Selasa, 26 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Features
icon featured
Features

Jadi Youtuber, Subscriber Kepala BKPPD Un Achmad Nurdin 50 Ribu Lebih

12 Oktober 2021, 14: 37: 56 WIB | editor : Adi Nugroho

Jadi Youtuber, Subscriber Kepala BKPPD Un Achmad Nurdin 50 Ribu Lebih

YOUTUBER: Kepala BKPPD Kota Kediri Un Achmad Nurdin menunjukkan channel Youtube-nya.   (Rekian - radar kediri)

Share this      

Bukan uang yang dia kejar. Hanya ingin ilmu pertanian yang dia dapat di bangku kuliah bisa bermanfaat. Dan, Youtube menjadi ladang amalnya.

REKIAN, Kota, JP Radar Kediri

Video itu dibuka dengan gambar bunga-bunga durian, yang berwarna putih. Tanpa narasi, hanya teks yang terus berganti. Menyesuaikan dengan gambar yang ditampilkan.

Baca juga: Upaya Pemain Persedikab Sayyid Abbiyu Atma Bertahan di Pandemi Covid

Beberapa detik kemudian, berganti tiga benda yang tergeletak di bangku bulat yang terbuat dari semen, yang ditampakkan. Dua kuas dan satu senter. Salah satu kuas itu ditali di ujung bilah bambu yang panjangnya sekitar satu meteran.

Selanjutnya, adegan video disambung dengan tangan yang memegang bilah bambu berkuas. Menyaputkannya pada bunga-bunga berwarna putih yang bergelantungan itu. Sinar senter terus mengarah pada rambut-rambut kuas. Pada teks yang tampil di layar, aktivitas itu disebut sebagai cara melakukan penyerbukan pada durian.

“Ambil gambarnya harus malam hari. Agar sesuai dengan teorinya,” ucap sang kreator video penyerbukan durian itu, Un Achmad Nurdin.

Memang, Un melakukan penyutingan pada malam hari. Sesuai teori yang dia dapatkan di bangku kuliah, penyerbukan paling bagus dilakukan malam hari.

“Agar hasilnya maksimal,” ucap sang Youtuber ini.

Pria yang akrab disapa Un ini bukan sembarang Youtuber. Sehari-hari dia adalah pejabat di Pemkot Kediri. Jabatannya juga tak main-main, kepala badan kepegawaian pelatihan dan pendidikan daerah (BKPPD). Un adalah sosok yang bertanggung jawab pada perekrutan hingga peningkatan kemampuan seorang pegawai negeri sipil (PNS).

Lalu, mengapa sang kepala dinas ini membuat channel Youtube yang tak terkait bidang kerjanya? Berbagi ilmu. Itu tujuan lulusan Fakultas Pertanian Universitas Jember ini. Dia merasa ilmu yang dia peroleh saat di bangku kuliah bisa dia tularkan. Terlebih, di luar kesehariannya sebagai pejabat pemkot, Un memang seorang petani. Lebih khusus lagi adalah petani durian.

Di desa tempat tinggalnya, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Un punya 40 pohon durian. “Tidak luas, hitung saja jarak tanamnya, 8x8 meter,” elak Un ketika ditanya berapa luas lahan duriannya.

Berdasar keterangan Un, luas lahannya berkisar 2.500-an meter persegi. Ada dua orang penjaga yang merawat pohon-pohon durian yang dia tanam sejak 2012 tersebut. Di kebun inilah lokasi pengambilan gambar semua konten Youtube-nya.

Sebenarnya, belum lama lelaki 54 tahun ini membuat channel Youtube yang dia beri nama Kebun Dumont ini. Baru tiga tahun lalu, 2018. Namun, jumlah subscriber-nya sudah bikin wow. Sudah lebih dari 50 ribu.

Jumlah videonya pun mencapai puluhan. Uang pun mengalir ke sakunya dari Google Adsense. “Pertama kali terima Rp 6 juta, dikelola anak saya,” ujar bapak tiga anak ini sambil tersenyum saat ditemui di kantornya, di gedung BKPPD, Jalan Himalaya.

Karena tujuannya berbagi ilmu, Un sangat serius dalam membuat konten. Satu video bisa menghabiskan waktu lebih dari sehari. Meskipun durasi di channel-nya hanya beberapa menit saja. Seperti video tentang penyerbukan di atas misalnya, dia butuh 6-7 bulan hanya untuk satu episode yang rata-rata berdurasi 10 menit.

“Praktik penyerbukan itu sangat panjang. Benar-benar harus bersabar dan menunggu,” katanya sambil tertawa.

Yang membuatnya bahagia bukan karena rupiah yang mengalir ke kantongnya. Melainkan apa yang dia lakukan ternyata diterima oleh publik. Upayanya mengedukasi petani mendapat respon baik. Terbukti, hingga kini jumlah penontonnya bisa mencapai ratusan ribu.

Apalagi, Wali Kota Abdullah Abu Bakar juga memberinya support. “Dukungan Pak Wali yang membuat saya jadi semangat juga,” ucapnya.

Tentu, sebagai pejabat, Un punya kesibukan yang padat. Karena itu dia juga harus pandai mencari waktu untuk membuat konten. Biasanya, video dia buat pada waktu senggang atau hari libur. Terutama Sabtu dan Minggu.

Soal pemilihan Kebun Dumont nama channel-nya, Un tak sembarangan memilih. Dumont dia sebut sebagai akronim durian montong, jenis durian yang dia tanam. Selain itu Dumont juga punya  makna sebagai kebun di awang-awang. Diambil dari bahasa Perancis.

Kini, Un juga tak hanya belajar mengedit video saja. Dia juga tekun mencari cara mengelola Youtube. Mulai dari trik hingga alur cerita pembuatan video dia pelajari. Bahkan, untuk mendapatkan lebih banyal lagi penonton, Un membuat dukungan lewat media sosial lain seperti Facebook dan Instagram. Yang digunakan untuk menyebarkan informasi tentang tanaman duriannya ke komunitas medsos yang punya hobi sama. Baginya, semakin banyak yang menonton, ilmu yang dia berikan semakin bermanfaat.

Tak hanya channel Youtube-nya saja yang kebanjiran peminat. Durian hasil panenannya juga demikian. Selalu ludes ketika dijual ke toko modern. “Kalau lagi musim panen, permintaannya tinggi sekali,” akunya. (fud)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia