29.2 C
Kediri
Thursday, March 23, 2023

Warga Terdampak Pembangunan Bandara Minta di Atas Rp 25 Juta Per Ru

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Pembangunan Bandara Internasional di wilayah Kabupaten Kediri telah membuat harga tanah di tiga kecamatan (Banyakan, Grogol, dan Tarokan) terkerek. Menanjaknya harga tanah tersebut berdampak pada rencana pembebasan lahan untuk proyek strategis nasional (PSN) tol Kediri-Kertosono.

Salah satu warga yang tanah dan rumahnya akan tergusur adalah Sukarti, 59. Namun perempuan asal Desa Blabak, Kecamatan Banyakan ini baru bersedia pindah bila harga yang ditawarkan sesuai keinginannya. Petani tersebut mematok harga tanah di tempatnya harus di atas Rp 25 juta per ru (1 ru = 14 meter).

“Kalau tidak seharga itu, kami akan kesulitan cari tempat pengganti. Karena semua tanah di sekitar sini sudah naik semua,” ungkapnya.

Baca Juga :  Vonis Lebih Berat 9 Bulan karena Transaksi Pil Koplo

Harga itu, menurut Sukarti, masuk akal karena lahan pertanian miliknya ada di tepi jalan. Selain tanah miliknya ada enam rumah yang bakal kena gusur. Termasuk rumah milik anaknya.

Sedangkan untuk lahan pertanian milik Sukarti hanya kena separo saja. Sisa tanahnya sekitar 15 meter persegi. Baginya, memiliki tanah dekat dengan bangunan tol tidak akan bisa produktif.

- Advertisement -

Meski lahan bakal tergusur, Sukarti mengaku, belum ada petugas dari satuan tugas yang mendatangi lahan miliknya. “Rapat terakhir katanya pengukuran bulan ini (Agustus, Red) sampai 7 September nanti,” ucapnya.

Sukarti menjelaskan, rapat sosialisasi baru dilaksanakan dua minggu lalu. Meski belum disurvei, Sukarti mendengar pengukuran dilakukan secara bertahap dari desa ke desa.

Baca Juga :  Pikap Tabrak Truk di Rejoso, Satu Orang Tewas

“Waktu rapat dijanjikan pembayaran pembebasan lahannya nanti pada Oktober,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Karena pembebasan lahan masih lama, dia pun masih memanfaatkan lahan yang dulunya ditanam pohon sengon dengan tanaman jagung. Sekarang, usia jagungnya sudah satu bulan. Targetnya, pada Oktober nanti dia sudah bisa panen.

Terkait dengan rencana pengukuran lahan terdampak tol, Camat Banyakan Hari Utomo membenarkan. Saat ini, menurutnya, tahapan untuk pembebasan tanah untuk jalan tol sudah masuk pada pendataan.

“Tim satgas A dan satgas B sudah ke lapangan,” ungkapnya. Namun, Hari belum mendapat informasi sudah sejauh mana pelaksanaan pendataan dan pengukuran tersebut dilaksanakan.






Reporter: rekian
- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Pembangunan Bandara Internasional di wilayah Kabupaten Kediri telah membuat harga tanah di tiga kecamatan (Banyakan, Grogol, dan Tarokan) terkerek. Menanjaknya harga tanah tersebut berdampak pada rencana pembebasan lahan untuk proyek strategis nasional (PSN) tol Kediri-Kertosono.

Salah satu warga yang tanah dan rumahnya akan tergusur adalah Sukarti, 59. Namun perempuan asal Desa Blabak, Kecamatan Banyakan ini baru bersedia pindah bila harga yang ditawarkan sesuai keinginannya. Petani tersebut mematok harga tanah di tempatnya harus di atas Rp 25 juta per ru (1 ru = 14 meter).

“Kalau tidak seharga itu, kami akan kesulitan cari tempat pengganti. Karena semua tanah di sekitar sini sudah naik semua,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wedding Expo 2020 Beri Bimbingan Calon Mempelai

Harga itu, menurut Sukarti, masuk akal karena lahan pertanian miliknya ada di tepi jalan. Selain tanah miliknya ada enam rumah yang bakal kena gusur. Termasuk rumah milik anaknya.

Sedangkan untuk lahan pertanian milik Sukarti hanya kena separo saja. Sisa tanahnya sekitar 15 meter persegi. Baginya, memiliki tanah dekat dengan bangunan tol tidak akan bisa produktif.

Meski lahan bakal tergusur, Sukarti mengaku, belum ada petugas dari satuan tugas yang mendatangi lahan miliknya. “Rapat terakhir katanya pengukuran bulan ini (Agustus, Red) sampai 7 September nanti,” ucapnya.

Sukarti menjelaskan, rapat sosialisasi baru dilaksanakan dua minggu lalu. Meski belum disurvei, Sukarti mendengar pengukuran dilakukan secara bertahap dari desa ke desa.

Baca Juga :  Menelusuri Jejak Zaman Purba di Nganjuk (19)

“Waktu rapat dijanjikan pembayaran pembebasan lahannya nanti pada Oktober,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Karena pembebasan lahan masih lama, dia pun masih memanfaatkan lahan yang dulunya ditanam pohon sengon dengan tanaman jagung. Sekarang, usia jagungnya sudah satu bulan. Targetnya, pada Oktober nanti dia sudah bisa panen.

Terkait dengan rencana pengukuran lahan terdampak tol, Camat Banyakan Hari Utomo membenarkan. Saat ini, menurutnya, tahapan untuk pembebasan tanah untuk jalan tol sudah masuk pada pendataan.

“Tim satgas A dan satgas B sudah ke lapangan,” ungkapnya. Namun, Hari belum mendapat informasi sudah sejauh mana pelaksanaan pendataan dan pengukuran tersebut dilaksanakan.






Reporter: rekian

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/