Sabtu, 28 May 2022
Radar Kediri
Home / Features
icon featured
Features

Anang Soetomo: Sempat Waswas Jahitan Bocor

17 Februari 2021, 16: 43: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

Anang Soetomo: Sempat Waswas Jahitan Bocor

BERBARING: Anang Soetomo menjalani pemeriksaan di Poli Urologi RSKK kemarin (16/2). (DEWI AYU NINGTYAS - radar kediri)

Share this      

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Anang Soetomo, pasien sexual ambiguity (ketidakjelasan jenis kelamin) sempat waswas pada kondisi pascaoperasi beberapa waktu lalu. Pemuda asal Dusun Tunggul, Desa Selopanggung, Kecamatan Semen ini khawatir jahitan bekas operasi mengalami kebocoran. Terutama ketika mengejan saat buang air besar (BAB) air kencingnya juga ikut keluar. 

Namun, setelah diperiksakan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kediri (RSKK) kemarin, kondisi bekas operasi Anang masih normal. Tidak ada kebocoran yang terjadi pada jahitan.

Anang dan ibunya kemarin mendatangi RSKK untuk melakukan kontrol kondisi pascaoperasi. Menurut Tutik, beberapa hari ini anaknya sempat cemas. Takut mengalami kebocoran. 

Baca juga: Kawah Gunung Kelud, Tujuh Tahun setelah Letusan Terakhir

“Dia bingung sampai pusing, (takut) kalau (jahitannya) bocor,” terang wanita kurus ini.

Menurut Tutik, secara umum seminggu setelah operasi ini kondisi anaknya baik. Hanya kecemasan itu yang mengganggu secara psikologis. Bahkan Tutik sempat memanggil bidan desa untuk memeriksa dan memastikan kateter yang dipasang masih berfungsi dengan baik.

Saat diperiksa tim medis dari RSKK kemarin, kondisi lulusan SMP Negeri 2 Semen tersebut bagus. Jahitannya juga tidak ada yang bocor. 

“Sementara dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kebocoran,” terang Sukirno, perawat di  Poli Urologi yang menangani Anang.

Dari pemeriksaan itu Anang masih harus bertahan dengan selang kateter hingga pemeriksaan minggu depan. Hal itu untuk memperkuat bekas jahitan. Setelah itu selang kateter bisa dilepas juga setelah pemeriksaan. “Nanti diusahakan selang dilepas,” jelas perawat itu. 

Terkait dengan kecemasan yang dialami Anang, perawat bertubuh tinggi itu menuturkan kebocoran setelah operasi itu kemungkinan bisa terjadi. Kalau memang mengalami kebocoran harus siap menjalani operasi lagi. Sekitar dua sampai tiga operasi lagi. Dan baru bisa dilakukan dengan jarak enam bulan mendatang. 

Agar sampai pemeriksaan kedua hasilnya tetap bagus, perawat itu menyampaikan agar Anang tidak terlalu mengejan saat BAB. Juga mengonsumsi makanan berserat tinggi, seperti buah dan sayuran. “Jangan lupa tetap menjaga kebersihan,” tegasnya. 

Untuk diketahui Anang Soetomo sebelumnya bernama Ani Kasanah didiagnosa mengalami hipospadia dan skrotum difidum, undesensus testis dextra. Pada 2015-2016 dia pernah melakukan operasi tahap pertama dan kedua di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Kemudian terhenti selama empat tahun. 

Pada Februari ini operasi kembali berlangsung. Yaitu untuk tahap keempat dan kelima dengan tujuan penyatuan skrotum yang terbelah (repair skrotum). Juga sekaligus dilakukan operasi pembuatan saluran kecing dari uretra ke penis (urethroplasty). Operasi itu sukses dan hanya membutuhkan waktu 1,5 jam.

Rencananya, Anang akan menjalani pemeriksaan kedua pada Senin (22/2). Itu dengan menyertakan rujukan dari puskesmas Semen. 

Di tempat yang sama, Kaur Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Selopanggung M. Masturi Rohmatullah yang mendampingi pemeriksaan mengatakan siap membantu untuk keperluan rujukan kedua.  “Alhamdulillah, kalau untuk urusan kemanusiaan dan kepentingan warganya pemdes siap menolong,” tegasnya. (c2/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia