Minggu, 29 May 2022
Radar Kediri
Home / Features
icon featured
Features

Kisah Ibu Muda yang Melahirkan saat Banjir Menerjang Nganjuk

Suami Dorong Perahu Karet 2,5 Kilometer

16 Februari 2021, 22: 56: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

Kisah Ibu Muda yang Melahirkan saat Banjir Menerjang Nganjuk

TERDAMPAK: Kondisi Nganjuk saat dipotret dari atas (15/2) (M Arif Hanafi - radar kediri)

Share this      

Muhadi bingung bukan kepalang. Rumahnya terendam air hingga setinggi lutut. Sementara sang istri terus mengerang kesakitan karena sang janin di dalam kandungan meminta segera keluar.

IQBAL SYAHRONI, BAGOR, JP Radar Nganjuk

Rasa khawatir Muhadi hilang sudah sekitar pukul 07.30 kemarin. Menyusul pecahnya tangis bayi yang terdengar dari ruang bayi RS Bhayangkara. Wajah cemas warga Dusun Rowodoro, Desa Sekarputih, Kecamatan Bagor ini berganti dengan senyuman. Itu adalah tangis anak keduanya yang lahir secara normal.

Baca juga: Samsul Maarif, Penggerak Anak Muda Berkebun di Pare

Kisah Ibu Muda yang Melahirkan saat Banjir Menerjang Nganjuk

TANGGAP: Tim penyelamat menolong warga saat banjir di Nganjuk (15/2). (Antuji H Masroh - radar kediri)

Kecemasan pria 38 tahun itu beralasan. Semalaman dia dan istrinya, Miftakul Rohmah, 30, terus memikirkan bagaimana cara melahirkan anak keduanya itu. 

“Maksudnya buingung (sangat bingung, Red), keadaan di rumah sedang banjir sampai selutut,” kenangnya ketika ditemui di sela-sela menunggui sang istri.

Rumah lelaki yang kemarin berkaos merah ini tergenang akibat luapan Sungai Onggo-inggi, yang berada di sisi selatan. Luapan terjadi sekitar pukul 21.00. Setelah Isya, sekitar jam 7 malam, masih hujan dan air mulai meluap. Tapi tidak tinggi. Masih semata kaki,” ujarnya.

Namun, sekitar pukul 21.00 tanggul sungai itu ambrol. Airnya pun membanjiri dusun. Tak terkecuali rumahnya. Genangan air pun tak tanggung-tanggung, mencapai satu meter lebih!

Kepanikan Hadi kian memuncak. Istrinya sudah mengeluh kesakitan. Menunjukkan tanda-tanda hendak melahirkan. Sang istri memang tengah hamil tua.

Sorenya, pasutri itu sudah mendatangi bidan desa. “Sudah (waktunya melahirkan), katanya bukaan kedua. Makanya disuruh pulang dulu. Nanti kembali lagi ke klinik di desa,” imbuhnya.

Sayang, sebelum sempat kembali ke  klinik, cuaca ekstrem berkata lain. Hujan deras sejak Minggu siang (14/2) membuat tanggul di Sungai Onggo-inggi jebol. Apalagi banyak lekukan di sungai yang merupakan anak dari Sungai Kuncir itu. 

Video banjir Nganjuk di Radar Kediri TV

Ketika air mulai meninggi, Hadi pun berusaha menempatkan sang istri ke lokasi yang tinggi. Tapi, rasa sakit Mita semakin menjadi. Membuatnya makin panik.

Hadi segera meminta bantuan. Yang dituju pertama kali adalah Kepala Dusun (Kasun) Sugito. Sayang, sang kasun juga tengah melakukan evakuasi seorang lansia yang tinggal di belakang rumah Hadi.

“Lalu diberi info untuk langsung menghubungi BPBD (badan penanggulangan bencana daerah, Red) dibantu Pak Kasun,” ujarnya.

Untungnya ada tim BPBD yang standby di Dam Tiripan yang lokasinya relatif dekat. Tim itu langsung menuju ke rumah Muhadi. “Sekitar satu jam menunggu,” terangnya.

Perahu karet tiba, Mita segera dinaikkan. Ikut pula bidan desa, yang berusaha menenangkan sang bumil. Sementara Muhadi, bersama dengan anggota BPBD, mendorong perahu yang melawan arus. Menuju Jalan Raya Guyangan. Jaraknya lumayan juga, 2,5 kilometer. Di jalan raya itu mobil ambulans dari RS Bhayangkara sudah menunggu.

Siapa nama sang anak? Hadi mengaku belum menentukan. Tapi dia sudah berandai-andai akan memberi nama anaknya dengan nama Satria. 

Tak dikaitkan dengan kejadian banjir? “Nunggu istri dulu saja kalau itu (menamai dengan mengaitkan kejadian banjir, Red),” kilahnya sembari tertawa lebar.

Apapun namanya nanti, yang pasti Hadi sudah tenang. Sudah bisa tertawa riang. Beda dengan malam harinya yang dipenuhi perasaan panik.

Soal kepanikan itu juga diceritakan ibu Hadi, Supini, 58. Menurut Supini anaknya semalaman tak hanya kebingungan karena mencari bantuan untuk mengevakuasi Mita. Dia juga bingung harus membantu membereskan banjir dan menemani istrinya yang kesakitan. 

“Alhamdulillah sudah lahir, sehat. Sudah agak tenang dibanding tadi malam (Minggu (14/2), Red),” ujar Supini, di sela-sela membersihkan sisa lumpur akibat banjir yang melanda desanya. (fud)

(rk/baz/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia