Selasa, 26 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Features
icon featured
Features

Siswa SD di Kediri Semangat Sekolah, Ini Sebabnya

15 September 2021, 15: 28: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

Siswa SD di Kediri Semangat Sekolah, Ini Sebabnya

SEMANGAT: Siswa kelas V di SDN Bobang 1 menyimak materi yang diberikan guru matematikanya saat PTMT hari pertama kemarin. (Iqbal Syahroni - radar kediri)

Share this      

Ragil seharusnya masuk kelas di sesi dua, pukul 09.30. Tapi bocah ini sudah datang dua jam sebelumnya. Dia pun rela menunggu dua jam karena sudah rindu belajar langsung di sekolah.

IQBAL SYAHRONI, Kabupaten, JP Radar Kediri

Halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bobang 1 di Kecamatan Semen jauh berbeda bila dibanding hari-hari sebelumnya yang hening. Kemarin, area lapang itu mulai diwarnai teriakan para bocah. Meskipun tetap tak semeriah hari-hari kala pandemi belum menerjang.

Baca juga: Sekolah di Kediri Satu Pelajaran Hanya 30 Menit

Delapan anak berpakaian seragam olahraga, yang warnanya mulai pudar, berada di halaman. Sebagian berlarian ke sana ke mari. Sembari memegang sapu lidi dan cikrak. Keceriaan ada di wajah mereka meskipun harus memunguti daun-daun kering yang berjatuhan dari rantingnya. Panas matahari pagi yang mulai menyorot tak mereka rasakan.

“Sudah sejak jam 7 (pukul 7.00, Red) tadi masuknya mereka,” ucap seorang guru yang duduk di depan gerbang.

Anak-anak itu adalah siswa kelas 6 di sekolah ini. Kemarin adalah hari pertama mereka masuk sekolah. Mengikuti proses pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sesi pertama. Kebetulan, pelajaran yang mereka ikuti adalah olahraga. Hanya, bentuknya berganti menjadi bersih-bersih.

Beberapa saat kemudian, seorang anak berpakaian seragam putih dengan celana pendek merah hati datang. Menuntun sepeda model BMX warna biru tua. Ketika melewati guru penjaga gerbang, bocah ini kemudian mengulurkan tangan. Kemudian mencuci kedua telapak tangan itu dengan cairan handsanitizer.

Waktu itu jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.30. Padahal, sesi satu sudah berlangsung setengah jam. Sementara yang sesi dua masih dua jam lagi.

“Masuk sesi dua ya? Kalau masuk sekarang sudah telat,” tanya Plt Kepala SDN Bobang 1  Fatmawati.

Bocah 11 tahun itu mengangguk. Mengiyakan bila dia seharusnya  masuk di sesi kedua. Artinya dia harus menunggu beberapa jam lagi karena sesi itu baru mulai pukul 09.30. Setelah kelas yang awalnya dipakai sesi 1 dibersihkan.

Sesuai aturan Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri, PTM-T memang harus dilakukan dua atau tiga sesi. Melihat jumlah siswa dan kesiapan sekolah. Di SDN Bobang 1, mereka membagi dalam dua sesi.

“Yang masuk hanya kelas 2 dan kelas 5 saja. Yang kelas 6 hanya masuk olahraga dan bersih-bersih,” terang wanita berhijab itu.

Fatmawati kemudian bertanya pada Ragil, mengapa sudah datang padahal waktu belajarnya masih lama. Sang bocah memberi jawaban polos. “Sudah pingin masuk sekolah,” ucapnya.

Sebenarnya, Ragil dibolehkan pulang lagi oleh guru-gurunya. Daripada harus menunggu sendirian. Apalagi rumahnya juga tak terlalu jauh, hanya sekitar 400-an meter dari sekolah. Toh, sang bocah kukuh dengan keinginannya.

“Nggak pa-pa Bu, saya tunggu di sini saja. Sekalian manas (berjemur, Red),” jawab Ragil.

Memang, hari pertama PTMT kemarin diwarnai antusiasme murid yang sangat tinggi. Sampai-sampai, beberapa siswa ‘lupa’ tempat menaruh sepeda. Mereka menggeletakkan sepeda-sepeda itu di luar gerbang. Padahal biasanya dibawa masuk ke halaman. Ini karena sebelum mereka masuk harus diperiksa suhu dan mencuci tangan dulu sehingga lupa dengan sepedanya.

Kejadian lucu juga terlihat di dalam kelas. Ada yang sampai lupa bawa buku. Seperti ketika Koordinator TK-SD wilayah Semen Masykur dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Kediri Sujud Winarko datang untuk melihat-lihat. Saat itu ada beberapa murid yang datang tidak membawa buku.

“Tidak apa-apa. Baru pertama, saking semangatnya ini juga pasti. Saya pinjami dulu,” ujar seorang guru perempuan yang sedang mengajar.

Sujud, saat dikonfirmasi oleh koran ini, juga menjelaskan bahwa pelaksanaan PTMT hari pertama berlangsung lancar.  “Harapannya memang menggenjot pendidikan ini dengan cara yang terbaik juga,” ujarnya. (fud)

(rk/syi/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia