Selasa, 26 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Features
icon featured
Features

SMKN 1 Kota Kediri Tunda PTM

16 September 2021, 15: 51: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

SMKN 1 Kota Kediri Tunda PTM

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri– Sejak penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2, hampir semua SMKdi Kota Kediri menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Hanya SMKN 1 yang menunda karena sekolahnya dipakai ujian seleksi calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (CP3K).

Panitia seleksi CP3K di SMKN 1 Kota Kediri M. Heru Mahayani menerangkan, penundaan PTM itu menunggu tes selesai. “Terakhir jadwal tesnya Sabtu (25/9),” kata guru teknik komputer dan jaringan ini. Ujian akhir pekan itu untuk peserta yang berhalangan hadir karena sakit.

Meski belum menerapkan PTM, siswa sudah boleh datang ke sekolah. Khususnya yang kesulitan belajar di rumah. Mereka biasanya datang pagi sekitar pukul 07.00 sampai 09.00. Mereka menemui guru di tempat praktik.

Baca juga: Kisah Tukirin, Warga Kediri Korban Tabrak Lari yang Tak Punya Rumah

Heru tidak mengelak siswa di sekolahnya butuh pendampingan langsung. Apalagi lebih banyak mata pelajaran yang butuh praktik. Dari beberapa kali evaluasi, guru masih mendapati muridnya belum mengenal alat praktik. Agar tidak tertinggal, Heru mengklaim, PTM adalah cara satu-satunya agar siswa bisa belajar memahami alat praktiknya.

Terpisah, Kasi SMK Sidik Purnomo membenarkan SMKN 1 Kota Kediri harus menunda PTM sejak ada perubahan ke level 2. “Di Kota Kediri ada satu sekolah, sedangkan di Kabupaten Kediri dua lembaga SMK Ngasem dan Plosoklaten,” ujarnya. Dikatakan Sidik, semua sekolah yang kini tempatnya dipakai untuk tes CP3K diharapkan bisa memulai PTM minggu depan.

Sejauh ini, pembelajaran paling sulit di SMK adalah ketika siswa harus praktik. Selain keterbatasan alat, siswa belum bisa menguasai secara penuh materinya lantaran tidak didampingi guru. Untuk mengejar ketertinggalan, sekolah diharapkan bisa menjalankan PTM. Apalagi saat ini di Kota Kediri sudah ada kelonggaran. Kegiatan belajar di sekolah diperbolehkan dengan ketentuan dan syarat menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sementara itu, untuk tes CP3K di Kota Kediri masih ditemui adanya peserta yang tidak hadir. Kemarin, ada lima peserta yang tidak hadir. Satu di antaranya dinyatakan Covid-19 dan lainnya tidak hadir tanpa keterangan. Menurut Ali Fauzi, proktor seleksi CP3K, peserta yang tidak hadir karena Covid-19 diberi kesempatan mengikuti ujian susulan atau nanti mengikuti seleksi tahap dua.

Diakui Ali, hak peserta karena Covid-19 untuk ikut ujian tetap diwadahi. Hal ini yang membedakannya dengan tes CPNS masih diberi kelonggaran untuk susulan.  “Ujian susulan tidak berlaku bagi peserta yang tidak hadir tanpa keterangan,” katanya. Sejauh ini, tempat tes tidak disediakan untuk mereka yang dinyatakan Covid-19.(rq/ndr) 

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia