Sabtu, 28 May 2022
Radar Kediri
Home / Features
icon featured
Features

Tiga Guru Harumkan Nama Kemenag Kabupaten Kediri di Nasional

08 Desember 2021, 10: 14: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

Tiga Guru Harumkan Nama Kemenag Kabupaten Kediri di Nasional

MEMBANGGAKAN: Kepala Kemenag Kabupaten Kediri Zuhri (tiga dari kiri) bersama sejumlah pejabat kemenag dan para guru berprestasi tingkat nasional usai mengikuti apel (6/12). (Mahisa Ayu - Radar Kediri)

Share this      

Kreativitas Abas Shofwan dari MTsN 6 Kediri, Umi Rosida dari SMPN 2 Kepung, dan Ifa Hidayah dari MAN 3 Kediri dalam membuat media pembelajaran berbuah prestasi membanggakan. Ketiganya mengharumkan nama Kemenag Kabupaten Kediri dengan meraih predikat guru berprestasi nasional.  

MAHISA AYU, Kabupaten. JP Radar Kediri

Suasana apel pagi di halaman kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri Senin (6/12) lalu terlihat berbeda dari biasanya. Selain puluhan pegawai kemenag yang memakai baju putih-hitam, ada tiga peserta yang terlihat mencolok.

Baca juga: Bingung saat Hujan Turun, Terpaksa Datangkan Oven

          Berdiri di barisan depan, tiga orang yang tak lain Abas Shofwan, 81; Umi Rosida,  dan Ifa Hidayah, 82; memakai baju adat Jawa. Umi dan Ifa memakai kebaya. Sedangkan Abas memakai beskap. 

          Ketiganya menjadi tamu istimewa dalam apel pagi itu. Maklum saja, para guru tersebut baru saja mengharumkan nama Kemenag Kabupaten Kediri di tingkat nasional. Keberadaan mereka di sana sekaligus dalam rangka penyambutan resmi yang dilakukan kemenag setelah mereka menjuarai ajang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi Nasional yang digelar Kemenag RI.   

          Dalam acara yang digelar di Holiday Inn Jakarta (30/11) lalu, Abas yang berprofesi sebagai guru biologi itu menjadi juara 1 guru berprestasi nasional kategori guru MTs. Kemudian, Umi Rosida menjadi juara 1 guru berprestasi nasional kategori guru pendidikan agama Islam (PAI). Selanjutnya, Ifa Hidayah terpilih sebagai juara 2 guru berprestasi nasional kategori guru MA.

“Apel pagi ini (Senin lalu, Red) sekaligus menyambut kedatangan guru binaan kami yang berprestasi. Kami sangat bangga dengan prestasi yang telah diraih mereka,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Zuhri dengan wajah semringah.

Kehadiran ketiganya dalam apel pagi itu sekaligus untuk memotivasi para pegawai di sana. Termasuk memotivasi para guru di Kabupaten Kediri agar bisa berprestasi di tingkat nasional. Caranya, dengan mengembangkan kreativitas dalam membuat media pembelajaran. “(Media pembelajaran, Red) harus yang kekinian dan disukai anak didik,” pesannya untuk para guru di Kabupaten Kediri.

 Agar para guru bisa terus menuai prestasi tingkat nasional, pria bertubuh tinggi ini memastikan Kemenag Kabupaten Kediri siap membina para guru yang mengikuti lomba atau kejuaraan lainnya. “Kami akan all out membina para guru,” urainya. 

Untuk diketahui, ajang Guru Berprestasi yang digelar Kemenag RI itu diikuti oleh ratusan guru. Abas, Umi, dan Ifa pun harus beradu kreativitas untuk mendapat gelar juara.

Abas yang sudah menyiapkan diri sejak 2019 silam membawa sejumlah portofolio. Mulai karya tulis ilmiah, sertifikat seminar, hingga media pembelajaran sistem pencernaan manusia menggunakan robot yang dikendalikan dengan aplikasi berbasis adroid.  

Usaha alumnus Universitas Negeri Malang ini tak sia-sia. Karyanya yang sarat pemanfaatan teknologi ini membuatnya terpilih menjadi juara 1 Guru Berprestasi Nasional kategori guru MTs. “Karya saya (media pembelajaran, Red) ini sudah memiliki hak cipta,” papar Abas yang mengaku mencurahkan seluruh waktunya agar bisa maksimal dalam mengikuti lomba.

Terpisah, Umi Rosida yang menjadi juara 1 guru berprestasi nasional kategori guru PAI mengaku sempat tak menyangka dirinya akan terpilih. Sebab, ajang bergengsi itu diikuti oleh para guru berprestasi dari seluruh wilayah Indonesia. “Saya tetap optimistis dan berusaha melakukan yang terbaik diimbangi dengan berdoa,” bebernya membagi trik pembuatan media pembelajaran yang diberi nama Mad Cerdas Berputar (Cetar).

Sama seperti dua rekannya, Ifa juga tidak meraih prestasi secara instan. Dia sengaja membuat channel Youtube untuk media pembelajaran fisika. “Saya belajar secara otodidak mulai dari proses recording, editing, hingga uploading,” kenangnya. (ut)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia