pada tahun pembuatan serta pabrik yang merakitnya. Lokomotif tersebut dibuat oleh pabrik asal Belanda bernama Ducro & Brauns. Bertipe BB Conp Mallet. Tahun pembuatannya tertera 1927.

Baca Juga :  Javier Roca Perbaiki Masalah Konsentrasi Persik

Selain loko bersejarah itu, daya tarik taman ini adalah penataannya yang rapi dan artistik. Sangat pas sebagai lokasi hunting foto yang instagenik. Tak heran bila sore menjelang, banyak orang yang kebanyakan remaja datang dengan kamera masing-masing.

Salah satunya adalah Aningtyas Rahmawati. Wanita 30 tahun ini punya tujuan khusus. “Sedang membuat konten untuk lomba,” terangnya.

Bersama dengan teman-temannya, perempuan asal Desa Gayam, Kecamatan Gurah ini membuat video musik tradisional. Agar all out, selain memakai pakain lama, latarnya juga benda kuno. Dan mereka memilih kepala kereta karena pas dengan tema yang diharapkan.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara
- Advertisement -

Di antara banyak taman yang tersebar di kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), ada satu yang dilengkapi koleksi lokomotif bersejarah. Karena merupakan simbol kemakmuran masa lampau.

Mengunjungi kawasan Monumen SLG memang mengasyikkan. Banyak destinasi yang tersedia. Salah satunya adalah Taman Kepala Kereta.

Lokasinya di sisi utara monumen yang menyerupai arch de triomphe di Paris, Perancis itu. Suasananya sejuk dan teduh. Dihiasi banyak pepohonan rindang. Jalanan yang ada di taman ini juga tak terlalu ramai. Karena itu, pas bila digunakan untuk jalan-jalan bersama keluarga. Baik pagi atau sore hari. Apalagi, tak ada tiket masuk bagi pengunjung.

Yang jadi simbol taman ini adalah lokomotif atau kepala kereta. Loko berwarna kuning dan merah ini sudah menyolok mata dari pintu masuk. Berada di area yang dilengkapi rel sebagai lintasannya.

Baca Juga :  Javier Roca Perbaiki Masalah Konsentrasi Persik
(Foto: Habibah A Muktiara)

Lokomotif ini banyak diminati oleh anak-anak. Terutama di sore hari. Bahkan, setiap akhir pekan pengunjung yang datang berlipat-lipat dibanding hari biasa.

Kepala kereta api ini bukan tanpa sebab dipajang di taman ini. Karena menjadi simbol kemakmuran suatu daerah di masa lampau. Daerah yang punya jalur kereta api, pasti menjadi lokasi perkebunan. Nah, tempat yang punya perkebunan itu rata-rata merupakan daerah yang lebih makmur.

Memang, Kediri di masa lampau adalah ‘surga’ bagi perkebunan. Banyak berdiri pabrik-pabrik gula. Saat inipun masih tersisa tiga pabrik gula. Karena itulah, keberadaan lokomotif di taman ini sekaligus jadi saksi sejarah kejayaan pabrik-pabrik gula tersebut.

Bila naik ke bagian dalam lokomotif, akan terlihat identitas kereta besi ini. Tepat di atas pintu tungku, ada ukiran besi. Ukiran itu merujuk pada tahun pembuatan serta pabrik yang merakitnya. Lokomotif tersebut dibuat oleh pabrik asal Belanda bernama Ducro & Brauns. Bertipe BB Conp Mallet. Tahun pembuatannya tertera 1927.

Baca Juga :  Pemkot Kediri Gelontor Belasan Ribu Vaksin

Selain loko bersejarah itu, daya tarik taman ini adalah penataannya yang rapi dan artistik. Sangat pas sebagai lokasi hunting foto yang instagenik. Tak heran bila sore menjelang, banyak orang yang kebanyakan remaja datang dengan kamera masing-masing.

Salah satunya adalah Aningtyas Rahmawati. Wanita 30 tahun ini punya tujuan khusus. “Sedang membuat konten untuk lomba,” terangnya.

Bersama dengan teman-temannya, perempuan asal Desa Gayam, Kecamatan Gurah ini membuat video musik tradisional. Agar all out, selain memakai pakain lama, latarnya juga benda kuno. Dan mereka memilih kepala kereta karena pas dengan tema yang diharapkan.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/