24 C
Kediri
Tuesday, June 6, 2023

Anis Liem, Sosok di Balik Gemuruhnya Laga Persik Kediri

Menjadi master of ceremony Persik Kediri, Anis Meliani Kuncoro atau Anis Liem dituntut profesional. Apalagi berhadapan dengan ribuan suporter yang kebanykakan laki-laki. Dia perlu membiasakan diri. Pun turut berperan mencegah kerusuhan. Kendati terkadang masih membuatnya berdebar-debar.

Bagi cyberxtreme, sebutan penggemar klub sepak bola Persik Kediri, pasti tidak asing dengan sosok Anis Meliani Kuncoro. Atau lebih dikenal dengan Anis Liem. Ternyata sebelum menjadi staf local organizing committee (LOC) sebagai Master of Ceremony (MC) Persik,  banyak perjalanan karier dia lalui.

(Dok. Pribadi Anis Meliani)

Malam itu di acara ajang penghargaan bergengsi Jawa Pos Radar Kediri Award 2023 di Grand Panglima Ballroom, Kota Kediri, ada sosok perempuan yang menarik perhatian.  Mengenakan dress off shoulder kombinasi hitam dan merah, dia terlihat sedang memandu acara bersama Galajapo.

Perempuan tersebut  adalah Anis Meliani atau biasa dikenal dengan Anis Liem. Penampilannya malam itu sangat berbeda dengan saat di lapangan sepak bola. “Sebelum menjadi MC, awal karier posisi saya adalah announcer di Bras Radio FM,” terang Anis setelah acara penghargaan selesai.

Pada saat itu, Anis menjadi penyiar di siaran radio yang berada di Jalan Welirang, Kecamatan Mojoroto ini mulai 2015 hingga 2016. Setelah menjadi announcer selama satu tahun, perempuan berusia 26 tahun ini berganti pekerjaan. Dia bekerja di Bank Central Asia (BCA) di Surabaya. Setelah tiga tahun di sana, kemudian pindah ke Bank Jatim yang lokasinya di Kediri.  “Di Bank Jatim Kediri selama enam bulan, kemudian hingga saat inilah bekerja di Dispendukcapil Kabupaten Kediri,” paparnya.

Baca Juga :  Ponpes Bahrul Ulum, Prasastinya Bertuliskan Tiga Aksara

Setelah bekerja di dispendukcapil, Anis mengaku, baru melakukan kerja sambilan menjadi MC. Alasan menggeluti MC, karena kegemarannya berbicara. Kemudian kemampuan tersebut dikembangkan dan diasah menjadi seorang MC.

Selama menjadi MC, banyak sekali pengalaman yang ia lalui. Di mana pekerjaan tersebut sampai di luar kota, selain acara gathering juga acara pernikahan. Hanya saja  untuk saat ini banyak job di event Persik Kediri, di bagian announcer.  “Announcer ini sama seperti MC, jadi ketika pemain masuk harus membaca susunan pemain dan menyambut seluruh audience dan suporter dari Persik Mania Kediri,” terang perempuan kelahiran 1996 ini.

Sebagai pegawai Dispendukcapil Kabupaten Kediri, lalu bagaimana cara membagi waktu sebagai announcer pertandingan sepak bola? Terkait hal tersebut, ternyata Anis posisinya hanya yang di home tidak sampai pertandingan di luar. Sehingga untuk membagi waktu, kebanyakan event ini dilakukan pada malam atau sore hari. Sehingga dapat membagi waktu.

Meski sama-sama announcer, namun rupanya ada beberapa perbedaan yang perlu dipelajari. Karena ternyata announcer sepak bola ini ada peraturannya sendiri. Tidak hanya itu, ternyata ada regulasi yang boleh dibacakan dan tidak boleh dibacakan. “Ngomong ini ada aturannya, tidak boleh sembarangan ngomong seperti event pada umumnya,” terang Anis.

Menjadi announcer acara sepak bola, rupanya Anis memang menyukai cabang olahraga tersebut. Saat masih berada di Bandung, ia suka dengan Persib Bandung. Karena pada tahun 2012 mengikuti orang tua pindah ke Kediri, dan kini mengikuti klub Macan Putih tersebut.

Baca Juga :  Warga Terdampak Jembatan Bandarngalim Adukan Kerusakan Rumah ke Kadis PUPR

Menjadi MC perempuan yang berhadapan dengan mayoritas laki-laki, Anis mengaku perlu membiasakan diri. Karena jumlah penonton sepak bola ini jauh lebih banyak, dibandingkan dengan saat ia menjadi MC di acara lainnya. Salah satunya saat pertandingan Persik melawan Persija. Dengan jumlah penonton yang ribuan, membuatnya menjadi berdebar-debar.

Dengan kejadian sepak bola akhir-akhir ini, salah satunya kejadian di Kanjuruhan sempat membuatnya  takut. Namun karena tanggung jawabnya sebagai panpel atau LOC ini harus profesional. Di mana meminimalisasi agar hal tersebut tidak terjadi dan terulang lagi. “Takut sebagai manusia wajar sih, namun untuk ke depannya enggak,” kata Anis.

Sebagai announcer dan MC, Anis juga menjaga kualitas suaranya. Selama menggeluti bidangnya tersebut, ia pernah sampai tidak bisa mengeluarkan suaranya. Karena cara ngomong untuk announcer pertandingan, dengan menjadi MC ini sangat berbeda.

Sehingga untuk stamina perlu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin. Salah satunya adalah vitamin C. Selain mengonsumsi makanan, juga jaga pola tidur.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Kediri”. Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara

Menjadi master of ceremony Persik Kediri, Anis Meliani Kuncoro atau Anis Liem dituntut profesional. Apalagi berhadapan dengan ribuan suporter yang kebanykakan laki-laki. Dia perlu membiasakan diri. Pun turut berperan mencegah kerusuhan. Kendati terkadang masih membuatnya berdebar-debar.

Bagi cyberxtreme, sebutan penggemar klub sepak bola Persik Kediri, pasti tidak asing dengan sosok Anis Meliani Kuncoro. Atau lebih dikenal dengan Anis Liem. Ternyata sebelum menjadi staf local organizing committee (LOC) sebagai Master of Ceremony (MC) Persik,  banyak perjalanan karier dia lalui.

(Dok. Pribadi Anis Meliani)

Malam itu di acara ajang penghargaan bergengsi Jawa Pos Radar Kediri Award 2023 di Grand Panglima Ballroom, Kota Kediri, ada sosok perempuan yang menarik perhatian.  Mengenakan dress off shoulder kombinasi hitam dan merah, dia terlihat sedang memandu acara bersama Galajapo.

Perempuan tersebut  adalah Anis Meliani atau biasa dikenal dengan Anis Liem. Penampilannya malam itu sangat berbeda dengan saat di lapangan sepak bola. “Sebelum menjadi MC, awal karier posisi saya adalah announcer di Bras Radio FM,” terang Anis setelah acara penghargaan selesai.

Pada saat itu, Anis menjadi penyiar di siaran radio yang berada di Jalan Welirang, Kecamatan Mojoroto ini mulai 2015 hingga 2016. Setelah menjadi announcer selama satu tahun, perempuan berusia 26 tahun ini berganti pekerjaan. Dia bekerja di Bank Central Asia (BCA) di Surabaya. Setelah tiga tahun di sana, kemudian pindah ke Bank Jatim yang lokasinya di Kediri.  “Di Bank Jatim Kediri selama enam bulan, kemudian hingga saat inilah bekerja di Dispendukcapil Kabupaten Kediri,” paparnya.

Baca Juga :  Cetak Brace Lawan Persita, Ini Komentar Flavio Silva

Setelah bekerja di dispendukcapil, Anis mengaku, baru melakukan kerja sambilan menjadi MC. Alasan menggeluti MC, karena kegemarannya berbicara. Kemudian kemampuan tersebut dikembangkan dan diasah menjadi seorang MC.

Selama menjadi MC, banyak sekali pengalaman yang ia lalui. Di mana pekerjaan tersebut sampai di luar kota, selain acara gathering juga acara pernikahan. Hanya saja  untuk saat ini banyak job di event Persik Kediri, di bagian announcer.  “Announcer ini sama seperti MC, jadi ketika pemain masuk harus membaca susunan pemain dan menyambut seluruh audience dan suporter dari Persik Mania Kediri,” terang perempuan kelahiran 1996 ini.

Sebagai pegawai Dispendukcapil Kabupaten Kediri, lalu bagaimana cara membagi waktu sebagai announcer pertandingan sepak bola? Terkait hal tersebut, ternyata Anis posisinya hanya yang di home tidak sampai pertandingan di luar. Sehingga untuk membagi waktu, kebanyakan event ini dilakukan pada malam atau sore hari. Sehingga dapat membagi waktu.

Meski sama-sama announcer, namun rupanya ada beberapa perbedaan yang perlu dipelajari. Karena ternyata announcer sepak bola ini ada peraturannya sendiri. Tidak hanya itu, ternyata ada regulasi yang boleh dibacakan dan tidak boleh dibacakan. “Ngomong ini ada aturannya, tidak boleh sembarangan ngomong seperti event pada umumnya,” terang Anis.

Menjadi announcer acara sepak bola, rupanya Anis memang menyukai cabang olahraga tersebut. Saat masih berada di Bandung, ia suka dengan Persib Bandung. Karena pada tahun 2012 mengikuti orang tua pindah ke Kediri, dan kini mengikuti klub Macan Putih tersebut.

Baca Juga :  Belasan Nekat Parkir di Tempat Terlarang

Menjadi MC perempuan yang berhadapan dengan mayoritas laki-laki, Anis mengaku perlu membiasakan diri. Karena jumlah penonton sepak bola ini jauh lebih banyak, dibandingkan dengan saat ia menjadi MC di acara lainnya. Salah satunya saat pertandingan Persik melawan Persija. Dengan jumlah penonton yang ribuan, membuatnya menjadi berdebar-debar.

Dengan kejadian sepak bola akhir-akhir ini, salah satunya kejadian di Kanjuruhan sempat membuatnya  takut. Namun karena tanggung jawabnya sebagai panpel atau LOC ini harus profesional. Di mana meminimalisasi agar hal tersebut tidak terjadi dan terulang lagi. “Takut sebagai manusia wajar sih, namun untuk ke depannya enggak,” kata Anis.

Sebagai announcer dan MC, Anis juga menjaga kualitas suaranya. Selama menggeluti bidangnya tersebut, ia pernah sampai tidak bisa mengeluarkan suaranya. Karena cara ngomong untuk announcer pertandingan, dengan menjadi MC ini sangat berbeda.

Sehingga untuk stamina perlu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin. Salah satunya adalah vitamin C. Selain mengonsumsi makanan, juga jaga pola tidur.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Kediri”. Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/