Sabtu, 28 May 2022
Radar Kediri
Home / Features
icon featured
Features

Agung Prasetyo dan Kerajinan Karyanya dari Bambu

Awalnya Bikin Bentuk Ikan dan Ular

17 Januari 2022, 11: 58: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

Agung Prasetyo dan Kerajinan Karyanya dari Bambu

BERNILAI EKONOMIS: Agung Prasetyo mengolah bagian batang, akar atau bonggol bambu menjadi bahan kerajinan yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. (HABIBAH A. MUKTIARA - Radar Kediri)

Share this      

 Tanaman bambu dapat tumbuh di mana saja. Sehingga jumlahnya sangat banyak. Tanaman ini pun bisa memiliki beraneka fungsi. Menjadi kreasi kerajinan dan bernilai ekonomis.

Semua bagian bambu dapat digunakan. Mulai dari batang, akar atau bonggol, hingga daun. Dari bahan-bahan tersebut, dapat digunakan sebagai barang yang berguna.

Baca juga: Mengejar Peluang Jadi Kota Pusaka

Salah satunya adalah kerajinan tangan, seperti yang dilakukan Agung Prasetyo. Di tangan laki-laki asal Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo ini, bonggol dan batang bambu bisa diolah menjadi patung hingga asbak rokok.

“Kerajinan terbuat dari bonggol dan batang ini masih sekitar tiga bulan,” terangnya ketika didatangi wartawan Jawa Pos Radar Kediri.

Meski masih tergolong baru, namun karyanya sudah banyak dilirik orang. Berawal dari tetangga, kemudian dari mulut ke mulut usahanya kemudian banyak dibicarakan.

Bahan-bahan dan peralatan yang digunakan sangat sederhana. Semuanya masih dikerjakan dengan manual sendiri. Selain pisau kikir buatan, terdapat arit, dan gerindra. “Bambu yang saya dapatkan ini dibelah beberapa bagian menggunakan arit,” imbuhnya.

Bambu yang digunakannya berasal dari desanya. Ketika ada orang yang membongkar atau mendongkel bambu, akan diberikan kepadanya. Untuk upahnya biasanya hanya menggunakan satu bungkus rokok. “Karena hasil dongkelan, jenis bambunya beragam. Ada yang apus, Jawa, hingga betung,” ungkap Agung.

Setelah bambu dibelah menjadi beberapa bagian, laki-laki berusia 45 tahun ini langsung membentuk sesuai dengan pola yang diinginkan. Tidak melihat internet, pola tersebut berasal dari benda hingga hewan yang dilihatnya. “Awal mula saya bikin ikan dan ular,” paparnya.

Ular dan ikan tersebut terbuat dari akar atau bonggol bambu. Dimana pada waktu itu masih mengikuti bentuk asli dari akar atau bonggolnya. Setelah proses pengukiran selesai, agar memperindah di cat menggunakan dan pernis. Selain memperindah, namun juga dapat membuat awet tidak mudah termakan nonot.

Rupanya dari percobaan tersebut, banyak yang menyukainya. Dari patung tersebut berkembang menjadi asbak rokok. Tidak seperti asbak rokok pada umumnya. Asbak ini unik dengan hiasan hewan yang berada di pinggirnya. “Ada ikan cupang, katak, hingga burung,” jelas Agung.

Tentu saja, hewan tersebut juga terbuat dari bambu-bambu tersebut. Meski terbuat dari bambu, detailnya sangat bagus. Sehingga membuat mirip dengan aslinya. (ara/ndr)

 

(rk/ara/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia