Minggu, 29 May 2022
Radar Kediri
Home / Features
icon featured
Features
Biyuh-Biyuh

Bawa Ular, Boscu Tidur di Luar

17 Januari 2022, 12: 26: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

Bawa Ular, Boscu Tidur di Luar

Biyuh... Biyuh... (Ilustrasi: Afrizal Saiful Mahbub - Radar Kediri)

Share this      

Kebanyakan wanita itu paling takut dengan buaya. Apalagi, buaya darat. Pasti, cewek akan merasa sangat benci. Jika ada levelnya, bencinya level 1 juta. Reza Rahadian yang jadi idola kaum Hawa saat berperan sebagai almarhum BJ Habibie dalam film Habibie & Ainun, harus merasakan caci maki emak-emak karena memerankan Aris di serial drama Layangan Putus. Karena Aris di serial drama itu, dia harus menjadi buaya darat. Namun, Mbak Sri ternyata tidak takut dengan buaya. “Saya itu takut banget sama ular,” ujar Mbak Sri.

Mendengar kata ular, bulu kuduk Mbak Sri langsung berdiri. Dia tidak berani menonton film yang ada ularnya. Mulai dari film India yang berjudul Nagin hingga film barat yang berjudul Anaconda. Semuanya tak pernah ditonton. “Ngeri banget. Panjang, licin, menggigit dan berbisa,” ungkap Mbak Sri sambil bergidik membayangkan bentuk ular.

Rasa takut Mbak Sri terhadap ular ini diketahui Boscu, suaminya. Karena itu, Boscu tidak pernah mengajak Mbak Sri nonton film ular atau ke pertunjukan ular. Bahkan, jika malam hari, saat Boscu mengeluarkan ‘ular’, dia bilang jika itu adalah sosis. Bisa dimakan. Karena tidak beracun atau berbisa. Juga tidak bisa menggigit.

Baca juga: Uang Nakal Boscu Dibakar Mbak Sri 

Saat mencari ikan di sungai, Boscu tidak sengaja menyetrum ular. Globakkkk.. Ular berukuran sangat besar dengan panjang sekitar 5 meter menggelepar. Seketika, Boscu langsung menangkap ular dengan berat sekitar 30 kilogram itu ke karung. “Minimal laku Rp 500 ribu ini ular,” ujar Boscu dalam hati.

Beberapa teman Boscu ditawari ular. Mulai dari pawang ular, pencinta reptil hingga pemilik sirkus. Mereka mengaku tertarik. Namun, ingin melihat dulu ular secara langsung besok pagi. Saat itulah, Boscu mulai bingung. Karena jika dia pulang membawa ular berukuran raksasa, Mbak Sri akan girap-girap. Namun, jika tidak dibawa pulang, ular itu akan ditaruh di mana.

Dengan nekat Boscu membawa pulang ular. Dia menyembunyikan ular di tempat ikan. Lokasi yang dipilih adalah dapur rumah. Karena malam, Mbak Sri jarang ke dapur. Awalnya, aman-aman saja. Saat Boscu terlelap sekitar lima menit, tiba-tiba Mbak Sri ingin mengambil minum di dapur. Dia haus. Saat melihat tempat ikan bergerak-gerak, Mbak Sri curiga. Dia mengintip tempat ikan. “Ulo..... tolonggg... Ulo..... tolongggg,” teriak Mbak Sri.

Boscu kaget. Njingkat. Mencolot dari tempat tidur. Dia berlari ke dapur. Boscu berusaha menenangkan istrinya. “Tidak apa-apa. Itu ular mau saya jual besok,” ujar Boscu. Mbak Sri yang ketakutan langsung mencak-mencak. Dia mengambil bantal dan melemparkan ke arah Boscu. “Tidur di luar saja sambil nunggui ularmu,” teriak Mbak Sri. Biyuh-Biyuh. Boscu tidur semalaman dengan ular.

Saat matahari terbit, Boscu segera menghubungi temannya yang mau membeli ular. Namun, berbagai alasan didapat. Mulai dari tidak ada motor, calon pembeli ke luar kota hingga tidak punya uang didapat. Karena Mbak Sri mengancam akan minggat jika ular tetap di rumah, Boscu akhirnya melepaskan ular itu ke sungai. Sabar iya Boscu.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia