Sabtu, 28 May 2022
Radar Kediri
Home / Features
icon featured
Features

Abadikan Jasa Para Pahlawan Kota Angin Menjadi Nama Jalan (21)

Berani Berkelahi dengan Laki-laki

13 Mei 2022, 11: 53: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

Abadikan Jasa Para Pahlawan Kota Angin Menjadi Nama Jalan (21)

TEMPAT MENIMBA ILMU: Marsinah sekolah di SDN Nglundo saat kecil. Dia dikenal suka menolong teman. (Andhika Attar - Radar Kediri)

Share this      

Marsinah tidak memiliki pacar dan belum menikah hingga dia meninggal dunia. Selain fokus bekerja ternyata Marsinah juga dikenal tomboi sejak kecil. Sehingga, dia memiliki banyak teman laki-laki dan aktif berorganisasi saat menjadi buruh.

Marsinah kecil mengenyam pendidikan di SDN Nglundo. Namun tidak sampai lulus. Pasalnya, saat menginjak kelas VI, dia pindah sekolah. Selanjutnya, Marsinah melanjutkan pendidikannya di SDN Karangsemi, Kecamatan Gondang. Sejak kecil Marsinah ikut Sini, 59, bibinya. Sehingga, kedekatannya bersama sang bibi tidak perlu ditanyakan. Bahkan dia menganggap Sini seperti ibu kandungnya sendiri. “Saya kalau kemana-mana itu dia (Marsinah, red) pasti ikut,” ujar Sini.

Perempuan berambut pendek tersebut mengaku bahwa sangat mengenal betul keponakannya tersebut. Hampir semua kejadian yang dilalui Marsinah semasa sekolah masih diingatnya.

Baca juga: Abadikan Jasa Para Pahlawan Kota Angin Menjadi Nama Jalan (20)

Sejak kecil, Marsinah adalah sosok yang sangat aktif. Sepulang sekolah, anak kedua dari tiga bersaudara itu memilih untuk membantu sang nenek berjualan beras. Dia tidak bermain dengan teman sebayanya.

Marsinah sudah terlihat sebagai perempuan yang tangguh sejak kecil. Ia jarang mengeluh. Meskipun kondisi keluarganya jauh dari kata berkecukupan. Namun hal itu tidak pernah menjadi masalah yang besar baginya. “Apa-apa dikerjakan sendiri,” imbuh Sini.

Di antara teman-temannya, Marsinah cenderung dikenal tomboi. Cerminan tersebut salah satunya dilihat Sini lantaran keponakannya itu sering berkelahi. Uniknya, tidak hanya dengan teman perempuan saja. Ia tidak segan-segan berantem dengan teman laki-laki.

Namun, itu terjadi bukan sebagai sebuah bentuk kenakalan. Marsinah berkelahi pasti dalam rangka melawan sebuah perundungan dan penindasan. “Saya larang juga pasti tidak dihiraukan. Soalnya dia melakukan itu dalam posisi yang benar,” ujar Sini.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia