Sabtu, 28 May 2022
Radar Kediri
Home / Features
icon featured
Features

Mengintip Keharmonisan Rumah Tangga Pasutri Beda Usia di Ngetos

Harmonis, Suapi Istri setiap Hari

17 Januari 2022, 14: 48: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

Mengintip Keharmonisan Rumah Tangga Pasutri Beda Usia di Ngetos

SAYANG: Nuryani menyuapi Yatemi, istrinya setiap hari. Pasangan suami istri beda usia ini semakin harmonis. (Andhika Attar - Radar Kediri)

Share this      

Menjaga keharmonisan rumah tangga bukan perkara yang mudah. Apalagi, jika pasangan suami istri (pasutri) memiliki perbedaan usia yang jauh. Namun demikian, hal itu tidak berlaku bagi pasutri Nuryani dan Yatemi. Meski Nuryani baru berusia 37 tahun dan istrinya sudah berusia 72 tahun tetapi rumah tangga mereka tetap adem ayem.

Pernikahan Nuryani dan Yetemi sempat viral pada 11 Juni 2020. Karena saat itu, Nuryani baru berusia 36 tahun. Namun, Yatemi, istrinya sudah berusia 71  tahun. Perbedaan usia 35 tahun itu membuat banyak orang heran dan tidak percaya. Karena usia Yatemi seperti nenek bagi Nuryani. Ada juga yang menganggap pernikahan itu hanya mencari sensasi. Namun ternyata, pernikahan itu benar-benar terjadi dan atas dasar saling mencintai.

Setelah 1,5 tahun menjalani hidup berumah tangga, Yani dan dan Yatemi terlihat harmonis. Saat wartawan koran ini berkunjung ke rumahnya pada Jumat (7/1), Yani sedang menyuapi istrinya. Mereka makan sepiring berdua di ruang tamu. “Lha kulo niki cuman wayang. Manut kalihan Gusti Allah,” ujar Yatemi menanggapi pernikahan beda usia tersebut.

Baca juga: Agung Prasetyo dan Kerajinan Karyanya dari Bambu

Mengintip Keharmonisan Rumah Tangga Pasutri Beda Usia di Ngetos

SELISIH 35 TAHUN: Nuryani saat menikahi Yatemi pada 11 Juni 2020. Saat itu Nuryani berusia 36 tahun dan Yatemi 71 tahun. (Andhika Attar- Radar Kediri)

Pernikahan Yani dan Yetemi ini tidak ada unsur paksaan atau keinginan menjadi viral. Saat itu, Yani yang bekerja di warung bakso milik anak Yatemi akrab dengan janda enam anak tersebut. Mereka sering bercanda. Yani juga sering mengunjungi rumah Yatemi. “Saat itu saya sudah merasa sayang dengan Yatemi,” ujar Yani.

Rasa sayang itulah yang membuatnya tidak tega meninggalkan Yatemi. Akhirnya, pada Yani sering menemani Yatemi di rumahnya. Tiba-tiba pada Juni 2020, Yani mengajak keluarganya melamar Yatemi. Saat dilamar itu, Yatemi tidak langsung menerima. Karena anak Yatemi tidak mengizinkan dia menikah lagi. Sebab, usianya sudah senja.

Setelah berpikir, akhirnya Yatemi  memberi syarat ke Yani. Dia meminta Yani untuk menikahi secara resmi. Dia tidak mau dinikahi secara siri. “Saya langsung setuju menikahi Yatemi secara resmi. Karena saya sudah sayang,” ujarnya.

Akhirnya, pernikahan terwujud pada 11 Juni 2020. Pernikahan ini sempat viral. Selama membina rumah tangga dengan Yatemi, Yani berusaha keras untuk membahagiakan istrinya. Dia bekerja sebagai penjual bakso. Sayang, karena lima bulan lalu, Yatemi mengalami sakit lambung, Yani akhirnya berhenti berjualan bakso. Dia menemani Yatemi di rumah. “Hanya kerja serabutan saja sekarang,” ujarnya.

Selain tubuh Yatemi yang lemah, Yani mengaku jika istrinya adalah pencemburu. Jika dia pulang terlalu sore maka Yatemi akan marah-marah. Dia menduga Yani berselingkuh. “Jadi saya kalau kerja itu tidak pernah pulang terlambat agar tidak marah,” ujarnya.

Untuk hubungan intim, Yani mengaku sejak menikah tidak pernah melakukan hubungan suami istri. Karena istrinya sudah berusia senja dan manopause. Apalagi, alasan menikah tersebut bukan untuk memenuhi kebutuhan biologis atau mendapatkan keturunan. Namun, Yani lebih ingin merawat Yatemi karena merasa sayang. “Sudah tidak kuat kalau begituan,” sabung Yatemi sambil tersenyum.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia