Sabtu, 28 May 2022
Radar Kediri
Home / Features
icon featured
Features

Abadikan Jasa Para Pahlawan Kota Angin Menjadi Nama Jalan (22)

Marsinah Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

13 Mei 2022, 12: 21: 28 WIB | editor : Adi Nugroho

Abadikan Jasa Para Pahlawan Kota Angin Menjadi Nama Jalan (22)

PAHLAWAN BURUH: Penunjuk arah makam Marsinah di Sukomoro. (Andhika Attar - Radar Kediri)

Share this      

Perjuangan Marsinah agar kaum buruh mendapatkan haknya hingga nyawanya melayang tidak sia-sia. Adanya upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang bisa dinikmati buruh dan hak-hak lainnya sekarang ini. Marsinah juga menerima banyak penghargaan setelah meninggal dunia. Keluarganya yang mewakili Marsinah menerima penghargaan tersebut.

Bulan ini, tepat 29 Marsinah ditemukan tewas. Jenazahnya ditemukan 1993 di hutan Dusun Jegong, Desa/Kecamatan Wilangan pada 9 Mei. Kondisinya sangat mengenaskan. Tubuhnya dipenuhi luka. Ia diyakini tewas dibunuh.

Sehari sebelum Marsinah ditemukan tewas, dia dilaporkan hilang. Rekan-rekannya yang bekerja di pabrik arloji PT Catur Putera Surya pun mengaku tidak tahu-menahu. Hampir 30 tahun peristiwa ini menjadi teka-teki yang teramat misterius.

Baca juga: Investasi Bodong Marak saat Lebaran 

"Tentu sedih jika ingat kematian Marsinah. Tapi mau bagaimana lagi," ujar Sini, 59, bibi Marsinah saat ditemui oleh Jawa Pos Radar Nganjuk.

Selama bertahun-tahun keluarganya harus hidup dengan bayangan peristiwa mengerikan tersebut. Kenangan pahit yang harus diterima keluarga besarnya. Terutama Marsini dan Wijiati, yang merupakan kakak dan adik kandung Marsinah.

Kematian Marsinah itu membuat banyak pihak akhirnya memberikan penghargaan kepada perempuan asal Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro. Dia dianggap sebagai pahlawan buruh. Sehingga, keluarga Marsinah hingga sekarang masih sering mendapat undangan untuk menerima penghargaan atau menghadiri pertemuan buruh. Belum lama ini pun Sini bercerita bahwa dirinya diajak Marsini untuk terbang ke Jakarta untuk menghadiri pertemuan buruh.

Marsini pun menegaskan bahwa undangan tersebut sudah termasuk biaya akomodasi dan transportasi. Sayang, karena satu dan lain hal, Sini menolak ajakan keponakannya itu. "Saya tolak karena capek. Biar Marsini saja kalau mau," ungkapnya.

Berbagai piagam penghargaan juga didapat keluarga Marsinah.  Beberapa piagam dipajang di salah satu dinding rumah Sini. Mayoritas menyebutkan, Marsinah merupakan seorang pahlawan bagi kaum buruh dan pekerja. Dedikasi dan perjuangannya berarti banyak bagi dunia buruh ke depannya.

Pada awal bulan ini Marsinah juga mendapatkan gelar pahlawan buruh nasional. Adalah Partai Buruh bersama sejumlah serikat pekerja yang memberi gelar itu. Gelar Pahlawan Buruh Nasional diberikan kepada Marsinah dan tiga tokoh lainnya. Yaitu Muchtar Pakpahan, Jacob Nuwa Wea, dan Thamrin Mosii saat peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta, Minggu (1/5) lalu.

Marsinah dan tiga tokoh buruh itu menerima anugerah Pahlawan Buruh Nasional karena mereka dinilai berjasa terhadap perjuangan dan kemajuan kelompok buruh. Bahkan Marsinah juga diusulkan menjadi pahlawan nasional.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia