Minggu, 29 May 2022
Radar Kediri
Home / Features
icon featured
Features

Komunitas Waria dan ODHA Kediri Raya Berharap Hapus Stigma Negatif

02 Desember 2021, 10: 57: 14 WIB | editor : Adi Nugroho

Komunitas Waria dan ODHA Kediri Raya Berharap Hapus Stigma Negatif

TINGKATKAN KESADARAN: Para ODHA dan waria membagi mawar saat peringatan Hari AIDS Sedunia di halaman Puskesmas Pesantren 1 kemarin. (Ilmidza - radar kediri)

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri– Puluhan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan waria yang tergabung di Komunitas Waria Kediri Raya menggelar aksi di halaman Puskesmas Pesantren 1 kemarin. Mereka memperingati Hari AIDS Sedunia.

“Ini salah satu bentuk kepedulian terhadap ODHA yang selama ini sering mendapat perlakuan diskriminasi,” ujar Ketua Waria Kediri Raya Ike Fradasari

Baca juga: Realisasi Pusat di Bawah Usulan DPKP

Diskriminasi ini terkadang membuat mereka malu memeriksakan diri. Termasuk melakukan pengobatan ke pelayanan kesehatan. “Makanya peringatan kali ini mengambil tema Akhiri AIDS: Cegah HIV,” tuturnya.

Dalam acara sekitar pukul 09.30 itu, peserta aksi melepas burung merpati, melukis tembok dengan cap tangan, hingga membagikan bunga mawar di jalan. Kepala Puskesmas Pesantren 1 drg Raya Mulyasari mengakui, tidak mudah mengingatkan pasien positif HIV/AIDS untuk berobat dan meninggalkan kebiasaan buruknya.

Dia berharap, ODHA tidak terjerumus lebih dalam. “Peringatan Hari AIDS Sedunia ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait HIV/AIDS,” terangnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri Alfan Sugiyanto mengatakan, kasus HIV/AIDS terus turun sejak 2019 hingga Oktober 2021. Pada 2019 tercatat 240 kasus. Lalu, tahun lalu 239 kasus dan hingga November ini tercatat sebanyak 160 kasus.

Namun, hal itu juga dipengaruhi pandemi Covid-19. Upaya deteksi dini HIV/AIDS tidak segencar biasanya. “Jadi selama pandemi, semua pelayanan kesehatan lebih fokus penanganan Covid-19. Sedangkan ODHA ini jika tidak ada pendampingan, enggan berobat,” paparnya.

Alfan berharap, masyarakat menghentikan stigma dan diskriminasi pada ODHA. Mereka dapat berkontribusi pada upaya penanggulangan AIDS dan menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih sehat. “Semoga ODHA dan masyarakat lebih mengerti dan paham kondisi kesehatan masing-masing. Penyakit AIDS ini tidak seseram yang kita bayangkan jika kita rutin pengobatan dan pemeriksaan,” pungkasnya. (ica/ndr)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia